Sakit Kepala Bagian Belakang? Ini Penyebab, Penanganan, dan Pencegahannya
Keranjang 0+
Menu
21 Sep 2026 09:45 WIB

Sakit Kepala Bagian Belakang? Ini Penyebab, Penanganan, dan Pencegahannya

Kenali penyebab sakit kepala belakang, cara meredakan, pencegahan, dan kapan perlu ke dokter.

Sakit Kepala Bagian Belakang? Ini Penyebab, Penanganan, dan Pencegahannya

Sakit kepala bagian belakang bisa terasa seperti ditekan, ditarik, berdenyut, atau bahkan seperti tersengat dari leher menuju kepala. Kondisi ini dapat berhubungan dengan ketegangan otot, sakit kepala tipe tegang, gangguan pada leher, migrain, hingga iritasi saraf di belakang kepala.

Sebagian sakit kepala bagian belakang memang tidak berbahaya dan dapat membaik dengan istirahat. Namun, kamu perlu lebih waspada jika nyeri muncul sangat mendadak, sangat berat, terjadi setelah cedera kepala, atau disertai kelemahan anggota tubuh, gangguan bicara, demam tinggi, penurunan kesadaran, maupun gangguan penglihatan.

Simak Juga: 11 Cara Menjaga Kesehatan Otak agar Tetap Aktif dan Sehat

Lokasi nyeri saja belum cukup untuk menentukan penyebab sakit kepala. Dokter biasanya juga melihat karakter nyeri, durasi, pemicu, gejala penyerta, hingga kondisi leher untuk mengetahui kemungkinan penyebabnya.

Apa Penyebab Sakit Kepala Bagian Belakang?

Sakit Kepala Bagian Belakang? Ini Penyebab, Penanganan, dan Pencegahannya

Sakit kepala bagian belakang dapat disebabkan oleh ketegangan otot kepala dan leher, sakit kepala tipe tegang, gangguan pada struktur leher atau cervicogenic headache, neuralgia oksipital, hingga migrain. Dalam kondisi tertentu, sakit kepala berat juga dapat muncul bersama tekanan darah yang sangat tinggi atau penyakit lain yang membutuhkan pemeriksaan segera.

Supaya lebih mudah membedakannya, berikut beberapa penyebab yang perlu kamu ketahui.

1. Sakit Kepala Tipe Tegang

Sakit Kepala Bagian Belakang? Ini Penyebab, Penanganan, dan Pencegahannya

Sumber: https://www.mountelizabeth.com.sg/id/conditions-diseases/tension-headache

Sakit kepala tipe tegang atau tension-type headache merupakan salah satu jenis sakit kepala primer yang paling umum.

Nyeri biasanya terasa seperti kepala ditekan atau diikat. Rasa sakit dapat muncul di kedua sisi kepala dan terkadang terasa hingga bagian belakang kepala atau tengkuk.

Sakit kepala tipe tegang biasanya tidak terasa berdenyut kuat. Intensitasnya cenderung ringan sampai sedang dan aktivitas sehari-hari umumnya tidak membuat nyeri meningkat secara drastis.

Ketegangan otot di sekitar kepala dan leher juga dapat menyertai kondisi ini. Duduk dalam posisi yang sama terlalu lama, bekerja di depan komputer, kurang tidur, atau stres dapat membuat area leher dan kepala terasa lebih tegang pada sebagian orang.

Kriteria internasional membedakan sakit kepala tipe tegang dari migrain melalui beberapa karakteristik, seperti nyeri yang terasa menekan, biasanya tidak berdenyut, dan tidak memburuk secara signifikan saat melakukan aktivitas rutin (International Headache Society, 2018).

2. Nyeri yang Berasal dari Leher

Sakit Kepala Bagian Belakang? Ini Penyebab, Penanganan, dan Pencegahannya

Sakit kepala bagian belakang yang disertai nyeri leher bisa berhubungan dengan cervicogenic headache.

Cervicogenic headache adalah sakit kepala yang berasal dari gangguan pada struktur leher. Nyeri dapat bermula dari tengkuk atau belakang kepala kemudian menyebar menuju bagian depan kepala.

Beberapa orang merasakan sakit hanya pada satu sisi.

Ciri lain yang dapat muncul adalah sakit kepala menjadi lebih terasa ketika leher digerakkan ke arah tertentu. Gerakan leher juga mungkin terasa terbatas atau kaku.

Namun, sakit kepala yang muncul bersama nyeri leher tidak otomatis berarti kamu mengalami cervicogenic headache.

Menurut International Classification of Headache Disorders, hubungan antara gangguan leher dan sakit kepala perlu dinilai dari gejala, pemeriksaan fisik, serta bukti bahwa masalah pada leher memang berkaitan dengan munculnya nyeri kepala (International Headache Society, 2018).

3. Neuralgia Oksipital

Sakit Kepala Bagian Belakang? Ini Penyebab, Penanganan, dan Pencegahannya

Sumber: https://www.thepainreliefdoctor.com/what-is-occipital-neuralgia/

Jika sakit kepala bagian belakang terasa seperti tersengat listrik, menusuk, atau sangat tajam, salah satu kondisi yang dapat dipertimbangkan adalah neuralgia oksipital.

Saraf oksipital merupakan saraf yang berjalan dari area leher bagian atas menuju kulit kepala.

Ketika saraf ini mengalami iritasi atau tekanan, rasa sakit dapat muncul di tengkuk, belakang kepala, hingga area belakang telinga. Nyeri juga dapat menjalar menuju bagian depan kepala.

Berbeda dengan sakit kepala tipe tegang yang biasanya terasa menekan, neuralgia oksipital lebih sering menimbulkan rasa sakit yang tajam atau seperti ditusuk.

Review mengenai neuralgia oksipital menjelaskan bahwa kondisi ini dapat menimbulkan nyeri neuropatik yang tajam di leher bagian atas, belakang kepala, dan belakang telinga, lalu menyebar ke bagian depan kepala (Journal of Craniofacial Surgery, 2022).

Diagnosis tetap perlu dilakukan dokter karena beberapa jenis sakit kepala lain dapat menimbulkan gejala yang mirip.

4. Migrain

Sakit Kepala Bagian Belakang? Ini Penyebab, Penanganan, dan Pencegahannya

Migrain tidak selalu terasa di dahi atau sisi kepala.

Pada sebagian orang, nyeri dapat terasa sampai ke belakang kepala atau tengkuk. Biasanya ada ciri lain yang membantu membedakannya dari sakit kepala tipe tegang.

Migrain dapat menimbulkan rasa sakit berdenyut dengan intensitas sedang hingga berat. Aktivitas fisik juga dapat membuat rasa sakit semakin terasa.

Gejala lain yang mungkin muncul antara lain:

  • mual,
  • muntah,
  • sensitif terhadap cahaya,
  • sensitif terhadap suara,
  • serta keinginan untuk beristirahat di tempat yang tenang atau gelap.

Karena itu, lokasi sakit kepala bukan satu-satunya cara untuk mengenali migrain.

5. Ketegangan dan Masalah pada Area Leher

Sakit Kepala Bagian Belakang? Ini Penyebab, Penanganan, dan Pencegahannya

Pernah merasa belakang kepala sakit setelah berjam-jam menatap laptop atau HP?

Posisi kepala dan leher yang dipertahankan terlalu lama dapat membuat otot terasa lelah atau tegang. Pada sebagian orang, kondisi tersebut dapat berhubungan dengan munculnya nyeri di tengkuk dan kepala.

Karena itu, kebiasaan kerja juga perlu diperhatikan ketika sakit kepala bagian belakang sering muncul setelah menggunakan komputer.

Cobalah memperhatikan apakah sakit lebih sering datang ketika:

  • duduk terlalu lama,
  • menunduk melihat HP,
  • bekerja tanpa jeda,
  • tidur dengan posisi leher yang kurang nyaman,
  • atau otot leher terasa kaku.

Namun, jangan langsung menganggap semua sakit kepala belakang hanya disebabkan oleh salah posisi duduk. Jika sakit berulang atau semakin berat, pemeriksaan tetap diperlukan.

6. Tekanan Darah yang Sangat Tinggi

Sakit Kepala Bagian Belakang? Ini Penyebab, Penanganan, dan Pencegahannya

Sakit kepala sering dianggap sebagai tanda tekanan darah tinggi. Padahal, hipertensi biasa sering kali tidak menimbulkan gejala yang jelas.

Sakit kepala menjadi lebih mengkhawatirkan jika tekanan darah meningkat sangat tinggi.

American Heart Association menggunakan nilai lebih dari 180/120 mmHg sebagai batas tekanan darah yang sangat tinggi. Jika angka tersebut muncul bersama gejala seperti nyeri dada, sesak napas, kelemahan tubuh, perubahan penglihatan, atau gangguan bicara, kondisi tersebut membutuhkan pertolongan medis segera (American Heart Association).

Jadi, sakit kepala bagian belakang tidak boleh langsung dianggap terjadi karena hipertensi tanpa mengukur tekanan darah dan mempertimbangkan gejala lain.

7. Penyebab Lain yang Lebih Jarang

Sakit Kepala Bagian Belakang? Ini Penyebab, Penanganan, dan Pencegahannya

Sebagian besar sakit kepala yang ditemui dalam pelayanan kesehatan bukan disebabkan oleh penyakit berbahaya. Namun, ada beberapa penyebab sekunder yang tetap perlu dikenali.

Sakit kepala dapat berkaitan dengan kondisi seperti:

  • cedera kepala atau leher,
  • infeksi tertentu,
  • gangguan pembuluh darah otak,
  • perdarahan di sekitar otak,
  • peningkatan tekanan di dalam kepala,
  • atau kondisi neurologis lainnya.

Kemungkinan tersebut terutama perlu dipikirkan jika sakit kepala memiliki pola yang tidak biasa atau disertai tanda bahaya.

Bagaimana Cara Mengatasi Sakit Kepala Bagian Belakang?

Penanganannya harus disesuaikan dengan penyebabnya.

Untuk sakit kepala ringan tanpa tanda bahaya, beberapa langkah sederhana dapat dicoba terlebih dahulu.

Istirahat Sejenak

Jika sakit muncul setelah bekerja lama, hentikan aktivitas sebentar.

Beristirahat di ruangan yang nyaman dapat membantu mengurangi rangsangan dan memberi waktu bagi otot leher untuk rileks.

Perbaiki Posisi Kepala dan Leher

Usahakan layar komputer berada pada posisi yang membuat kepala tidak terus-menerus menunduk.

Saat menggunakan HP, sesekali angkat perangkat lebih tinggi agar leher tidak terus membungkuk.

Berikan jeda secara berkala jika kamu bekerja dalam posisi duduk dalam waktu lama.

Kompres Area Leher

Kompres hangat pada tengkuk dapat terasa nyaman ketika nyeri berkaitan dengan otot yang tegang.

Gunakan suhu yang nyaman dan hindari menempelkan benda yang terlalu panas langsung pada kulit.

Lakukan Peregangan Secara Perlahan

Gerakkan leher secara perlahan tanpa memaksakan gerakan.

Jika gerakan tertentu justru menimbulkan nyeri tajam, kesemutan, mati rasa, atau nyeri menjalar, hentikan peregangan dan konsultasikan dengan tenaga kesehatan.

Pastikan Tubuh Cukup Istirahat

Kurang tidur dapat membuat sebagian orang lebih rentan mengalami sakit kepala.

Usahakan mempunyai waktu tidur yang cukup dan jadwal tidur yang relatif konsisten.

Cukupi Kebutuhan Cairan

Kurang minum juga dapat memicu sakit kepala pada sebagian orang.

Minumlah air secara cukup, terutama setelah beraktivitas, berada di lingkungan panas, atau ketika asupan cairan sebelumnya kurang.

Simak Juga: Obat Herbal Sakit Kepala Alami dan Penanganan Sederhana di Rumah

Apakah Boleh Minum Obat Sakit Kepala?

Obat pereda nyeri yang dijual bebas seperti paracetamol atau beberapa jenis obat antiinflamasi nonsteroid dapat digunakan pada beberapa jenis sakit kepala akut.

Namun, pilihan obat perlu mempertimbangkan kondisi kesehatan masing-masing orang.

Ikuti aturan pada kemasan dan jangan menggunakan obat secara berlebihan. Jika kamu memiliki penyakit tertentu, sedang hamil, mempunyai riwayat masalah lambung, ginjal, hati, mengonsumsi obat pengencer darah, atau menggunakan obat rutin lainnya, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter atau apoteker.

Penggunaan obat sakit kepala yang terlalu sering juga dapat memicu sakit kepala akibat penggunaan obat berlebihan pada sebagian orang.

Jika kebutuhan obat semakin sering, sebaiknya cari penyebab sakit kepala daripada terus menambah frekuensi konsumsi obat.

Apakah Fisioterapi Bisa Membantu?

Fisioterapi dapat menjadi salah satu pilihan pada sakit kepala yang berkaitan dengan gangguan leher, terutama setelah penyebabnya diperiksa.

Program dapat mencakup latihan leher, latihan kontrol gerakan, atau terapi manual yang disesuaikan dengan kondisi pasien.

Systematic review dan meta-analysis menunjukkan terapi manual dan latihan dapat membantu mengurangi intensitas atau frekuensi cervicogenic headache pada sebagian pasien. Namun, kualitas penelitian tidak semuanya sama sehingga manfaatnya tidak dapat dianggap pasti pada setiap orang (Chiropractic & Manual Therapies, 2022).

Karena itu, latihan sebaiknya disesuaikan dengan pemeriksaan tenaga kesehatan, terutama jika nyeri cukup berat atau berlangsung lama.

Kapan Sakit Kepala Bagian Belakang Harus Diperiksa?

Sakit kepala yang ringan dan sesekali terjadi umumnya tidak selalu membutuhkan pemeriksaan darurat.

Namun, konsultasikan dengan dokter jika:

  • sakit kepala terus berulang,
  • frekuensinya semakin sering,
  • intensitasnya semakin berat,
  • pola sakit kepala berubah,
  • sakit mengganggu tidur atau aktivitas,
  • leher terus terasa sangat kaku,
  • obat pereda nyeri tidak lagi membantu,
  • atau kamu harus sering minum obat untuk mengendalikan sakit.

Dokter dapat menilai riwayat sakit kepala, gejala penyerta, tekanan darah, kondisi leher, hingga fungsi saraf.

Pemeriksaan CT scan atau MRI juga tidak selalu dibutuhkan pada setiap orang. Pada sakit kepala yang stabil, tanpa tanda bahaya, dan dengan pemeriksaan saraf yang normal, pencitraan biasanya tidak dilakukan secara rutin.

Waspadai Tanda Bahaya Sakit Kepala

Segera cari pertolongan medis jika sakit kepala:

  • muncul sangat mendadak dan mencapai nyeri berat dalam hitungan detik atau menit,
  • terasa sebagai sakit kepala terburuk yang pernah dialami,
  • muncul setelah cedera kepala,
  • disertai kelemahan atau mati rasa pada salah satu sisi tubuh,
  • disertai kesulitan bicara,
  • disertai kebingungan atau penurunan kesadaran,
  • disertai kejang,
  • disertai demam dan leher sangat kaku,
  • disertai gangguan penglihatan berat,
  • atau muncul bersama kelainan saraf lainnya.

Sakit kepala baru yang muncul pada usia lebih dari 50 tahun juga sebaiknya mendapatkan evaluasi medis, terutama jika polanya tidak biasa.

Tanda seperti sakit kepala mendadak, demam dengan tanda iritasi selaput otak, gangguan saraf, penurunan kesadaran, atau perubahan pola sakit kepala termasuk gejala yang perlu dievaluasi untuk menyingkirkan penyebab sekunder yang serius (American Family Physician, 2022).

Cara Mencegah Sakit Kepala Bagian Belakang

Pencegahan perlu disesuaikan dengan pemicunya. Namun, beberapa kebiasaan berikut dapat membantu mengurangi kemungkinan sakit kepala berulang.

Atur Posisi Kerja

Gunakan meja dan kursi dengan posisi yang nyaman.

Usahakan kepala tetap berada dalam posisi netral dan tidak terus maju atau menunduk selama bekerja.

Jangan Duduk Terlalu Lama

Berikan jeda untuk berdiri, berjalan, atau menggerakkan tubuh.

Tidak perlu menunggu sampai tengkuk terasa sangat kaku.

Tidur Secara Teratur

Jadwal tidur yang berubah-ubah dapat memengaruhi sakit kepala pada sebagian orang.

Usahakan tidur dan bangun pada waktu yang relatif konsisten.

Kenali Pemicu Sakit Kepala

Jika sakit sering berulang, coba catat:

  • kapan sakit muncul,
  • berapa lama berlangsung,
  • bagian kepala yang terasa sakit,
  • makanan atau minuman sebelum nyeri,
  • kualitas tidur,
  • stres,
  • aktivitas,
  • menstruasi bila relevan,
  • serta obat yang dikonsumsi.

Catatan sederhana ini dapat membantu menemukan pola yang sebelumnya tidak terlihat.

Kelola Stres

Stres dapat berkaitan dengan meningkatnya ketegangan otot dan menjadi pemicu sakit kepala pada sebagian orang.

Cobalah mengambil waktu istirahat, berolahraga secara rutin, atau melakukan aktivitas yang membantu tubuh lebih rileks.

Kesimpulan

Sakit kepala bagian belakang dapat mempunyai banyak penyebab. Beberapa yang perlu dipertimbangkan adalah sakit kepala tipe tegang, masalah yang berasal dari leher, neuralgia oksipital, dan migrain.

Jika nyeri ringan muncul setelah aktivitas tertentu dan tidak disertai tanda bahaya, istirahat, memperbaiki posisi tubuh, kompres hangat, serta peregangan ringan mungkin membantu.

Namun, jangan menilai penyebab sakit hanya dari lokasinya.

Sakit kepala yang mendadak sangat berat, semakin sering, berubah pola, muncul setelah cedera, atau disertai gangguan saraf membutuhkan pemeriksaan medis. Dengan mengetahui karakter sakit kepala dan tanda bahayanya, kamu dapat menentukan kapan cukup melakukan perawatan sederhana dan kapan perlu mencari pertolongan dokter.

FAQ

Kenapa sakit kepala terasa di bagian belakang?

Sakit kepala bagian belakang dapat berkaitan dengan sakit kepala tipe tegang, otot leher yang tegang, cervicogenic headache, neuralgia oksipital, atau migrain. Penyebabnya tidak dapat ditentukan hanya dari lokasi nyeri.

Apakah sakit kepala bagian belakang berbahaya?

Tidak selalu. Banyak kasus sakit kepala bersifat ringan. Namun, sakit yang muncul mendadak dan sangat berat atau disertai gangguan bicara, kelemahan tubuh, demam tinggi, kejang, dan penurunan kesadaran perlu segera diperiksa.

Kenapa sakit kepala bagian belakang sampai leher?

Nyeri yang terasa dari belakang kepala hingga leher dapat berkaitan dengan ketegangan otot atau gangguan yang berasal dari struktur leher. Jika nyeri sering muncul ketika leher digerakkan atau gerakan leher sangat terbatas, konsultasi medis dapat membantu mengetahui penyebabnya.

Apakah tekanan darah tinggi menyebabkan sakit kepala belakang?

Hipertensi biasa sering tidak menimbulkan gejala. Sakit kepala lebih perlu diwaspadai ketika tekanan darah sangat tinggi, terutama di atas 180/120 mmHg dan disertai gejala lain seperti nyeri dada, sesak, gangguan penglihatan, atau gejala saraf.

Bagaimana cara meredakan sakit kepala bagian belakang?

Untuk sakit ringan tanpa tanda bahaya, kamu dapat mencoba beristirahat, memperbaiki posisi leher, minum cukup air, mengurangi aktivitas layar sementara, serta menggunakan kompres hangat pada tengkuk. Penanganan lebih lanjut tergantung penyebab sakit kepala.

Apakah salah posisi tidur bisa menyebabkan sakit kepala belakang?

Posisi tidur yang membuat leher terasa tegang dapat berhubungan dengan nyeri leher dan kepala pada sebagian orang. Namun, jika sakit terus berulang, jangan langsung menganggap bantal atau posisi tidur sebagai satu-satunya penyebab.

Kapan sakit kepala belakang perlu diperiksa ke dokter?

Periksakan diri jika sakit semakin sering, semakin berat, berubah pola, mengganggu aktivitas, atau membutuhkan obat pereda nyeri berulang kali. Cari pertolongan segera jika sakit muncul sangat mendadak atau disertai gangguan saraf, demam berat, kejang, maupun penurunan kesadaran.

Referensi Ilmiah

  1. Headache Classification Committee of the International Headache Society. 2018. The International Classification of Headache Disorders, 3rd edition. Cephalalgia. 38(1):1–211. DOI: 10.1177/0333102417738202.
  2. Robbins MS. 2021. Diagnosis and Management of Headache: A Review. JAMA. 325(18):1874–1885. DOI: 10.1001/jama.2021.1640.
  3. Viera AJ, Antono B. 2022. Acute Headache in Adults: A Diagnostic Approach. American Family Physician. 106(3):260–268. PMID: 36126007.
  4. Bini P, Hohenschurz-Schmidt D, Masullo V, et al. 2022. The effectiveness of manual and exercise therapy on headache intensity and frequency among patients with cervicogenic headache: a systematic review and meta-analysis. Chiropractic & Manual Therapies. 30:49. DOI: 10.1186/s12998-022-00459-9.
  5. Swanson D, et al. 2022. An Update on the Diagnosis, Treatment, and Management of Occipital Neuralgia. Journal of Craniofacial Surgery. DOI: 10.1097/SCS.0000000000008360.
  6. Caponnetto V, Ornello R, Frattale I, et al. 2021. Efficacy and safety of greater occipital nerve block for the treatment of cervicogenic headache: a systematic review. Expert Review of Neurotherapeutics. 21(5):591–597. DOI: 10.1080/14737175.2021.1903320.
  7. Department of Veterans Affairs & Department of Defense. 2023. Clinical Practice Guideline for the Management of Headache. Guideline berbasis systematic evidence review untuk evaluasi dan penanganan berbagai jenis sakit kepala.
  8. American Heart Association. When To Call 911 About High Blood Pressure. Informasi resmi mengenai severe hypertension dan hypertensive emergency.

Dapatkan Dami Sariwana di Official Store

Untuk menjamin keaslian produk, Anda dapat membeli Produk Dami Sariwana melalui:

Belanja di toko resmi memberikan keamanan, keaslian produk, dan kemudahan dalam mendapatkan informasi maupun promo terbaru.