Sakit Kepala Bagian Atas? Ketahui Penyebab dan Cara Mengatasinya
Keranjang 0+
Menu
21 Sep 2026 10:03 WIB

Sakit Kepala Bagian Atas? Ketahui Penyebab dan Cara Mengatasinya

Kenali penyebab sakit kepala di bagian atas, cara meredakannya di rumah, serta tanda bahaya yang perlu diperiksa.

Sakit Kepala Bagian Atas? Ketahui Penyebab dan Cara Mengatasinya

Sakit kepala bagian atas bisa terasa seperti ditekan, ditarik, berdenyut, atau seperti ada beban di puncak kepala. Penyebabnya beragam. Salah satu yang cukup umum adalah sakit kepala tipe tegang, tetapi migrain, kurang tidur, stres, dehidrasi, hingga kebiasaan menggunakan obat pereda nyeri terlalu sering juga dapat berperan.

Lokasi nyeri saja belum cukup untuk menentukan penyebab sakit kepala. Karena itu, perhatikan juga seperti apa rasa sakitnya, berapa lama berlangsung, apa yang memicunya, dan apakah ada keluhan lain seperti mual, sensitif terhadap cahaya, demam, kebas, atau gangguan penglihatan.

Simak Juga: 11 Cara Menjaga Kesehatan Otak agar Tetap Aktif dan Sehat

Kenapa Sakit Kepala Bisa Terasa di Bagian Atas?

Sakit Kepala Bagian Atas? Ketahui Penyebab dan Cara Mengatasinya

Sakit kepala tidak selalu muncul tepat di sumber masalahnya. Sistem saraf yang membawa sinyal nyeri dari kepala, wajah, leher, serta pembuluh darah dapat membuat rasa sakit terasa menyebar atau terkonsentrasi di area tertentu.

Karena itu, sakit kepala bagian atas bukan merupakan satu diagnosis khusus. Keluhan ini bisa muncul pada beberapa jenis sakit kepala yang berbeda.

Pada sakit kepala tipe tegang, misalnya, nyeri biasanya terasa seperti tekanan atau kepala sedang diikat. Rasa tidak nyaman dapat mengenai kedua sisi kepala, dahi, belakang kepala, hingga bagian atas kepala. Kondisi ini merupakan salah satu jenis sakit kepala primer yang paling umum (Nature Reviews Disease Primers, 2021).

Apa Saja Penyebab Sakit Kepala Bagian Atas?

Ada beberapa kondisi yang dapat berkaitan dengan sakit kepala di bagian atas. Berikut beberapa kemungkinan yang perlu diketahui.

1. Sakit Kepala Tipe Tegang

Sakit kepala tipe tegang atau tension-type headache merupakan salah satu penyebab yang cukup sering ditemukan.

Nyeri biasanya terasa tumpul, seperti ditekan, diremas, atau kepala sedang memakai ikat kepala yang terlalu ketat. Intensitasnya umumnya ringan sampai sedang dan biasanya tidak semakin parah hanya karena berjalan atau melakukan aktivitas ringan.

Beberapa orang juga merasa kulit kepala, leher, atau bahunya lebih tegang dan sensitif.

Sakit kepala tipe tegang tidak semata-mata disebabkan oleh otot yang berkontraksi. Mekanismenya cukup kompleks dan dapat melibatkan perubahan sensitivitas sistem saraf terhadap rasa sakit. Stres juga sering dilaporkan sebagai salah satu pemicunya (Current Neurology and Neuroscience Reports, 2021).

2. Migrain

Migrain juga dapat menimbulkan sakit kepala yang terasa di sekitar bagian atas kepala.

Migrain sering dikenal sebagai sakit kepala sebelah, tetapi lokasi nyeri bukan satu-satunya hal yang menentukan migrain. Pola keluhannya lebih penting.

Nyeri migrain biasanya memiliki beberapa ciri seperti:

  • terasa berdenyut,
  • intensitas sedang hingga berat,
  • semakin tidak nyaman saat melakukan aktivitas,
  • disertai mual atau muntah,
  • sensitif terhadap cahaya,
  • sensitif terhadap suara.

Serangan migrain tanpa pengobatan dapat berlangsung beberapa jam hingga beberapa hari. Sebagian orang juga mengalami aura, misalnya kilatan cahaya atau gangguan penglihatan sementara sebelum sakit kepala muncul (International Headache Society, 2018).

Jadi, jika sakit kepala bagian atas terasa berdenyut sekaligus disertai mual dan sensitif terhadap cahaya, migrain menjadi salah satu kemungkinan yang perlu dipertimbangkan.

3. Kurang Tidur atau Pola Tidur Tidak Teratur

Tidur terlalu sedikit, tidur terlalu larut, atau jadwal tidur yang sering berubah dapat memicu sakit kepala pada sebagian orang.

Kurang tidur juga dapat membuat tubuh lebih sensitif terhadap rasa sakit. Jika kamu memang memiliki migrain atau sakit kepala berulang, perubahan pola tidur dapat menjadi salah satu pemicunya.

Cobalah memperhatikan apakah sakit kepala sering muncul setelah begadang atau ketika kualitas tidur sedang buruk.

Menjaga jam tidur dan bangun yang relatif konsisten dapat membantu mengurangi salah satu pemicu sakit kepala.

4. Stres dan Ketegangan pada Leher

Stres tidak selalu hanya menimbulkan rasa lelah secara mental. Tubuh juga dapat ikut bereaksi.

Saat sedang stres, sebagian orang tanpa sadar mengencangkan rahang, mengangkat bahu, atau mempertahankan posisi tubuh yang kaku dalam waktu lama. Hal ini dapat membuat area leher, bahu, dan kulit kepala terasa tegang.

Pada sakit kepala tipe tegang, ketegangan dan nyeri tekan pada otot di sekitar kepala serta leher cukup sering ditemukan. Meski hubungan sebab-akibatnya tidak selalu sederhana, faktor otot dan sensitivitas sistem saraf diduga sama-sama berperan (Current Neurology and Neuroscience Reports, 2021).

5. Terlalu Lama Menatap Layar

Bekerja di depan laptop atau melihat ponsel selama berjam-jam dapat membuat mata lelah sekaligus membuat posisi kepala dan leher kurang ideal.

Misalnya, kebiasaan menunduk terlalu lama saat melihat ponsel dapat membuat leher terasa kaku.

Pada sebagian orang, kondisi ini dapat berhubungan dengan munculnya sakit kepala.

Cobalah memperbaiki posisi layar agar sejajar dengan pandangan, menjaga jarak yang nyaman, dan sesekali berdiri atau melakukan peregangan ringan.

6. Kurang Minum

Dehidrasi juga dapat berkaitan dengan sakit kepala.

Ketika tubuh kekurangan cairan, sakit kepala dapat muncul sendiri atau membuat jenis sakit kepala yang sudah ada terasa lebih berat. Bukti yang tersedia menunjukkan bahwa dehidrasi memang dapat memicu sakit kepala pada sebagian orang, meski mekanismenya masih terus dipelajari (Current Pain and Headache Reports, 2021).

Perhatikan juga tanda lain seperti:

  • haus,
  • mulut kering,
  • urine berwarna lebih pekat,
  • tubuh terasa lemas,
  • jarang buang air kecil.

Jika tidak memiliki pembatasan cairan dari dokter, minumlah air secara teratur sepanjang hari.

7. Terlambat Makan

Melewatkan waktu makan juga dapat menjadi pemicu sakit kepala pada sebagian orang, khususnya jika sudah memiliki kecenderungan migrain.

Saat tubuh tidak mendapatkan makanan dalam waktu cukup lama, kamu juga mungkin merasa lemas, sulit fokus, atau gemetar.

Jika sakit kepala sering muncul ketika telat makan, cobalah membuat jadwal makan yang lebih teratur.

8. Konsumsi Kafein yang Berubah Drastis

Kafein memiliki hubungan yang cukup unik dengan sakit kepala.

Pada beberapa orang, kafein dalam jumlah tertentu justru membantu meredakan sakit kepala. Namun, konsumsi berlebihan atau menghentikan kafein secara mendadak setelah terbiasa mengonsumsinya dapat memicu keluhan.

Karena itu, perubahan konsumsi kopi, teh, atau minuman berkafein lainnya sebaiknya dilakukan secara bertahap jika kamu mengonsumsinya setiap hari.

9. Terlalu Sering Mengonsumsi Obat Sakit Kepala

Minum obat pereda nyeri terlalu sering justru dapat menyebabkan sakit kepala semakin sering muncul.

Kondisi ini disebut medication-overuse headache atau sakit kepala akibat penggunaan obat berlebihan. Biasanya masalah ini terjadi pada orang yang sudah memiliki gangguan sakit kepala primer, seperti migrain, lalu terlalu sering menggunakan obat untuk meredakan serangan.

Karena batas penggunaan berbeda tergantung jenis obat, jangan menambah frekuensi pemakaian sendiri jika sakit kepala mulai semakin sering. Penanganannya sebaiknya dibicarakan dengan dokter agar obat dapat diatur dengan aman (Current Neurology and Neuroscience Reports, 2023).

Bagaimana Membedakan Sakit Kepala Tegang dan Migrain?

Keduanya dapat sama-sama terasa pada bagian atas kepala. Namun, pola keluhannya biasanya berbeda.

Sakit kepala tipe tegang lebih sering terasa:

  • ditekan atau diikat,
  • tumpul,
  • ringan sampai sedang,
  • mengenai kedua sisi atau terasa menyeluruh,
  • tidak banyak memburuk saat aktivitas biasa.

Sementara migrain lebih sering:

  • berdenyut,
  • terasa sedang hingga berat,
  • memburuk saat bergerak atau beraktivitas,
  • disertai mual,
  • membuat lebih sensitif terhadap cahaya atau suara.

Kriteria internasional memang menggunakan karakter nyeri, intensitas, aktivitas fisik, serta gejala penyerta untuk membantu membedakan berbagai jenis sakit kepala, bukan hanya melihat titik lokasi nyeri (International Headache Society, 2018).

Namun, gejala setiap orang dapat berbeda. Pemeriksaan dokter mungkin diperlukan jika pola sakit kepala tidak jelas atau sering berulang.

Cara Mengatasi Sakit Kepala Bagian Atas di Rumah

Jika sakit kepala masih ringan dan tidak disertai tanda bahaya, beberapa langkah sederhana dapat dicoba.

Istirahat dari Layar

Berhenti sejenak dari laptop atau ponsel.

Pejamkan mata beberapa menit dan ubah posisi tubuh. Jika sudah duduk cukup lama, berdirilah dan lakukan peregangan ringan.

Minum Air

Jika kamu belum banyak minum sepanjang hari, coba memenuhi kebutuhan cairan secara bertahap.

Tidak perlu memaksakan minum air dalam jumlah sangat besar sekaligus.

Makan Jika Belum Makan

Jika sakit kepala muncul setelah terlambat makan, konsumsi makanan dengan gizi seimbang.

Hindari hanya mengandalkan makanan sangat manis untuk mengatasi rasa lemas.

Istirahat di Tempat yang Nyaman

Jika sakit kepala terasa seperti migrain, ruangan yang tenang dan agak gelap mungkin terasa lebih nyaman, terutama jika kamu sensitif terhadap cahaya atau suara.

Lakukan Peregangan Ringan

Jika leher dan bahu terasa kaku, lakukan peregangan secara perlahan.

Jangan memaksakan gerakan yang menyebabkan nyeri tajam.

Gunakan Kompres

Kompres dingin dapat terasa nyaman pada sebagian orang dengan migrain.

Sementara itu, kompres hangat pada leher atau bahu dapat membantu membuat otot yang terasa tegang lebih rileks.

Pilih yang terasa paling nyaman karena respons setiap orang dapat berbeda.

Apakah Boleh Minum Obat Pereda Nyeri?

Obat pereda nyeri seperti parasetamol atau obat antiinflamasi nonsteroid tertentu dapat digunakan pada beberapa jenis sakit kepala akut. Pedoman klinis juga memasukkan obat pereda nyeri tertentu sebagai bagian dari terapi sakit kepala primer, tergantung jenis dan kondisi pasien (VA/DoD Clinical Practice Guideline, 2024).

Namun, obat sebaiknya digunakan sesuai dosis dan petunjuk pada kemasan atau anjuran tenaga kesehatan.

Kamu perlu lebih berhati-hati jika sedang hamil, mempunyai penyakit hati atau ginjal, riwayat sakit lambung tertentu, menggunakan obat pengencer darah, memiliki alergi obat, atau sedang mengonsumsi obat rutin lainnya.

Jika harus minum obat sakit kepala berulang kali setiap minggu, sebaiknya jangan hanya terus menambah obat sendiri. Cari tahu penyebabnya bersama dokter.

Coba Catat Pola Sakit Kepala

Jika sakit kepala bagian atas sering muncul, mencatat pola sakit kepala dapat sangat membantu.

Catat beberapa hal seperti:

  • kapan sakit kepala dimulai,
  • berapa lama berlangsung,
  • bagian kepala yang terasa sakit,
  • apakah terasa ditekan atau berdenyut,
  • tingkat nyerinya,
  • makanan dan minuman sebelumnya,
  • berapa lama tidur,
  • tingkat stres,
  • apakah sedang menstruasi,
  • obat yang digunakan,
  • gejala lain yang muncul.

Catatan sederhana ini dapat membantu kamu mengenali pemicu sekaligus membantu dokter mengevaluasi sakit kepala dengan lebih jelas.

Kapan Sakit Kepala Bagian Atas Perlu Diperiksa Dokter?

Sebaiknya konsultasikan dengan dokter jika sakit kepala:

  • semakin sering muncul,
  • semakin berat,
  • mengganggu sekolah, pekerjaan, atau tidur,
  • membutuhkan obat pereda nyeri berulang kali,
  • memiliki pola yang berubah dari biasanya,
  • baru muncul dan terus berulang,
  • tidak membaik dengan perawatan sederhana.

Dokter biasanya akan menilai pola sakit kepala, riwayat kesehatan, obat yang digunakan, serta melakukan pemeriksaan fisik dan saraf.

Pemeriksaan CT scan atau MRI tidak selalu diperlukan pada semua sakit kepala. Pada sakit kepala primer dengan pemeriksaan saraf normal dan tanpa tanda bahaya, pencitraan otak biasanya tidak dilakukan secara rutin. Sebaliknya, pemeriksaan lebih lanjut dapat diperlukan jika terdapat gejala yang mencurigakan (JAMA, 2021).

Baca Juga: Sakit Kepala Sebelah Kiri? Ketahui Penyebab dan Cara Mengatasinya

Tanda Bahaya Sakit Kepala yang Tidak Boleh Diabaikan

Segera cari pertolongan medis jika sakit kepala muncul sangat tiba-tiba dan sangat berat, terutama jika terasa sebagai sakit kepala terburuk yang pernah dialami.

Bantuan medis juga diperlukan bila sakit kepala disertai:

  • kelemahan atau mati rasa pada satu sisi tubuh,
  • kesulitan berbicara,
  • kebingungan,
  • kejang,
  • penurunan kesadaran,
  • demam tinggi dan leher kaku,
  • gangguan penglihatan baru atau berat,
  • muntah terus-menerus,
  • sakit kepala setelah cedera kepala,
  • perubahan perilaku atau kondisi neurologis lainnya.

Tanda seperti sakit kepala yang sangat mendadak, demam dengan tanda iritasi selaput otak, gangguan kesadaran, atau kelainan saraf membutuhkan evaluasi segera untuk menyingkirkan penyebab sekunder yang serius.

Apakah Sakit Kepala Bagian Atas Berarti Ada Masalah di Otak?

Tidak selalu.

Sebagian besar sakit kepala berasal dari gangguan sakit kepala primer seperti sakit kepala tipe tegang atau migrain. Artinya, sakit kepala itu sendiri merupakan kondisi utama dan bukan otomatis tanda tumor atau kerusakan otak.

Lokasi nyeri di bagian atas kepala juga tidak dapat digunakan sendirian untuk menentukan penyebabnya.

Yang lebih penting adalah memperhatikan pola nyeri, tingkat keparahan, perubahan dari kondisi biasanya, serta gejala lain yang menyertai.

Cara Membantu Mencegah Sakit Kepala Berulang

Tidak semua sakit kepala dapat dicegah. Namun, beberapa kebiasaan dapat membantu mengurangi faktor pemicunya.

Cobalah:

  • tidur dan bangun pada waktu yang relatif teratur,
  • cukup minum,
  • tidak sering melewatkan makan,
  • beristirahat secara berkala saat bekerja di depan layar,
  • menjaga posisi duduk dan posisi leher,
  • melakukan aktivitas fisik secara rutin,
  • mengelola stres,
  • membatasi perubahan konsumsi kafein secara drastis,
  • tidak menggunakan obat pereda nyeri terlalu sering tanpa arahan dokter.

Jika sudah mengetahui pemicu tertentu, mencatat dan menghindari pemicu tersebut dapat membantu mengurangi serangan berikutnya.

Kesimpulan

Sakit kepala bagian atas dapat berkaitan dengan berbagai kondisi. Salah satu yang cukup umum adalah sakit kepala tipe tegang, terutama jika nyeri terasa seperti ditekan atau diikat. Migrain juga perlu dipertimbangkan jika nyeri terasa berdenyut dan disertai mual atau sensitif terhadap cahaya dan suara.

Kurang tidur, stres, dehidrasi, terlambat makan, posisi tubuh yang kurang nyaman, serta pola penggunaan obat sakit kepala juga dapat ikut berperan.

Jika keluhan masih ringan tanpa tanda bahaya, istirahat, mencukupi cairan, makan teratur, memperbaiki posisi tubuh, dan mengurangi paparan layar dapat dicoba.

Namun, sakit kepala yang muncul mendadak dan sangat berat, disertai kelemahan tubuh, gangguan bicara, kejang, demam dengan leher kaku, gangguan kesadaran, atau gejala saraf lainnya membutuhkan pertolongan medis segera.

FAQ

Apakah sakit kepala bagian atas berbahaya?

Tidak selalu. Banyak sakit kepala bagian atas berkaitan dengan sakit kepala primer seperti sakit kepala tipe tegang atau migrain. Namun, pemeriksaan diperlukan jika sakit muncul sangat mendadak, sangat berat, berubah dari biasanya, atau disertai gejala saraf.

Kenapa bagian atas kepala terasa seperti ditekan?

Rasa seperti ditekan atau kepala diikat sering ditemukan pada sakit kepala tipe tegang. Keluhan dapat disertai rasa tegang atau nyeri tekan di kulit kepala, leher, dan bahu.

Apakah kurang tidur bisa menyebabkan sakit kepala bagian atas?

Kurang tidur atau perubahan jadwal tidur dapat menjadi pemicu sakit kepala pada sebagian orang. Kondisi ini juga dapat memicu serangan pada orang yang memiliki migrain.

Apakah stres bisa menyebabkan sakit kepala di atas kepala?

Stres merupakan salah satu pemicu yang sering dilaporkan pada sakit kepala tipe tegang. Saat stres, ketegangan pada leher, bahu, dan rahang juga dapat membuat kepala terasa semakin tidak nyaman.

Apakah sakit kepala bagian atas bisa karena dehidrasi?

Bisa. Kekurangan cairan dapat menimbulkan sakit kepala atau memperburuk gangguan sakit kepala yang sudah ada. Jika sakit kepala muncul bersama rasa haus, mulut kering, atau urine pekat, perhatikan kecukupan cairan.

Bagaimana cara menghilangkan sakit kepala bagian atas?

Untuk keluhan ringan, kamu dapat mencoba beristirahat, minum air, makan jika belum makan, mengurangi paparan layar, dan melakukan peregangan ringan. Jika sering berulang atau semakin berat, pemeriksaan dokter lebih dianjurkan.

Kapan sakit kepala harus dibawa ke IGD?

Segera cari pertolongan jika sakit kepala sangat berat dan muncul tiba-tiba, atau disertai kelemahan satu sisi tubuh, sulit bicara, kebingungan, kejang, pingsan, demam dan leher kaku, atau gangguan penglihatan berat.

Referensi Ilmiah

  1. Ashina S, Mitsikostas DD, Lee MJ, et al. 2021. Tension-type headache. Nature Reviews Disease Primers. 7(1):24. DOI: 10.1038/s41572-021-00257-2.
  2. Steel SJ, Robertson CE, Whealy MA. 2021. Current Understanding of the Pathophysiology and Approach to Tension-Type Headache. Current Neurology and Neuroscience Reports. 21(10):56. DOI: 10.1007/s11910-021-01138-7.
  3. Robbins MS. 2021. Diagnosis and Management of Headache: A Review. JAMA. 325(18):1874–1885. DOI: 10.1001/jama.2021.1640.
  4. Headache Classification Committee of the International Headache Society. 2018. The International Classification of Headache Disorders, 3rd edition. Cephalalgia. 38(1):1–211. DOI: 10.1177/0333102417738202.
  5. Arca KN, Halker Singh RB. 2021. Dehydration and Headache. Current Pain and Headache Reports. 25(8):56. DOI: 10.1007/s11916-021-00966-z.
  6. Hird MA, Sandoe CH. 2023. Medication Overuse Headache: an Updated Review and Clinical Recommendations on Management. Current Neurology and Neuroscience Reports. 23(7):389–398. DOI: 10.1007/s11910-023-01278-y.
  7. Sico JJ, Antonovich NM, Ballard-Hernandez J, et al. 2024. 2023 U.S. Department of Veterans Affairs and U.S. Department of Defense Clinical Practice Guideline for the Management of Headache. Annals of Internal Medicine. 177(12):1675–1694. DOI: 10.7326/ANNALS-24-00551.

Dapatkan Dami Sariwana di Official Store

Untuk menjamin keaslian produk, Anda dapat membeli Produk Dami Sariwana melalui:

Belanja di toko resmi memberikan keamanan, keaslian produk, dan kemudahan dalam mendapatkan informasi maupun promo terbaru.