Sakit Kepala Sebelah Kiri? Ketahui Penyebab dan Cara Mengatasinya
Keranjang 0+
Menu
21 Sep 2026 09:57 WIB

Sakit Kepala Sebelah Kiri? Ketahui Penyebab dan Cara Mengatasinya

Kenali penyebab sakit kepala di sisi kiri, cara meredakannya, dan tanda bahaya yang perlu diperiksa.

Sakit Kepala Sebelah Kiri? Ketahui Penyebab dan Cara Mengatasinya

Sakit kepala sebelah kiri dapat muncul karena banyak hal. Penyebab yang cukup sering adalah migrain, tetapi nyeri satu sisi juga dapat berkaitan dengan sakit kepala cluster, masalah pada leher, hingga gangguan pada area wajah, mata, gigi, atau sinus.

Lokasi nyeri di sebelah kiri saja sebenarnya belum cukup untuk mengetahui penyebabnya. Dokter biasanya juga melihat bagaimana rasa sakitnya, berapa lama berlangsung, seberapa sering muncul, serta apakah disertai mual, mata berair, demam, gangguan penglihatan, atau gejala lainnya.

Sebagian besar sakit kepala tidak disebabkan oleh kondisi berbahaya. Namun, sakit kepala yang muncul sangat mendadak, disertai kelemahan tubuh, gangguan bicara, penurunan kesadaran, atau demam berat membutuhkan pemeriksaan medis segera (NICE, 2025).

Simak Juga: 11 Cara Menjaga Kesehatan Otak agar Tetap Aktif dan Sehat

Sakit Kepala Sebelah Kiri Biasanya Disebabkan Apa?

Sakit Kepala Sebelah Kiri? Ketahui Penyebab dan Cara Mengatasinya

Sakit kepala sebelah kiri paling sering dapat berkaitan dengan migrain, terutama jika terasa berdenyut dan disertai mual atau sensitif terhadap cahaya dan suara. Penyebab lain bisa berupa sakit kepala cluster, gangguan pada leher, atau kondisi lain di sekitar kepala dan wajah.

Jadi, jangan hanya memperhatikan sisi kepala yang sakit. Karakter dan gejala lain yang menyertai nyeri justru lebih membantu untuk memperkirakan penyebabnya.

 

Penyebab Sakit Kepala Sebelah Kiri yang Perlu Diketahui

Ada beberapa kondisi yang dapat membuat rasa sakit lebih dominan di satu sisi kepala.

1. Migrain

Migrain merupakan salah satu penyebab yang paling khas dari sakit kepala sebelah kiri atau kanan.

Nyeri migrain biasanya terasa berdenyut dengan intensitas sedang hingga berat. Aktivitas sehari-hari seperti berjalan atau naik tangga juga dapat membuat rasa sakit terasa lebih mengganggu.

Selain nyeri kepala, migrain dapat disertai:

  • mual atau muntah,
  • lebih sensitif terhadap cahaya,
  • lebih sensitif terhadap suara,
  • keinginan untuk beristirahat di tempat gelap dan tenang.

Serangan migrain pada orang dewasa umumnya dapat berlangsung sekitar 4–72 jam jika tidak ditangani atau pengobatannya tidak berhasil. Nyeri dapat terjadi pada satu sisi maupun kedua sisi kepala (NICE, 2025; Nature Reviews Neurology, 2021).

Sebagian orang juga mengalami aura migrain sebelum atau selama serangan. Aura dapat berupa kilatan cahaya, garis pada penglihatan, kesemutan, mati rasa, atau gangguan bicara yang bersifat sementara.

2. Sakit Kepala Cluster

Jika sakit kepala sebelah kiri terasa sangat berat dan terutama berpusat di sekitar mata atau pelipis, salah satu kemungkinan yang perlu dipertimbangkan adalah sakit kepala cluster.

Sakit kepala ini biasanya hanya mengenai satu sisi kepala. Serangannya dapat berlangsung sekitar 15–180 menit dan dapat terjadi berulang kali dalam sehari.

Gejala yang dapat muncul pada sisi yang sama dengan sakit kepala antara lain:

  • mata merah,
  • mata berair,
  • hidung tersumbat atau berair,
  • kelopak mata membengkak atau turun,
  • wajah berkeringat,
  • rasa gelisah ketika serangan berlangsung.

Sakit kepala cluster berbeda dengan migrain. Orang dengan migrain sering ingin berbaring atau diam, sedangkan serangan cluster dapat membuat seseorang merasa sangat gelisah dan sulit diam (NICE, 2025; Cephalalgia, 2023).

Jika pola sakit kepala seperti ini berulang, sebaiknya lakukan pemeriksaan karena penanganannya berbeda dari sakit kepala biasa.

3. Sakit Kepala yang Berasal dari Leher

Masalah pada struktur leher juga dapat menimbulkan nyeri yang menjalar ke kepala. Kondisi ini dikenal sebagai cervicogenic headache, yaitu sakit kepala yang berkaitan dengan gangguan pada struktur leher.

Rasa sakit dapat dimulai dari bagian belakang kepala atau leher kemudian menjalar menuju pelipis, dahi, atau area sekitar mata.

Kemungkinan sakit kepala berasal dari leher lebih perlu dipertimbangkan jika:

  • nyeri muncul bersama sakit atau kaku leher,
  • gerakan leher terbatas,
  • posisi atau gerakan tertentu memperparah sakit kepala,
  • nyeri lebih sering muncul pada satu sisi.

Namun, sakit leher tidak otomatis berarti cervicogenic headache. Kelainan pada tulang atau jaringan leher juga cukup sering ditemukan pada orang yang tidak memiliki sakit kepala. Karena itu, penyebabnya tetap perlu dinilai berdasarkan keseluruhan gejala (ICHD-3).

4. Sakit Kepala Tegang

Sakit kepala tegang atau tension-type headache biasanya terasa seperti kepala ditekan atau diikat.

Berbeda dari migrain, sakit kepala jenis ini lebih sering terjadi pada kedua sisi kepala dan biasanya tidak berdenyut. Intensitasnya juga cenderung ringan sampai sedang.

Meski begitu, beberapa orang dapat merasa nyerinya lebih dominan pada satu area.

Stres, kurang tidur, kelelahan, atau ketegangan otot dapat membuat keluhan sakit kepala semakin mudah muncul.

Jika sakit kepala sebelah kiri terasa seperti tekanan, tidak terlalu berat, dan tidak disertai mual berat atau gangguan aktivitas yang signifikan, sakit kepala tegang dapat menjadi salah satu kemungkinan.

Apakah Sinus Bisa Menyebabkan Sakit Kepala Sebelah Kiri?

Bisa, tetapi tidak semua sakit kepala di sekitar dahi atau wajah disebabkan oleh sinus.

Gangguan pada hidung atau sinus dapat menimbulkan sakit kepala jika memang ada masalah seperti rhinosinusitis yang mendasarinya. Biasanya terdapat gejala lain, misalnya hidung tersumbat, cairan hidung, tekanan pada wajah, atau tanda infeksi.

International Classification of Headache Disorders bahkan menyebut istilah “sinus headache” sering digunakan terlalu luas. Nyeri di area sinus juga dapat berasal dari jenis sakit kepala lain, termasuk migrain (ICHD-3).

Karena itu, sakit kepala sebelah kiri di sekitar mata atau dahi tidak otomatis berarti sinusitis.

Bisakah Masalah Mata atau Gigi Menyebabkan Sakit Kepala?

Masalah pada struktur di sekitar kepala juga dapat menyebabkan nyeri yang terasa seperti sakit kepala.

Beberapa gangguan pada mata, gigi, rahang, hidung, sinus, atau struktur wajah dapat menimbulkan sakit kepala sekunder. Namun, perlu ada hubungan yang cukup jelas antara gangguan tersebut dan munculnya nyeri kepala.

Misalnya, nyeri gigi yang berat dapat menjalar ke area kepala atau wajah. Gangguan sendi rahang juga dapat menimbulkan sakit di sekitar pelipis.

Keluhan mata tertentu juga perlu diperhatikan. Sakit kepala berat yang disertai mata sangat nyeri, merah, penglihatan kabur, atau melihat lingkaran cahaya sebaiknya segera diperiksa karena beberapa gangguan mata membutuhkan penanganan cepat (NICE, 2025).

Kurang Tidur dan Stres Bisa Memicu Sakit Kepala Sebelah Kiri?

Bisa menjadi pemicu, terutama pada orang yang memang mudah mengalami migrain atau sakit kepala berulang.

Kurang tidur, pola tidur yang berubah, stres, terlambat makan, atau perubahan rutinitas dapat berkaitan dengan munculnya serangan pada sebagian orang.

Namun, bukan berarti faktor-faktor tersebut secara khusus menyebabkan sisi kiri kepala menjadi sakit.

Pada migrain, mengenali pola pribadi sering kali lebih bermanfaat daripada mencoba menghindari semua hal yang dianggap sebagai pemicu. Beberapa hal yang dianggap sebagai trigger bahkan dapat sebenarnya merupakan tanda awal bahwa serangan migrain sudah mulai berkembang (Nature Reviews Neurology, 2021).

Cara Mengatasi Sakit Kepala Sebelah Kiri

Penanganan sakit kepala sebelah kiri sebaiknya disesuaikan dengan penyebabnya. Namun, beberapa langkah sederhana dapat dicoba terlebih dahulu jika keluhan ringan dan tidak ada tanda bahaya.

Istirahat di Tempat yang Nyaman

Jika nyeri menyerupai migrain, coba kurangi aktivitas dan beristirahat di tempat yang tenang.

Cahaya terang dan suara dapat terasa sangat mengganggu pada sebagian orang dengan migrain. Meredupkan lampu atau mengurangi paparan layar juga dapat membuat kondisi lebih nyaman.

Cukupi Cairan

Kurang minum dapat membuat tubuh terasa kurang nyaman dan pada sebagian orang dapat berkaitan dengan sakit kepala.

Minumlah air secara cukup sepanjang hari. Jangan menunggu sampai merasa sangat haus.

Jangan Terlambat Makan

Usahakan memiliki jadwal makan yang cukup teratur.

Jika kamu menyadari sakit kepala sering muncul setelah melewatkan waktu makan, catat pola tersebut. Informasi seperti ini dapat membantu mengetahui pemicu yang mungkin berperan.

Perbaiki Pola Tidur

Tidur terlalu sedikit maupun perubahan pola tidur dapat membuat sebagian orang lebih mudah mengalami sakit kepala.

Usahakan memiliki jadwal tidur dan bangun yang relatif konsisten, termasuk saat akhir pekan.

Gunakan Kompres Bila Membantu

Sebagian orang merasa lebih nyaman menggunakan kompres dingin pada area kepala yang sakit. Sementara itu, rasa kaku pada leher mungkin terasa lebih nyaman dengan kompres hangat.

Pilih yang terasa paling nyaman karena respons setiap orang dapat berbeda.

Bolehkah Minum Obat Pereda Nyeri?

Pada beberapa jenis sakit kepala, obat seperti paracetamol atau obat antiinflamasi nonsteroid atau NSAID dapat digunakan untuk meredakan serangan.

Untuk migrain, guideline NICE juga memasukkan NSAID, paracetamol, dan obat khusus migrain seperti triptan sebagai bagian dari pilihan terapi akut sesuai kondisi pasien. Triptan biasanya digunakan berdasarkan evaluasi dan arahan tenaga kesehatan (NICE, 2025).

Obat tidak cocok untuk semua orang. NSAID, misalnya, perlu digunakan dengan hati-hati pada orang dengan kondisi tertentu seperti gangguan lambung, ginjal, penggunaan obat tertentu, atau kehamilan.

Karena itu, selalu ikuti petunjuk penggunaan obat dan konsultasikan dengan dokter atau apoteker jika memiliki penyakit tertentu, sedang hamil, atau sedang menggunakan obat rutin.

Jangan Terlalu Sering Menggunakan Obat Sakit Kepala

Mengonsumsi obat pereda sakit kepala terlalu sering justru dapat membuat sakit kepala menjadi lebih sering.

Kondisi ini disebut medication-overuse headache atau sakit kepala akibat penggunaan obat berlebihan.

NICE menyarankan agar kondisi ini dipertimbangkan apabila sakit kepala muncul atau memburuk pada orang yang menggunakan obat akut tertentu secara rutin selama tiga bulan atau lebih. Batas jumlah hari berbeda berdasarkan jenis obat yang digunakan (NICE, 2025).

Jika kamu semakin sering membutuhkan obat sakit kepala, sebaiknya jangan terus menambah frekuensi pemakaian sendiri. Periksakan diri untuk mengetahui penyebab dan pilihan penanganan yang lebih tepat.

Kapan Sakit Kepala Sebelah Kiri Harus Diperiksakan ke Dokter?

Tidak semua sakit kepala sebelah kiri membutuhkan pemeriksaan darurat. Namun, jangan menunda pemeriksaan jika pola sakit kepala baru, semakin sering, semakin berat, atau berbeda dari biasanya.

Segera cari pertolongan medis jika sakit kepala:

  • muncul sangat mendadak dan mencapai intensitas berat dalam beberapa menit,
  • disertai kelemahan atau mati rasa pada anggota tubuh,
  • disertai kesulitan berbicara,
  • menyebabkan kebingungan atau penurunan kesadaran,
  • muncul setelah cedera kepala,
  • disertai demam dan semakin berat,
  • dipicu batuk, bersin, mengejan, atau aktivitas fisik,
  • berubah secara signifikan dari pola sakit kepala sebelumnya,
  • disertai gangguan penglihatan yang baru,
  • disertai muntah tanpa penyebab yang jelas.

Tanda-tanda tersebut digunakan dalam penilaian sakit kepala karena dapat meningkatkan kecurigaan terhadap penyebab sekunder yang membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut (NICE, 2025; Neurology, 2019).

Sakit kepala yang muncul mendadak dan sangat berat terutama jangan ditunggu sampai hilang sendiri.

Perlukah CT Scan atau MRI?

Tidak semua orang dengan sakit kepala sebelah kiri membutuhkan CT scan atau MRI.

Pada sakit kepala dengan pola khas migrain atau sakit kepala primer lain dan tanpa tanda bahaya, pemeriksaan pencitraan otak biasanya tidak dilakukan hanya untuk memastikan bahwa semuanya normal.

Pemeriksaan lebih lanjut lebih dipertimbangkan ketika terdapat tanda yang mengarah pada kemungkinan sakit kepala sekunder, misalnya gejala saraf baru, perubahan pola sakit kepala, cedera kepala, atau onset mendadak (NICE, 2025; Nature Reviews Neurology, 2021).

Dokter akan menentukan kebutuhan pemeriksaan berdasarkan riwayat keluhan dan pemeriksaan fisik.

Catat Pola Sakit Kepala

Jika sakit kepala sebelah kiri sering kembali, coba membuat headache diary atau catatan sakit kepala.

Catat:

  • tanggal dan waktu serangan,
  • lokasi nyeri,
  • lamanya sakit kepala,
  • tingkat keparahan,
  • gejala lain yang muncul,
  • obat yang digunakan,
  • aktivitas sebelum sakit kepala,
  • pola tidur,
  • menstruasi jika relevan.

NICE merekomendasikan catatan sakit kepala sebagai salah satu cara membantu proses diagnosis dan memantau hasil penanganan.

Catatan sederhana ini juga dapat membuat konsultasi dengan dokter menjadi lebih efektif.

Kesimpulan

Sakit kepala sebelah kiri tidak selalu menandakan masalah yang berbahaya. Salah satu penyebab yang paling khas adalah migrain, terutama jika nyeri berdenyut dan disertai mual atau sensitif terhadap cahaya dan suara.

Penyebab lain dapat berupa sakit kepala cluster, sakit kepala yang berkaitan dengan leher, sakit kepala tegang, atau gangguan pada area mata, sinus, gigi, dan rahang.

Untuk mengetahui penyebabnya, perhatikan bukan hanya lokasi nyeri, tetapi juga karakter sakit, durasi, frekuensi, pemicu, dan gejala yang menyertainya.

Jika sakit kepala muncul sangat mendadak, disertai gangguan saraf, penurunan kesadaran, demam berat, cedera kepala, atau perubahan pola yang signifikan, segera cari pertolongan medis.

FAQ

Apakah sakit kepala sebelah kiri berbahaya?

Tidak selalu. Sakit kepala sebelah kiri sering berkaitan dengan sakit kepala primer seperti migrain. Namun, keluhan yang sangat mendadak, semakin berat, atau disertai gangguan saraf perlu segera diperiksa.

Sakit kepala sebelah kiri berdenyut tanda apa?

Nyeri satu sisi yang berdenyut cukup khas pada migrain, terutama jika disertai mual, muntah, atau sensitif terhadap cahaya dan suara. Namun, diagnosis tetap membutuhkan penilaian terhadap seluruh pola gejala.

Kenapa sakit kepala sebelah kiri sampai ke mata?

Migrain dan sakit kepala cluster dapat menimbulkan nyeri di sekitar mata. Cluster headache biasanya sangat berat dan dapat disertai mata merah atau berair serta hidung tersumbat pada sisi yang sama.

Apakah kurang tidur menyebabkan sakit kepala sebelah kiri?

Kurang tidur dapat menjadi salah satu pemicu sakit kepala pada sebagian orang, termasuk migrain. Namun, kurang tidur tidak secara khusus menyebabkan rasa sakit hanya di sisi kiri.

Kenapa sakit kepala sebelah kiri sering kambuh?

Sakit kepala berulang dapat berkaitan dengan migrain atau jenis sakit kepala primer lainnya. Pola tidur, stres, perubahan rutinitas, dan penggunaan obat sakit kepala yang terlalu sering juga dapat berperan.

Apakah sakit kepala sebelah kiri bisa karena tekanan darah tinggi?

Tekanan darah tinggi ringan sampai sedang biasanya tidak menimbulkan gejala yang khas hanya berupa sakit kepala sebelah kiri. Jika tekanan darah sangat tinggi disertai sakit kepala berat atau gejala lain, kondisi tersebut membutuhkan evaluasi medis segera.

Kapan sakit kepala sebelah kiri harus dibawa ke IGD?

Cari pertolongan darurat jika sakit kepala muncul tiba-tiba dan sangat berat, atau disertai kelemahan tubuh, kesulitan bicara, kebingungan, pingsan, kejang, gangguan penglihatan baru, atau gejala serius lainnya.

Referensi Ilmiah

  1. National Institute for Health and Care Excellence (NICE). 2025. Headaches in over 12s: diagnosis and management. NICE Clinical Guideline CG150.
  2. Eigenbrodt AK, Ashina H, Khan S, et al. 2021. Diagnosis and management of migraine in ten steps. Nature Reviews Neurology. 17:501–514. DOI: 10.1038/s41582-021-00509-5.
  3. International Headache Society. 1.1 Migraine without aura. International Classification of Headache Disorders, 3rd edition (ICHD-3).
  4. International Headache Society. 11.2.1 Cervicogenic headache. International Classification of Headache Disorders, 3rd edition (ICHD-3).
  5. Kim SA, Choi SY, Youn MS, Pozo-Rosich P, Lee MJ. 2023. Epidemiology, burden and clinical spectrum of cluster headache: a global update. Cephalalgia. 43(9). DOI: 10.1177/03331024231201577.
  6. Do TP, Remmers A, Schytz HW, et al. 2019. Red and orange flags for secondary headaches in clinical practice: SNNOOP10 list. Neurology. 92(3):134–144. DOI: 10.1212/WNL.0000000000006697.
  7. May A, Schwedt TJ, Magis D, et al. 2018. Cluster headache. Nature Reviews Disease Primers. 4:18006. DOI: 10.1038/nrdp.2018.6.
  8. International Headache Society. 11.5 Headache attributed to disorder of the nose or paranasal sinuses. International Classification of Headache Disorders, 3rd edition (ICHD-3).

Dapatkan Dami Sariwana di Official Store

Untuk menjamin keaslian produk, Anda dapat membeli Produk Dami Sariwana melalui:

Belanja di toko resmi memberikan keamanan, keaslian produk, dan kemudahan dalam mendapatkan informasi maupun promo terbaru.