Sakit Kepala Bagian Depan? Ketahui Penyebab dan Gejala yang Perlu Diwaspadai
Keranjang 0+
Menu
21 Sep 2026 12:18 WIB

Sakit Kepala Bagian Depan? Ketahui Penyebab dan Gejala yang Perlu Diwaspadai

Kenali penyebab sakit kepala bagian depan, gejala penyerta, cara meredakan, dan kapan perlu ke dokter.

Sakit Kepala Bagian Depan? Ketahui Penyebab dan Gejala yang Perlu Diwaspadai

Sakit kepala bagian depan dapat terasa di dahi, sekitar alis, pelipis, atau bagian depan kepala. Penyebabnya beragam, mulai dari sakit kepala tipe tegang, migrain, mata lelah karena menatap layar terlalu lama, hingga gangguan pada sinus.

Lokasi nyeri memang bisa memberikan petunjuk, tetapi tidak cukup untuk menentukan penyebabnya. Pola nyeri dan gejala lain yang muncul bersamaan justru lebih penting. Nyeri yang terasa seperti kepala ditekan, misalnya, memiliki pola berbeda dengan sakit berdenyut yang disertai mual atau sensitif terhadap cahaya.

Sebagian besar sakit kepala tidak berhubungan dengan penyakit berbahaya. Namun, sakit kepala yang muncul sangat mendadak, disertai gangguan saraf, demam tinggi, leher kaku, atau perubahan penglihatan perlu mendapatkan pemeriksaan medis segera (NICE, 2025; American Family Physician, 2022).

Simak Juga: 11 Cara Menjaga Kesehatan Otak agar Tetap Aktif dan Sehat

Kenapa Sakit Kepala Bisa Terasa di Bagian Depan?

Sakit Kepala Bagian Depan? Ketahui Penyebab dan Gejala yang Perlu Diwaspadai

Sakit kepala bagian depan bukanlah satu jenis penyakit tertentu. Nyeri di area ini dapat berasal dari beberapa jenis sakit kepala maupun kondisi lain yang memengaruhi mata, sinus, pola tidur, atau aktivitas sehari-hari.

Dahi dan bagian depan kepala memiliki jaringan saraf yang dapat ikut merasakan nyeri dari berbagai struktur di kepala dan wajah. Karena itu, dua orang yang sama-sama mengalami nyeri di dahi belum tentu mempunyai penyebab yang sama.

Hal yang perlu diperhatikan bukan hanya lokasi sakitnya, tetapi juga apakah nyeri terasa menekan atau berdenyut, terjadi di satu atau kedua sisi, berapa lama berlangsung, serta apakah disertai mual, hidung tersumbat, mata merah, atau gangguan penglihatan.

7 Penyebab Sakit Kepala Bagian Depan yang Perlu Diketahui

1. Sakit Kepala Tipe Tegang

Sakit kepala tipe tegang atau tension-type headache merupakan salah satu penyebab yang sering menimbulkan rasa tidak nyaman pada dahi dan sekitar kepala.

Rasanya biasanya seperti kepala ditekan, diikat, atau diremas. Nyeri umumnya ringan sampai sedang dan dapat terasa pada kedua sisi kepala. Berbeda dengan migrain, aktivitas seperti berjalan atau naik tangga biasanya tidak membuat sakit jauh lebih berat.

Sakit kepala tipe tegang juga dapat disertai rasa kaku atau tidak nyaman pada leher dan bahu. Stres, kelelahan, serta pola tidur yang kurang baik sering dilaporkan sebagai pemicu pada sebagian orang.

Klasifikasi International Headache Society menggambarkan sakit kepala tipe tegang sebagai nyeri yang umumnya menekan atau mengencang, tidak berdenyut, dan tidak semakin berat karena aktivitas sehari-hari (ICHD-3, 2018).

2. Migrain

Migrain tidak selalu terasa hanya pada sisi belakang atau samping kepala. Nyeri migrain juga sering melibatkan bagian depan hingga pelipis.

Sakitnya biasanya berdenyut dan dapat terasa pada satu sisi maupun kedua sisi kepala. Intensitasnya cenderung sedang sampai berat dan sering bertambah saat melakukan aktivitas.

Migrain juga dapat disertai mual, muntah, serta sensitivitas terhadap cahaya dan suara. Sebagian orang mengalami aura sebelum atau selama migrain, misalnya melihat kilatan cahaya, garis tertentu, kesemutan, atau gangguan bicara sementara.

International Classification of Headache Disorders menyebutkan bahwa nyeri migrain sering berada pada area frontotemporal, yaitu sekitar dahi dan pelipis. Serangan migrain tanpa pengobatan dapat berlangsung sekitar 4–72 jam pada orang dewasa (ICHD-3, 2018).

3. Sinusitis atau Gangguan pada Sinus

Sinus berada di beberapa bagian wajah, termasuk di sekitar dahi, hidung, dan pipi. Ketika sinus mengalami peradangan, sebagian orang dapat merasakan tekanan atau nyeri pada wajah dan bagian depan kepala.

Namun, tidak semua sakit kepala di dahi yang disertai hidung tersumbat berarti sinusitis.

Pedoman sinusitis terbaru menekankan bahwa rhinosinusitis akut biasanya melibatkan cairan hidung kental atau bernanah yang disertai hidung tersumbat dan/atau rasa sakit atau tekanan pada wajah. Pada infeksi bakteri, gejala dapat bertahan setidaknya sekitar 10 hari tanpa membaik atau memburuk kembali setelah sebelumnya sempat membaik (AAO-HNSF, 2025).

Menariknya, keluhan yang sering dianggap sebagai “sinus headache” sebenarnya cukup sering berkaitan dengan migrain. Review medis juga menunjukkan bahwa nyeri di area sinus tanpa tanda peradangan sinus yang jelas perlu dipertimbangkan sebagai kemungkinan sakit kepala primer, terutama migrain (Current Neurology and Neuroscience Reports, 2021).

4. Mata Lelah Karena Menatap Layar

Bekerja di depan laptop atau menggunakan ponsel selama berjam-jam dapat membuat mata terasa lelah. Kondisi ini dikenal sebagai digital eye strain.

Keluhannya dapat berupa mata kering, terasa panas, pandangan kabur, nyeri leher, hingga sakit kepala bagian depan. Mata harus terus melakukan fokus jarak dekat ketika melihat layar sehingga sistem penglihatan bekerja lebih lama.

Frekuensi berkedip juga dapat berkurang saat menggunakan perangkat digital. Akibatnya, permukaan mata lebih mudah kering dan tidak nyaman.

Review mengenai digital eye strain menunjukkan bahwa sakit kepala termasuk salah satu gejala yang dapat menyertai penggunaan layar dalam waktu lama, bersama mata kering, penglihatan kabur, serta ketegangan leher dan bahu (Clinical Optometry, 2026).

5. Kurang Tidur, Stres, dan Kelelahan

Kurang tidur dapat membuat tubuh terasa lelah sekaligus memengaruhi munculnya sakit kepala pada orang yang rentan.

Stres juga sering dikaitkan dengan sakit kepala tipe tegang maupun migrain. Saat stres, otot di sekitar leher, bahu, kepala, dan wajah dapat terasa lebih tegang. Pada orang dengan migrain, perubahan pola tidur atau stres juga dapat menjadi pemicu serangan.

Karena respons setiap orang berbeda, mencatat aktivitas sebelum sakit kepala muncul dapat membantu menemukan pola pemicunya.

6. Kurang Minum atau Terlambat Makan

Kurang cairan dapat memicu sakit kepala pada sebagian orang. Begitu juga kebiasaan melewatkan makan, terutama jika hal tersebut membuat tubuh terasa lemas atau menurunkan kenyamanan tubuh secara keseluruhan.

Namun, penyebab sakit kepala biasanya tidak berdiri sendiri. Kurang minum dapat terjadi bersamaan dengan kurang tidur, cuaca panas, aktivitas fisik, atau konsumsi kafein sehingga pemicunya sulit ditentukan hanya dari satu faktor.

Jika sakit kepala bagian depan sering muncul ketika Anda belum makan atau kurang minum, cobalah memperbaiki pola makan dan hidrasi sambil memperhatikan apakah keluhan ikut berkurang.

7. Cluster Headache

Cluster headache lebih jarang terjadi dibandingkan migrain dan sakit kepala tipe tegang, tetapi dapat menyebabkan nyeri yang sangat berat.

Nyeri biasanya hanya terjadi pada satu sisi, terutama di sekitar atau di atas mata hingga pelipis. Pada sisi yang sama dapat muncul mata merah dan berair, hidung tersumbat atau berair, kelopak mata membengkak, atau wajah berkeringat.

Serangannya biasanya berlangsung sekitar 15–180 menit dan dapat terjadi beberapa kali dalam sehari. Penderitanya juga sering merasa sangat gelisah selama serangan berlangsung (NICE, 2025).

Bagaimana Membedakan Sakit Kepala Tegang, Migrain, dan Sinusitis?

Sakit kepala tipe tegang biasanya terasa seperti ditekan atau diikat. Nyeri sering muncul pada kedua sisi dan tidak terlalu dipengaruhi aktivitas fisik.

Migrain lebih sering terasa berdenyut dengan intensitas sedang sampai berat. Beraktivitas dapat memperburuk sakit dan biasanya ada gejala lain seperti mual, sensitif terhadap cahaya, atau sensitif terhadap suara.

Sementara itu, sinusitis lebih patut dipertimbangkan jika terdapat gejala hidung yang jelas, seperti cairan hidung kental atau bernanah dan hidung tersumbat yang disertai rasa penuh atau tekanan pada wajah.

Artinya, sakit kepala bagian depan yang terasa di sekitar alis tidak otomatis berarti sinusitis.

Apakah Sakit Kepala Bagian Depan Bisa Karena Terlalu Lama Melihat HP?

Bisa. Penggunaan ponsel, laptop, atau layar digital dalam waktu lama dapat menyebabkan digital eye strain.

Selain membuat mata lelah, posisi tubuh ketika melihat layar dapat menyebabkan ketegangan pada leher dan bahu. Kombinasi ketegangan otot, fokus mata yang lama, mata kering, dan kelelahan dapat memicu rasa tidak nyaman atau sakit kepala.

Cobalah beristirahat dari layar secara berkala. Alihkan pandangan ke objek yang lebih jauh, sering berkedip, perbaiki posisi layar, dan pastikan pencahayaan ruangan cukup nyaman.

Jika sakit kepala selalu muncul ketika membaca atau melihat layar dan disertai pandangan kabur, pemeriksaan mata dapat membantu mengetahui apakah terdapat gangguan penglihatan yang belum terkoreksi.

Cara Membantu Meredakan Sakit Kepala Bagian Depan

Penanganannya tergantung penyebab. Untuk sakit kepala ringan tanpa tanda bahaya, beberapa langkah sederhana dapat membantu:

  1. Cukupi kebutuhan cairan sepanjang hari.
  2. Jangan melewatkan waktu makan.
  3. Istirahat dan usahakan jadwal tidur lebih teratur.
  4. Kurangi penggunaan layar sementara jika mata terasa lelah.
  5. Atur posisi duduk agar leher dan bahu tidak terus menegang.
  6. Lakukan relaksasi ringan jika sakit kepala berkaitan dengan stres.
  7. Catat waktu, durasi, gejala, dan kemungkinan pemicu sakit kepala.

Obat pereda nyeri seperti paracetamol atau obat antiinflamasi nonsteroid tertentu dapat digunakan untuk beberapa jenis sakit kepala sesuai petunjuk pada kemasan dan kondisi kesehatan masing-masing. Jika memiliki penyakit tertentu, sedang hamil, minum obat rutin, atau tidak yakin obat mana yang aman, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter atau apoteker.

Hindari kebiasaan terlalu sering menggunakan obat sakit kepala tanpa evaluasi. Penggunaan obat akut secara berlebihan justru dapat menyebabkan medication-overuse headache atau sakit kepala akibat penggunaan obat berlebih.

ICHD-3, misalnya, memasukkan penggunaan analgesik non-opioid seperti paracetamol atau NSAID pada 15 hari atau lebih per bulan selama lebih dari tiga bulan sebagai salah satu pola penggunaan yang dapat berkaitan dengan medication-overuse headache pada orang yang sebelumnya memiliki gangguan sakit kepala (ICHD-3, 2018).

Kapan Sakit Kepala Bagian Depan Perlu Diwaspadai?

Kebanyakan sakit kepala memang bukan kondisi berbahaya. Meski begitu, pola tertentu memerlukan pemeriksaan lebih cepat karena dapat menandakan penyebab lain yang lebih serius.

Segera cari pertolongan medis jika sakit kepala:

  • muncul tiba-tiba dan mencapai intensitas sangat berat dalam hitungan menit;
  • disertai kelemahan atau mati rasa pada wajah, tangan, atau kaki;
  • disertai kesulitan berbicara, berjalan, mengingat, atau menjaga keseimbangan;
  • disertai penurunan kesadaran, kebingungan, atau kejang;
  • terjadi bersama demam tinggi dan leher kaku;
  • disertai kehilangan penglihatan atau perubahan penglihatan yang tiba-tiba;
  • disertai mata yang sangat sakit atau merah dengan gangguan penglihatan;
  • muncul setelah cedera kepala yang cukup berat;
  • merupakan sakit kepala baru dengan pola yang terus memburuk;
  • muncul saat hamil atau setelah melahirkan dan terasa berat atau berbeda dari biasanya.

Sakit kepala baru pada usia lebih dari 50 tahun, terutama jika disertai nyeri rahang saat mengunyah, kulit kepala terasa sangat sensitif, atau gangguan penglihatan, juga perlu diperiksa.

Guideline NICE dan pendekatan diagnostik American Family Physician menekankan pentingnya mengevaluasi sakit kepala mendadak yang sangat berat, demam, gangguan saraf baru, perubahan kesadaran, serta gejala lain yang mengarah pada penyebab sekunder (NICE, 2025; American Family Physician, 2022).

Baca Juga: 11 Cara Mengatasi Sakit Kepala yang Cepat dan Efektif

Kapan Sebaiknya Berkonsultasi dengan Dokter?

Pertimbangkan berkonsultasi jika sakit kepala bagian depan terus berulang, semakin sering, semakin berat, atau mulai mengganggu pekerjaan, sekolah, tidur, maupun aktivitas sehari-hari.

Pemeriksaan juga sebaiknya dilakukan jika pola sakit kepala berubah dari biasanya atau Anda perlu menggunakan obat pereda nyeri semakin sering.

Dokter biasanya akan menilai lokasi nyeri, sifat sakit, durasi, frekuensi, pemicu, obat yang digunakan, dan gejala lain yang menyertainya.

Membuat headache diary dapat membantu. Catat kapan sakit kepala muncul, berapa lama berlangsung, bagian kepala yang sakit, tingkat nyeri, gejala lain, konsumsi obat, jadwal tidur, menstruasi jika relevan, serta aktivitas sebelum keluhan muncul. NICE juga merekomendasikan headache diary untuk membantu menilai pola dan respons terhadap penanganan sakit kepala.

Kesimpulan

Sakit kepala bagian depan dapat disebabkan oleh banyak hal. Penyebab yang umum antara lain sakit kepala tipe tegang, migrain, mata lelah, gangguan sinus, stres, kurang tidur, dan beberapa pemicu gaya hidup.

Jangan menentukan penyebab hanya dari lokasi nyeri. Perhatikan apakah sakit terasa menekan atau berdenyut, terjadi pada satu atau kedua sisi, serta apakah ada mual, sensitivitas terhadap cahaya, hidung tersumbat, mata merah, atau gangguan penglihatan.

Keluhan ringan sering dapat membaik dengan istirahat, hidrasi, pola makan teratur, mengurangi paparan layar, dan mengelola pemicu. Namun, sakit kepala bagian depan yang sangat mendadak, berbeda dari biasanya, semakin berat, atau disertai gejala saraf membutuhkan pemeriksaan medis segera.

FAQ Sakit Kepala Bagian Depan

Apa penyebab paling umum sakit kepala bagian depan?

Beberapa penyebab yang sering dipertimbangkan adalah sakit kepala tipe tegang dan migrain. Mata lelah, kurang tidur, stres, serta gangguan sinus juga dapat menyebabkan atau memicu nyeri di area depan kepala.

Sakit kepala bagian depan dan sekitar mata tanda apa?

Nyeri di sekitar dahi dan mata dapat muncul pada migrain, mata lelah, cluster headache, maupun gangguan sinus. Gejala penyerta seperti mata merah, mual, sensitif terhadap cahaya, hidung tersumbat, atau perubahan penglihatan dapat membantu membedakannya.

Apakah sakit kepala bagian depan berarti sinusitis?

Tidak selalu. Sinusitis biasanya disertai gejala hidung yang lebih jelas seperti cairan hidung kental atau bernanah dan hidung tersumbat. Banyak keluhan yang dianggap sebagai “sinus headache” ternyata dapat berkaitan dengan migrain.

Apakah kurang tidur bisa menyebabkan sakit kepala di dahi?

Kurang tidur dapat menjadi pemicu sakit kepala pada sebagian orang, terutama pada mereka yang mudah mengalami migrain atau sakit kepala tipe tegang. Menjaga waktu tidur dan bangun lebih teratur dapat membantu mengenali apakah tidur berpengaruh terhadap keluhan.

Apakah terlalu lama melihat HP dapat menyebabkan sakit kepala bagian depan?

Bisa. Penggunaan layar dalam waktu lama dapat menyebabkan digital eye strain yang dapat disertai sakit kepala, mata kering, pandangan kabur, serta ketegangan leher dan bahu. Beristirahat dari layar secara berkala dapat membantu mengurangi ketegangan.

Kapan sakit kepala di bagian depan dianggap berbahaya?

Waspadai sakit kepala yang muncul sangat mendadak dan berat atau disertai kelemahan tubuh, gangguan bicara, kejang, kebingungan, demam tinggi dan leher kaku, atau kehilangan penglihatan. Kondisi tersebut perlu mendapatkan penilaian medis segera.

Referensi Ilmiah

  1. National Institute for Health and Care Excellence (NICE). 2025. Headaches in over 12s: diagnosis and management (CG150). Last updated 3 June 2025. NICE Headache Guideline
  2. Headache Classification Committee of the International Headache Society (IHS). 2018. The International Classification of Headache Disorders, 3rd edition. Cephalalgia. 38(1):1–211. DOI: 10.1177/0333102417738202.
  3. Viera AJ, Antono B. 2022. Acute Headache in Adults: A Diagnostic Approach. American Family Physician. 106(3):260–268. American Family Physician
  4. Payne SC, McKenna M, Buckley J, et al. 2025. Clinical Practice Guideline: Adult Sinusitis Update. Otolaryngology–Head and Neck Surgery. 173 Suppl 1:S1–S56. DOI: 10.1002/ohn.1344.
  5. Robblee J, Secora KA. 2021. Debunking Myths: Sinus Headache. Current Neurology and Neuroscience Reports. 21(8):42. DOI: 10.1007/s11910-021-01127-w.
  6. Manna P. 2026. From the Ocular Surface to Neurophysiology: An Integrative Review of Digital Eye Strain. Clinical Optometry. 18:586750. DOI: 10.2147/OPTO.S586750.

Dapatkan Dami Sariwana di Official Store

Untuk menjamin keaslian produk, Anda dapat membeli Produk Dami Sariwana melalui:

Belanja di toko resmi memberikan keamanan, keaslian produk, dan kemudahan dalam mendapatkan informasi maupun promo terbaru.