Susah Tidur Terus-Menerus? Yuk, Kenali Penyakit Susah Tidur
Kenali insomnia, penyebab susah tidur berkepanjangan, pilihan penanganan, dan tanda kapan kamu perlu mencari bantuan medis.
Kenali penyebab susah tidur dan kebiasaan sederhana yang bisa membantu kamu tidur lebih nyaman.
Susah tidur malam memang menyebalkan, apalagi kalau besok harus bangun pagi untuk bekerja, kuliah, sekolah, atau menjalani aktivitas penting. Badan mungkin sudah terasa capek, tetapi mata justru masih segar dan pikiran terus berjalan.
Kalau hanya terjadi sesekali, kondisi ini biasanya bisa dipengaruhi oleh stres, jadwal tidur yang berubah, terlalu banyak kafein, tidur siang terlalu lama, atau kebiasaan bermain HP sebelum tidur. Lingkungan kamar yang kurang nyaman juga bisa membuat kamu semakin sulit terlelap.
Baca Juga: Jaga Kesehatan Tidur dengan Vita Sleep, Bantu Istirahatmu Lebih Nyenyak
Untuk membantu tubuh lebih siap tidur, coba kurangi aktivitas yang membuat otak tetap aktif, buat kamar lebih nyaman, dan pertahankan jam bangun yang teratur. Kalau masalah tidur terjadi terus-menerus selama berbulan-bulan dan mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, sebaiknya jangan hanya mengandalkan tips tidur biasa.

Susah tidur malam meski badan lelah bisa terjadi karena tubuh capek belum tentu berarti otak sudah siap tidur. Stres, pikiran yang masih aktif, kafein, kebiasaan tidur yang tidak teratur, hingga penggunaan gadget menjelang tidur dapat membuat tubuh tetap berada dalam kondisi terjaga.
Bahkan rasa khawatir karena besok harus bangun pagi terkadang justru membuat tidur semakin sulit.
Kamu mungkin mulai melihat jam berkali-kali sambil berpikir, “Sudah jam 12, berarti cuma bisa tidur enam jam.”
Beberapa menit kemudian melihat jam lagi.
Semakin dipikirkan, tubuh justru semakin tegang.
Masalah seperti ini cukup umum terjadi. Stres, perubahan jadwal, tidur siang terlalu lama, konsumsi kafein, nikotin, alkohol, dan penggunaan perangkat elektronik menjelang tidur termasuk faktor yang dapat mengganggu tidur (NHLBI, 2022).
Ada banyak hal yang bisa membuat kamu terjaga sampai larut malam. Penyebabnya juga bisa berbeda pada setiap orang.
Berikut beberapa yang paling sering terjadi.
Tubuh sudah rebahan, tetapi pikiran masih memikirkan pekerjaan, tugas, hubungan, uang, atau kegiatan besok.
Kondisi ini membuat otak sulit beralih ke kondisi yang lebih tenang.
Semakin kamu berusaha memaksa diri untuk segera tidur, kadang rasa tegang justru semakin kuat. Apalagi kalau terus memikirkan berapa jam waktu tidur yang tersisa.
Cobalah memberi jeda sebelum tidur. Kamu bisa menulis daftar pekerjaan besok atau mencatat hal yang sedang memenuhi pikiran agar tidak terus dipikirkan saat sudah berada di kasur.
Hari ini tidur pukul 10 malam, besok pukul 1 pagi, lalu akhir pekan baru tidur pukul 3 pagi.
Pola seperti ini dapat membuat jam biologis tubuh sulit mengenali kapan waktunya mengantuk.
Tubuh memiliki ritme tidur dan bangun yang bekerja mengikuti kebiasaan sehari-hari. Karena itu, jam bangun yang relatif konsisten sering kali lebih membantu daripada mencoba “membayar utang tidur” dengan bangun sangat siang.
CDC juga menyarankan menjaga jadwal tidur dan bangun secara teratur sebagai salah satu kebiasaan untuk mendukung tidur yang sehat (CDC, 2024).
Kalau sedang mengantuk sore hari, kopi memang terasa sangat membantu.
Masalahnya, efek kafein bisa bertahan cukup lama.
Kafein bekerja dengan menghambat adenosin, yaitu zat di otak yang ikut membantu munculnya rasa kantuk. Karena itu, kopi yang diminum beberapa jam sebelum tidur masih bisa membuat sebagian orang sulit terlelap.
Sebuah systematic review dan meta-analysis menemukan bahwa konsumsi kafein dapat mengurangi total waktu tidur dan membuat waktu untuk mulai tertidur menjadi lebih panjang. Efeknya sangat dipengaruhi jumlah dan waktu konsumsi kafein (Sleep Medicine Reviews, 2023).
Kalau kamu sering susah tidur malam, coba perhatikan jam terakhir minum kopi, teh, minuman energi, atau minuman berkafein lainnya.
Banyak orang berpikir bermain HP bisa membuat mata lelah lalu cepat tidur.
Sayangnya, efeknya bisa justru sebaliknya.
Cahaya dari perangkat elektronik dan aktivitas seperti menonton video, membalas chat, bermain game, atau membaca media sosial dapat membuat otak tetap aktif.
Kamu juga mungkin berniat membuka HP selama lima menit, tetapi tanpa terasa sudah lewat satu jam.
NHLBI menyarankan mengurangi paparan perangkat elektronik menjelang tidur dan menggunakan waktu sebelum tidur untuk aktivitas yang lebih tenang (NHLBI, 2022).
Tidur siang sebenarnya tidak selalu buruk.
Namun, tidur terlalu lama atau terlalu sore bisa membuat rasa kantuk di malam hari berkurang.
Kalau malam sebelumnya kurang tidur, kamu mungkin mengantuk berat pada siang hari. Akhirnya tidur dua atau tiga jam, lalu malamnya kembali tidak mengantuk.
Siklus ini bisa terus berulang.
Kalau kamu sedang mencoba memperbaiki pola tidur malam, perhatikan durasi dan waktu tidur siang.
Suhu terlalu panas, suara kendaraan, lampu terlalu terang, atau tempat tidur yang tidak nyaman dapat membuat tubuh sulit rileks.
Coba perhatikan keadaan kamar.
Idealnya, buat kamar lebih gelap, tenang, dan memiliki suhu yang terasa nyaman untuk kamu.
Tidak perlu membeli banyak perlengkapan tidur. Perubahan sederhana seperti meredupkan lampu, menutup tirai, atau menjauhkan HP dari tempat tidur bisa membantu.
Makan malam bukan berarti harus dihindari.
Namun, makan dalam jumlah sangat besar sesaat sebelum tidur bisa membuat sebagian orang merasa terlalu kenyang atau tidak nyaman.
Kalau kamu memiliki keluhan asam lambung, langsung berbaring setelah makan juga dapat memperburuk rasa tidak nyaman.
Karena itu, beri waktu tubuh untuk mencerna makanan sebelum langsung rebahan.
Ada orang yang merasa lebih cepat mengantuk setelah minum alkohol.
Namun, alkohol tidak selalu membuat kualitas tidur menjadi lebih baik. Tidur bisa menjadi lebih ringan dan seseorang dapat lebih mudah terbangun pada malam hari.
Nikotin juga memiliki efek stimulan yang dapat membuat tubuh tetap terjaga.
Karena itu, keduanya bukan solusi untuk mengatasi susah tidur.
Susah tidur malam tidak selalu disebabkan kebiasaan.
Nyeri yang berlangsung lama, gangguan kecemasan, depresi, menopause, restless legs syndrome, gangguan tiroid, atau sleep apnea dapat berkaitan dengan masalah tidur. Beberapa obat juga bisa memengaruhi pola tidur.
Kalau masalah tidur terus terjadi, evaluasi penyebabnya lebih penting daripada sekadar mencoba berbagai cara agar cepat mengantuk.
Kalau besok harus bangun pagi, keinginan untuk segera tidur biasanya semakin besar.
Sayangnya, memaksa tidur justru sering membuat tubuh semakin tegang.
Coba beberapa langkah berikut.
Melihat jam setiap beberapa menit hanya membuat kamu menghitung berapa sedikit waktu tidur yang tersisa.
Hal ini bisa menambah rasa khawatir.
Kalau perlu, jauhkan jam atau letakkan HP dengan layar menghadap ke bawah.
Fokuskan perhatian pada membuat tubuh nyaman, bukan menghitung berapa menit lagi kamu harus tertidur.
Sekitar satu jam sebelum tidur, mulai kurangi aktivitas yang terlalu merangsang.
Redupkan lampu kamar.
Letakkan laptop.
Kurangi scroll media sosial.
Kamu bisa menggantinya dengan membaca buku ringan, mendengarkan musik tenang, atau melakukan rutinitas sederhana seperti membersihkan wajah dan menyiapkan pakaian untuk besok.
Tujuannya bukan membuat diri “wajib tidur”, tetapi memberi sinyal bahwa aktivitas hari ini sudah selesai.
Saat pikiran terlalu aktif, coba tarik napas perlahan.
Tarik melalui hidung, lalu keluarkan secara perlahan.
Tidak perlu terpaku pada teknik atau hitungan tertentu. Fokus saja pada napas yang nyaman dan teratur.
Latihan relaksasi merupakan salah satu pendekatan perilaku yang dapat membantu sebagian orang dengan masalah insomnia, terutama bila dikombinasikan dengan strategi lainnya (American Academy of Sleep Medicine, 2021).
Sudah berbaring cukup lama tetapi malah semakin kesal?
Tidak perlu terus memaksa diri.
Bangun sebentar dan lakukan aktivitas yang tenang di tempat dengan pencahayaan redup. Misalnya membaca beberapa halaman buku.
Saat rasa kantuk mulai datang, kembali ke tempat tidur.
Cara ini sejalan dengan prinsip stimulus control dalam terapi insomnia. Tujuannya adalah membantu otak kembali menghubungkan tempat tidur dengan tidur, bukan dengan rasa frustrasi karena tidak bisa terlelap.
Coba cek kembali keadaan kamar.
Apakah terlalu panas?
Terlalu terang?
Bising?
Atau mungkin bantalnya membuat leher tidak nyaman?
Kamar yang sejuk, gelap, dan tenang umumnya lebih mendukung tidur. Bila suara dari luar sulit dihindari, kamu bisa mencoba earplug atau suara latar yang lembut.
Kalau kamu sensitif terhadap kafein, kopi sore bisa menjadi salah satu alasan susah tidur malam.
Coba majukan waktu minum kopi.
Sebagian orang mungkin perlu menghentikan konsumsi kafein lebih awal karena respons tubuh terhadap kafein bisa berbeda-beda.
Selain kopi, ingat bahwa teh, minuman energi, cokelat, serta beberapa minuman ringan juga dapat mengandung kafein.
Setelah kurang tidur malam ini, godaan untuk bangun sangat siang besok mungkin besar.
Sesekali tentu bisa terjadi.
Namun, jika kamu sedang memperbaiki pola tidur, mempertahankan jam bangun yang cukup konsisten membantu tubuh memiliki ritme tidur yang lebih teratur.
Orang dewasa umumnya dianjurkan memperoleh sekitar tujuh jam tidur atau lebih setiap malam, meski kebutuhan setiap orang dapat berbeda (CDC, 2024).
Aktivitas fisik secara rutin dapat mendukung kesehatan dan pola tidur yang lebih baik.
Tidak harus olahraga berat.
Berjalan kaki, naik turun tangga, atau aktivitas fisik lain yang dilakukan secara rutin juga dapat membantu.
Kalau olahraga berat pada malam hari justru membuat kamu semakin segar, coba pindahkan waktunya lebih awal.
Tubuh menyukai pola.
Coba lakukan rangkaian kegiatan sederhana yang sama setiap malam.
Misalnya:
mandi → skincare → matikan lampu utama → baca buku → tidur.
Rutinitas seperti ini membantu menciptakan transisi dari aktivitas harian menuju waktu istirahat.
Tidak perlu terlalu rumit.
Yang penting konsisten dan membuat tubuh lebih rileks.
Belum tentu.
Sekali atau dua kali susah tidur malam tidak langsung berarti kamu mengalami insomnia kronis.
Insomnia dapat berupa kesulitan mulai tidur, sering terbangun, bangun terlalu pagi, atau merasa kualitas tidur buruk meskipun tersedia cukup waktu untuk tidur.
Masalah tidur jangka pendek bisa muncul akibat stres atau perubahan rutinitas dan berlangsung beberapa hari hingga minggu.
Sementara itu, insomnia kronis umumnya ditandai masalah tidur yang terjadi setidaknya tiga malam dalam seminggu selama lebih dari tiga bulan dan menimbulkan gangguan pada aktivitas sehari-hari (NHLBI, 2022).
Kalau masalahnya hanya sesekali, memperbaiki kebiasaan tidur bisa menjadi langkah awal yang masuk akal.
Namun, pada insomnia kronis, tips seperti mengurangi kopi atau mematikan HP saja mungkin tidak cukup.
Salah satu penanganan yang paling direkomendasikan adalah Cognitive Behavioral Therapy for Insomnia (CBT-I).
CBT-I adalah terapi yang membantu memperbaiki pola pikir dan kebiasaan yang mempertahankan masalah tidur. Pendekatannya dapat mencakup pengaturan waktu tidur, stimulus control, teknik relaksasi, dan perubahan pola pikir mengenai tidur.
Guideline American Academy of Sleep Medicine serta European Insomnia Guideline merekomendasikan CBT-I sebagai terapi lini pertama untuk insomnia kronis pada orang dewasa. Terapi ini dapat dilakukan secara langsung dan pada kondisi tertentu juga melalui program digital yang sesuai (Journal of Clinical Sleep Medicine, 2021; Journal of Sleep Research, 2023).
Jadi, kalau insomnia berlangsung lama, jangan hanya menambah berbagai “tips tidur”. Mencari penyebab dan mendapatkan penanganan yang sesuai bisa jauh lebih membantu.
Kenapa Susah Tidur Padahal Badan Sudah Capek? Yuk, Cari Tahu Penyebabnya!
Jangan terburu-buru menggunakan obat tidur hanya karena satu atau dua malam sulit tidur.
Obat untuk insomnia memiliki manfaat dan risiko yang berbeda. Pilihannya juga perlu disesuaikan dengan kondisi kesehatan, usia, obat lain yang digunakan, dan penyebab gangguan tidur.
Pada insomnia kronis, guideline terbaru tetap menempatkan CBT-I sebagai pilihan utama. Obat dapat dipertimbangkan dalam kondisi tertentu bersama tenaga kesehatan, terutama jika terapi non-obat belum memberikan hasil yang cukup (European Insomnia Guideline, 2023).
Jangan menghentikan, menambah dosis, atau mengganti obat resep yang sedang digunakan tanpa berkonsultasi dengan dokter.
Sebaiknya konsultasikan masalah tidur jika terjadi terus-menerus dan mulai mengganggu kehidupan sehari-hari.
Terutama bila kamu mengalami:
Dokter dapat membantu mencari tahu apakah masalahnya berasal dari kebiasaan tidur atau ada kondisi lain yang perlu ditangani.
Susah tidur malam saat besok harus bangun pagi memang bisa membuat panik. Namun, terlalu memikirkan waktu tidur justru dapat membuat tubuh semakin sulit rileks.
Coba mulai dengan langkah sederhana. Kurangi melihat jam, letakkan HP, redupkan lampu, batasi kafein, buat kamar nyaman, dan pertahankan jadwal bangun yang relatif konsisten.
Kalau belum mengantuk, jangan terus memaksa diri tidur. Lakukan aktivitas yang tenang sebentar, lalu kembali ke tempat tidur ketika rasa kantuk muncul.
Jika susah tidur malam sudah berlangsung lama atau mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, konsultasikan dengan tenaga kesehatan. Untuk insomnia kronis, CBT-I memiliki dukungan bukti yang lebih kuat dibanding hanya mengandalkan tips sleep hygiene saja.
Badan yang lelah tidak selalu membuat otak langsung siap tidur. Stres, pikiran yang masih aktif, kafein, penggunaan gadget, tidur siang terlalu lama, atau jadwal tidur yang berubah dapat membuat kamu tetap terjaga.
Coba berhenti melihat jam, redupkan lampu, jauhkan HP, dan lakukan teknik relaksasi sederhana. Jika berbaring justru membuat kamu semakin frustrasi, bangun sebentar dan lakukan aktivitas tenang sampai rasa kantuk muncul kembali.
Bisa berkontribusi. Cahaya layar serta aktivitas di HP seperti media sosial, video, dan game dapat membuat otak tetap aktif menjelang tidur. Cobalah mengurangi penggunaan perangkat elektronik sebelum waktu tidur.
Tidak ada waktu yang sama untuk semua orang karena sensitivitas terhadap kafein berbeda-beda. Kafein dapat memengaruhi tidur selama beberapa jam, sehingga orang yang sering sulit tidur sebaiknya mencoba membatasi kopi sejak sore atau bahkan lebih awal.
Tidak. Kesulitan tidur sesekali bisa terjadi karena stres, perubahan jadwal, atau kebiasaan sehari-hari. Insomnia kronis berlangsung lebih lama, terjadi berulang, dan menimbulkan gangguan pada aktivitas sehari-hari.
Sebagian besar orang dewasa membutuhkan sekitar tujuh jam tidur atau lebih per malam. Namun, kebutuhan dapat berbeda berdasarkan usia, kondisi kesehatan, dan masing-masing individu.
Sebaiknya tidak menggunakan obat tidur sembarangan. Obat insomnia memiliki manfaat, efek samping, dan risiko yang berbeda, sehingga penggunaannya sebaiknya disesuaikan dengan kondisi individu dan arahan tenaga kesehatan.
Untuk menjamin keaslian produk, Anda dapat membeli Produk Dami Sariwana melalui:
Belanja di toko resmi memberikan keamanan, keaslian produk, dan kemudahan dalam mendapatkan informasi maupun promo terbaru.
kesehatan Tidur
Kenali insomnia, penyebab susah tidur berkepanjangan, pilihan penanganan, dan tanda kapan kamu perlu mencari bantuan medis.
kesehatan Tidur
Sering susah tidur malam? Cek kebiasaan yang mungkin mengganggu tidur dan cara sederhana untuk memperbaikinya.
kesehatan Tidur
Kenali penyebab susah tidur dan kebiasaan sederhana yang bisa membantu kamu tidur lebih nyaman.
kesehatan Tidur
Badan capek belum tentu langsung bikin ngantuk. Kenali penyebab sulit tidur dan cara sederhana agar tidur lebih nyenyak.
kesehatan Tidur
Kenali penyebab susah tidur, pemicunya, cara mengatasi, dan tanda kapan perlu berkonsultasi dengan dokter.