Mengenal Apa Itu Pemeriksaan Fisik pada Wasir
Keranjang 0+
Menu
21 Sep 2026 14:31 WIB

Mengenal Apa Itu Pemeriksaan Fisik pada Wasir

Ketahui tahapan pemeriksaan wasir, mulai dari inspeksi, pemeriksaan colok dubur, anoskopi, hingga tes lanjutan.

Mengenal Apa Itu Pemeriksaan Fisik pada Wasir

Wasir atau hemoroid sering menyebabkan keluhan seperti benjolan di sekitar anus, perdarahan saat buang air besar, rasa gatal, tidak nyaman, atau jaringan yang keluar dari anus. Untuk mengetahui apakah keluhan tersebut benar disebabkan oleh wasir, dokter biasanya melakukan Pemeriksaan Fisik pada Wasir.

Pemeriksaan ini umumnya dimulai dengan melihat kondisi area sekitar anus. Dokter kemudian dapat melakukan pemeriksaan colok dubur menggunakan jari yang memakai sarung tangan dan pelumas. Jika diperlukan, pemeriksaan dapat dilanjutkan dengan anoskopi untuk melihat bagian dalam saluran anus dan rektum bagian bawah.

Tujuannya bukan hanya memastikan adanya wasir, tetapi juga menilai jenis, lokasi, dan tingkat keparahannya serta mencari kemungkinan penyebab lain dari keluhan yang serupa. Pedoman American Society of Colon and Rectal Surgeons (ASCRS) menempatkan riwayat keluhan dan pemeriksaan fisik sebagai bagian penting dalam evaluasi pasien dengan dugaan wasir (ASCRS, 2024).

Baca Juga: Pentingnya Kesehatan Pencernaan bagi Daya Tahan Tubuh

Apa Itu Pemeriksaan Fisik pada Wasir?

Mengenal Apa Itu Pemeriksaan Fisik pada Wasir

Pemeriksaan Fisik pada Wasir adalah pemeriksaan langsung pada area anus dan rektum untuk mencari benjolan, pembengkakan, prolaps, perdarahan, atau kelainan lain yang dapat menjelaskan keluhan pasien. Pemeriksaan biasanya meliputi inspeksi area anus, pemeriksaan colok dubur, dan pada kondisi tertentu anoskopi.

Wasir sendiri dapat berada di bagian dalam maupun luar anus. Wasir luar biasanya lebih mudah terlihat saat pemeriksaan, sedangkan wasir dalam tidak selalu dapat dilihat hanya dari bagian luar.

Karena itu, dokter mungkin membutuhkan lebih dari satu tahap pemeriksaan untuk mengetahui kondisi dengan lebih jelas.

Pemeriksaan juga membantu memastikan bahwa keluhan seperti darah dari anus bukan berasal dari masalah lain, misalnya fisura ani, peradangan, polip, atau gangguan pada usus besar.

Apa yang Ditanyakan Sebelum Pemeriksaan Wasir?

Sebelum melakukan pemeriksaan fisik, dokter biasanya akan menanyakan keluhan yang sedang dirasakan. Informasi ini penting karena karakter gejala dapat membantu memperkirakan jenis masalah yang terjadi.

Beberapa hal yang mungkin ditanyakan antara lain:

  • sejak kapan keluhan muncul,
  • apakah ada darah ketika buang air besar,
  • warna darah yang keluar,
  • apakah terdapat benjolan di sekitar anus,
  • apakah benjolan muncul ketika mengejan,
  • apakah benjolan dapat masuk kembali,
  • adanya rasa nyeri, gatal, atau panas,
  • kebiasaan buang air besar,
  • adanya sembelit atau diare,
  • kebiasaan mengejan,
  • lama duduk di toilet,
  • konsumsi serat sehari-hari,
  • obat yang sedang dikonsumsi,
  • riwayat penyakit saluran cerna,
  • serta riwayat penyakit kanker kolorektal dalam keluarga.

Informasi mengenai perdarahan penting diperhatikan. Darah merah segar memang dapat muncul pada wasir, tetapi perdarahan dari anus tidak selalu berarti seseorang mengalami wasir.

American Gastroenterological Association juga menekankan bahwa diagnosis dan penentuan tingkat wasir dapat dilakukan melalui riwayat pasien dan pemeriksaan langsung. Gejala yang umum meliputi perdarahan, gatal, rasa tidak nyaman, dan prolaps atau keluarnya jaringan dari anus (AGA, 2026).

Bagaimana Tahapan Pemeriksaan Fisik pada Wasir?

Pemeriksaan Fisik pada Wasir biasanya terdiri dari pemeriksaan visual, pemeriksaan colok dubur, dan bila diperlukan anoskopi. Tidak semua pasien harus menjalani semua tahapan tersebut karena pemeriksaan akan disesuaikan dengan gejala dan temuan dokter.

Berikut gambaran prosesnya.

1. Dokter Melihat Kondisi di Sekitar Anus

Tahap awal biasanya berupa inspeksi atau pemeriksaan dengan melihat langsung area sekitar anus.

Dokter dapat meminta pasien berbaring miring dengan lutut sedikit ditekuk atau menggunakan posisi lain yang memudahkan pemeriksaan.

Pada tahap ini, dokter akan memperhatikan apakah terdapat:

  • benjolan,
  • pembengkakan,
  • wasir luar,
  • iritasi kulit,
  • luka,
  • perdarahan,
  • skin tag atau lipatan kulit,
  • tanda trombosis,
  • maupun jaringan yang keluar dari anus.

Trombosis pada wasir terjadi ketika terbentuk bekuan darah di dalam pembuluh darah wasir. Kondisi ini dapat menimbulkan benjolan yang terasa sangat nyeri.

ASCRS merekomendasikan pemeriksaan visual dilakukan ketika anus dalam kondisi rileks dan saat pasien mengejan. Cara ini dapat membantu dokter melihat apakah terdapat jaringan wasir yang turun atau keluar ketika tekanan meningkat (ASCRS, 2024).

2. Pasien Mungkin Diminta Mengejan

Dokter terkadang meminta pasien mengejan seperti ketika sedang buang air besar.

Tujuannya adalah melihat apakah terdapat prolaps, yaitu jaringan wasir dari dalam anus yang turun atau keluar.

Wasir dalam dapat berada sepenuhnya di dalam saluran anus sehingga tidak tampak ketika tubuh sedang rileks. Namun, jaringan tersebut dapat muncul ketika pasien mengejan.

Informasi mengenai prolaps juga dapat membantu dokter memperkirakan tingkat keparahan wasir.

3. Pemeriksaan Colok Dubur

Tahap berikutnya dapat berupa digital rectal examination (DRE) atau pemeriksaan colok dubur.

Dokter menggunakan satu jari yang sudah memakai sarung tangan dan diberi pelumas, kemudian memasukkannya secara perlahan ke dalam anus.

Pemeriksaan ini dapat membantu dokter menilai:

  • adanya benjolan atau massa,
  • area yang terasa nyeri,
  • darah,
  • kondisi jaringan di dalam rektum,
  • serta kekuatan otot sfingter anus.

Otot sfingter adalah otot yang membantu mengontrol proses menahan dan mengeluarkan tinja.

National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases menjelaskan bahwa pemeriksaan colok dubur dapat digunakan untuk mengevaluasi tonus otot anus, nyeri tekan, darah, wasir dalam, maupun benjolan lain (NIDDK, 2016).

Namun, tidak semua wasir dalam dapat dirasakan melalui pemeriksaan dengan jari. Jaringan wasir dalam dapat cukup lunak sehingga pemeriksaan tambahan mungkin diperlukan.

Apa Itu Anoskopi pada Pemeriksaan Wasir?

Anoskopi adalah pemeriksaan menggunakan alat pendek berbentuk tabung yang disebut anoskop. Alat ini dimasukkan perlahan melalui anus agar dokter dapat melihat bagian dalam saluran anus dan rektum bagian bawah.

Anoskopi dapat membantu melihat wasir dalam yang tidak tampak dari luar atau sulit dinilai hanya melalui pemeriksaan colok dubur.

Dokter juga dapat menggunakan pemeriksaan ini untuk mencari kondisi lain yang menyebabkan:

  • perdarahan,
  • nyeri,
  • rasa tidak nyaman,
  • benjolan,
  • atau perubahan jaringan di dalam anus.

Pedoman SIUCP tahun 2024 menyebutkan bahwa anoskopi dapat dipertimbangkan ketika hasil pemeriksaan fisik belum memberikan diagnosis yang jelas atau ketika dokter perlu menyingkirkan kelainan anal lainnya (Annals of Coloproctology, 2024).

Pada kebanyakan kasus, anoskopi merupakan prosedur singkat dan tidak membutuhkan pembiusan umum.

Apakah Pemeriksaan Fisik pada Wasir Sakit?

Sebagian orang merasa khawatir pemeriksaan wasir akan terasa sangat sakit. Padahal, Pemeriksaan Fisik pada Wasir umumnya hanya menimbulkan rasa tidak nyaman atau tekanan ringan, terutama pada pemeriksaan colok dubur atau anoskopi.

Dokter biasanya menggunakan pelumas agar pemeriksaan lebih nyaman.

Saat anoskopi, pasien dapat merasakan sensasi seperti ingin buang air besar, tekanan di dalam anus, atau sedikit kram. Kebanyakan orang dapat menjalani pemeriksaan ini tanpa anestesi.

Cleveland Clinic menjelaskan bahwa anoskopi umumnya dapat ditoleransi dengan baik dan biasanya tidak memerlukan anestesi. Namun, rasa nyeri dapat lebih terasa apabila area anus sedang sangat sensitif atau mengalami peradangan (Cleveland Clinic, 2023).

Karena itu, sampaikan kepada dokter apabila area anus terasa sangat nyeri sebelum pemeriksaan dimulai.

Apa yang Dicari Dokter dari Pemeriksaan Fisik Wasir?

Pemeriksaan tidak sekadar bertujuan menemukan ada atau tidaknya benjolan.

Dokter juga perlu mengetahui jenis wasir dan seberapa jauh jaringan tersebut mengalami prolaps.

Beberapa kondisi yang dapat ditemukan antara lain:

Wasir Luar

Wasir luar berada di bawah kulit di sekitar anus sehingga biasanya lebih mudah terlihat.

Keluhannya dapat berupa gatal, tidak nyaman, pembengkakan, atau benjolan.

Jika terbentuk bekuan darah, dapat muncul wasir luar trombosis yang terasa keras dan sangat nyeri.

Wasir Dalam

Wasir dalam berada lebih dalam di saluran anus.

Gejala yang cukup khas adalah perdarahan berwarna merah segar ketika buang air besar. Sebagian pasien juga mengalami jaringan yang keluar dari anus.

Wasir dalam yang belum mengalami prolaps sering kali tidak menimbulkan rasa sakit.

Wasir yang Mengalami Prolaps

Wasir dalam dapat menonjol keluar dari anus, terutama ketika mengejan.

Secara umum, prolaps wasir dalam dapat dibagi menjadi empat tingkat:

Grade I: wasir berada di dalam dan belum mengalami prolaps.

Grade II: jaringan keluar ketika mengejan tetapi masuk kembali dengan sendirinya.

Grade III: jaringan keluar dan perlu didorong kembali secara manual.

Grade IV: jaringan tetap berada di luar dan tidak dapat dimasukkan kembali.

Klasifikasi tersebut dapat membantu dokter menentukan pilihan penanganan selanjutnya. Pedoman ASCRS menggunakan tingkat wasir sebagai salah satu pertimbangan dalam menentukan terapi konservatif, tindakan rawat jalan, atau operasi.

Kenapa Pemeriksaan Wasir Penting?

Gejala wasir cukup mirip dengan beberapa gangguan lain di sekitar anus dan saluran pencernaan.

Contohnya, perdarahan dari anus dapat ditemukan pada:

  • fisura ani,
  • penyakit radang usus,
  • polip,
  • divertikular,
  • beberapa jenis peradangan usus,
  • dan kanker kolorektal.

Karena itu, adanya darah saat buang air besar sebaiknya tidak langsung dianggap sebagai wasir.

ASCRS secara khusus mengingatkan bahwa perdarahan rektal tidak boleh otomatis dikaitkan dengan penyakit wasir. Evaluasi tambahan diperlukan pada pasien tertentu, terutama jika tidak ditemukan sumber perdarahan yang jelas atau terdapat gejala lain yang mencurigakan (ASCRS, 2024).

Simak Juga: Ciri-Ciri dan Gejala Ambeien Dalam dan Luar

Apakah Semua Pasien Wasir Harus Kolonoskopi?

Tidak.

Kolonoskopi bukan bagian rutin dari Pemeriksaan Fisik pada Wasir untuk semua pasien. Pemeriksaan ini digunakan untuk melihat rektum dan seluruh usus besar menggunakan selang fleksibel berkamera.

Dokter dapat mempertimbangkan kolonoskopi apabila terdapat kondisi tertentu, misalnya:

  • perdarahan tidak memiliki penyebab yang jelas,
  • perdarahan terus berulang,
  • terdapat perubahan pola buang air besar,
  • muncul nyeri atau keluhan perut,
  • terdapat faktor risiko kanker kolorektal,
  • ada riwayat keluarga kanker kolorektal,
  • atau pasien memang sudah waktunya menjalani skrining kanker kolorektal.

Dengan kata lain, seseorang yang mengalami wasir belum tentu membutuhkan kolonoskopi.

Pemeriksaan lanjutan dipilih berdasarkan usia, karakter gejala, riwayat kesehatan, riwayat keluarga, serta temuan dari pemeriksaan awal.

Apakah Perlu Tes Darah untuk Mengetahui Wasir?

Pada banyak kasus, wasir dapat dikenali melalui riwayat gejala dan pemeriksaan fisik sehingga tes darah tidak selalu diperlukan.

Namun, pemeriksaan darah mungkin dibutuhkan jika perdarahan cukup banyak atau berlangsung lama. Dokter dapat memeriksa kadar hemoglobin untuk mengetahui apakah pasien mengalami anemia akibat kehilangan darah.

Pada perdarahan yang berat, evaluasinya tentu berbeda dan dapat membutuhkan pemeriksaan lebih lengkap.

Pedoman WSES-AAST menyebutkan bahwa pada dugaan wasir dengan perdarahan, pemeriksaan kondisi umum dan tingkat keparahan perdarahan menjadi penting, termasuk pemeriksaan hemoglobin pada situasi yang sesuai (World Journal of Emergency Surgery, 2021).

Perlukah Persiapan Sebelum Pemeriksaan Wasir?

Untuk pemeriksaan fisik biasa, umumnya tidak diperlukan persiapan khusus seperti saat akan menjalani kolonoskopi.

Anda cukup mengikuti petunjuk dokter atau fasilitas kesehatan.

Jika dokter berencana melakukan anoskopi, pasien biasanya juga tidak membutuhkan pembersihan seluruh usus. Mengosongkan kandung kemih dan buang air besar terlebih dahulu dapat membuat pemeriksaan terasa lebih nyaman.

Jika menggunakan obat yang dimasukkan melalui anus atau mengonsumsi obat pengencer darah, beri tahu dokter sebelum pemeriksaan.

Jangan menghentikan obat resep sendiri tanpa arahan tenaga medis.

Kapan Sebaiknya Memeriksakan Keluhan yang Diduga Wasir?

Pemeriksaan dokter sebaiknya dipertimbangkan ketika gejala tidak membaik, sering berulang, atau mengganggu aktivitas sehari-hari.

Segera periksakan diri jika mengalami:

  • darah dari anus yang berulang,
  • perdarahan cukup banyak,
  • tinja berwarna sangat gelap atau hitam,
  • benjolan anus yang terasa sangat nyeri,
  • demam,
  • perubahan pola buang air besar yang menetap,
  • penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas,
  • nyeri perut yang terus-menerus,
  • lemas atau pusing setelah mengalami perdarahan,
  • atau keluhan yang semakin berat.

Jangan menganggap setiap perdarahan dari anus sebagai wasir, terutama jika keluhan baru pertama kali terjadi atau penyebabnya belum pernah diperiksa.

Apakah Harus Malu Saat Pemeriksaan Wasir?

Tidak perlu merasa malu untuk memeriksakan keluhan di sekitar anus.

Wasir dan gangguan anorektal merupakan masalah kesehatan yang memang menjadi bagian dari pemeriksaan medis sehari-hari. Dokter dan tenaga kesehatan juga memiliki prosedur untuk menjaga privasi pasien selama pemeriksaan.

Jika merasa tegang atau takut sakit, sampaikan sejak awal. Dokter dapat menjelaskan setiap tahap sebelum pemeriksaan dilakukan sehingga Anda mengetahui apa yang akan dilakukan.

Semakin jelas informasi mengenai gejala dan kebiasaan buang air besar yang diberikan, semakin mudah dokter menentukan pemeriksaan yang sesuai.

Kesimpulan

Pemeriksaan Fisik pada Wasir dilakukan untuk melihat kondisi anus dan rektum, memastikan apakah keluhan memang berasal dari wasir, serta menilai jenis dan tingkat keparahannya.

Pemeriksaan biasanya dimulai dengan melihat area sekitar anus, termasuk saat pasien mengejan. Dokter kemudian dapat melakukan pemeriksaan colok dubur. Jika membutuhkan gambaran bagian dalam saluran anus, anoskopi dapat dilakukan.

Prosedur tersebut umumnya singkat dan hanya menimbulkan rasa tidak nyaman ringan pada sebagian besar orang.

Yang terpenting, perdarahan atau benjolan di anus jangan langsung dianggap sebagai wasir tanpa evaluasi. Gejala serupa dapat muncul akibat masalah lain sehingga pemeriksaan medis dapat membantu menentukan penyebab dan langkah penanganan yang tepat.

FAQ

1. Apa saja pemeriksaan fisik pada wasir?

Pemeriksaan biasanya mencakup melihat area anus secara langsung dan pemeriksaan colok dubur. Dokter juga dapat meminta pasien mengejan untuk melihat prolaps serta melakukan anoskopi jika diperlukan.

2. Apakah pemeriksaan wasir harus melalui colok dubur?

Tidak selalu setiap pasien membutuhkan tahapan pemeriksaan yang sama. Namun, pemeriksaan colok dubur sering dilakukan untuk menilai kondisi rektum, mencari massa atau darah, serta mengevaluasi otot anus.

3. Apakah pemeriksaan wasir terasa sakit?

Sebagian besar pemeriksaan hanya menimbulkan rasa tidak nyaman atau tekanan ringan. Rasa sakit dapat lebih terasa apabila terdapat trombosis, luka, fisura ani, atau peradangan pada area anus.

4. Apakah wasir bisa diketahui hanya dengan melihat?

Wasir luar sering kali dapat terlihat melalui pemeriksaan visual. Namun, wasir dalam berada di dalam saluran anus sehingga pemeriksaan colok dubur atau anoskopi mungkin diperlukan untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas.

5. Apakah anoskopi wajib untuk mendiagnosis wasir?

Tidak selalu. Anoskopi dapat dipertimbangkan jika dokter perlu melihat wasir dalam atau ketika hasil pemeriksaan awal belum cukup jelas. Pemeriksaan ini juga membantu mencari kelainan lain di saluran anus.

6. Apakah penderita wasir harus menjalani kolonoskopi?

Tidak semua penderita wasir membutuhkan kolonoskopi. Pemeriksaan ini biasanya dipertimbangkan jika terdapat perdarahan tanpa sumber yang jelas, perubahan pola buang air besar, faktor risiko kanker kolorektal, atau indikasi medis lainnya.

7. Dokter apa yang menangani pemeriksaan wasir?

Pemeriksaan awal dapat dilakukan oleh dokter umum. Pada kondisi tertentu, pasien dapat dirujuk ke dokter spesialis bedah, bedah digestif, gastroenterologi, atau dokter yang menangani penyakit kolorektal.

Referensi Ilmiah

  1. Hawkins AT, Davis BR, Bhama AR, et al. 2024. The American Society of Colon and Rectal Surgeons Clinical Practice Guidelines for the Management of Hemorrhoids. Diseases of the Colon & Rectum. 67(5):614–623. DOI: 10.1097/DCR.0000000000003276.
  2. Qureshi W, Hoang S, Frye J, Rao SSC. 2026. AGA Clinical Practice Update on Diagnosis and Treatment of Hemorrhoids: Expert Review. Clinical Gastroenterology and Hepatology. 24(7):1773–1781. DOI: 10.1016/j.cgh.2026.04.008.
  3. Brillantino A, Renzi A, Talento P, et al. 2024. The Italian Unitary Society of Colon-Proctology Guidelines for the Management of Acute and Chronic Hemorrhoidal Disease. Annals of Coloproctology. 40(4):287–320. DOI: 10.3393/ac.2023.00871.0124.
  4. Tarasconi A, Perrone G, Davies J, et al. 2021. Anorectal Emergencies: WSES-AAST Guidelines. World Journal of Emergency Surgery. 16:48. DOI: 10.1186/s13017-021-00384-x.
  5. National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK). 2016. Diagnosis of Hemorrhoids. National Institutes of Health.
  6. Cleveland Clinic. 2023. Anoscopy: What It Is & What to Expect During the Procedure. Medically reviewed, updated May 17, 2023.

Dapatkan Dami Sariwana di Official Store

Untuk menjamin keaslian produk, Anda dapat membeli Produk Dami Sariwana melalui:

Belanja di toko resmi memberikan keamanan, keaslian produk, dan kemudahan dalam mendapatkan informasi maupun promo terbaru.