Kenali Jenis-jenis Sakit Kepala beserta Penyebabnya
Keranjang 0+
Menu
21 Sep 2026 17:07 WIB

Kenali Jenis-jenis Sakit Kepala beserta Penyebabnya

Kenali jenis sakit kepala, ciri khas, penyebab, pemicu, cara meredakan, dan tanda bahaya yang perlu diperiksa dokter.

Kenali Jenis-jenis Sakit Kepala beserta Penyebabnya

Sakit kepala tidak selalu terasa sama. Ada yang terasa seperti kepala diikat kuat, berdenyut di satu sisi, menusuk di sekitar mata, hingga muncul sangat mendadak dan terasa berat. Karena itu, mengenali jenis-jenis sakit kepala dapat membantu memahami kemungkinan penyebab dan menentukan kapan keluhan cukup ditangani dengan perawatan sederhana atau perlu diperiksa dokter.

Secara umum, sakit kepala dibagi menjadi dua kelompok besar, yaitu sakit kepala primer dan sakit kepala sekunder. Sakit kepala primer merupakan gangguan sakit kepala itu sendiri, seperti migrain, tension-type headache atau sakit kepala tipe tegang, dan cluster headache. Sementara sakit kepala sekunder muncul akibat kondisi lain, misalnya infeksi, cedera kepala, gangguan pembuluh darah, atau penggunaan obat sakit kepala yang terlalu sering.

Masing-masing memiliki ciri berbeda. Jadi, bukan hanya lokasi sakit yang perlu diperhatikan, tetapi juga bagaimana rasa sakitnya, berapa lama berlangsung, seberapa sering muncul, pemicunya, serta gejala lain yang menyertai.

Baca Juga: Pentingnya Kesehatan Pencernaan bagi Daya Tahan Tubuh

Apa Saja Jenis-jenis Sakit Kepala?

Kenali Jenis-jenis Sakit Kepala beserta Penyebabnya

Jenis-jenis sakit kepala yang paling dikenal antara lain sakit kepala tipe tegang, migrain, cluster headache, dan sakit kepala sekunder. Selain itu, terdapat beberapa jenis yang lebih khusus, seperti sakit kepala akibat aktivitas fisik, batuk, rangsangan dingin, hingga penggunaan obat sakit kepala berlebihan.

International Classification of Headache Disorders atau ICHD-3 mengelompokkan sakit kepala primer ke dalam migrain, tension-type headache, trigeminal autonomic cephalalgias yang mencakup cluster headache, serta beberapa sakit kepala primer lainnya. Sakit kepala sekunder diklasifikasikan berdasarkan penyakit atau kondisi yang menjadi penyebabnya.

Berikut beberapa jenis yang penting untuk dikenali.

1. Sakit Kepala Tipe Tegang

Sakit kepala tipe tegang atau tension-type headache termasuk salah satu jenis sakit kepala primer yang sangat umum.

Keluhannya biasanya terasa seperti kepala sedang ditekan, diremas, atau diikat dengan pita yang cukup kencang. Nyeri sering muncul di kedua sisi kepala dan dapat terasa sampai dahi, pelipis, belakang kepala, atau leher.

Berbeda dengan migrain, sakit kepala tipe tegang umumnya tidak terasa berdenyut kuat. Aktivitas ringan seperti berjalan juga biasanya tidak membuat sakit jauh lebih berat.

Apa penyebab sakit kepala tipe tegang?

Penyebab pastinya cukup kompleks dan tidak bisa dijelaskan hanya sebagai "otot kepala tegang". Mekanisme nyeri pada saraf dan meningkatnya sensitivitas sistem saraf juga dapat berperan.

Namun, beberapa kondisi sering berkaitan dengan munculnya keluhan, seperti:

  • stres atau tekanan emosional,
  • kurang tidur,
  • kelelahan,
  • posisi tubuh yang kurang nyaman,
  • ketegangan otot leher dan bahu,
  • terlalu lama menatap layar,
  • serta melewatkan waktu makan.

Pada sebagian orang, sakit kepala tipe tegang hanya muncul sesekali. Namun, keluhan juga dapat menjadi lebih sering atau kronis. Kajian mengenai tension-type headache menunjukkan bahwa ciri khasnya adalah nyeri ringan hingga sedang, terasa menekan atau mengencang, biasanya pada kedua sisi kepala, dan tidak bertambah berat karena aktivitas fisik rutin.

2. Migrain

Migrain merupakan salah satu jenis-jenis sakit kepala yang sering menimbulkan gangguan aktivitas cukup besar.

Nyeri migrain biasanya terasa sedang hingga berat dan sering digambarkan sebagai rasa berdenyut. Nyeri memang sering muncul di satu sisi kepala, tetapi migrain juga bisa terasa pada kedua sisi.

Serangan dapat berlangsung selama beberapa jam hingga beberapa hari.

Selain sakit kepala, migrain dapat disertai:

  • mual,
  • muntah,
  • sensitif terhadap cahaya,
  • sensitif terhadap suara,
  • serta rasa sakit yang bertambah ketika melakukan aktivitas fisik.

Sebagian orang mengalami aura sebelum atau selama migrain. Aura adalah gangguan saraf sementara, misalnya melihat kilatan cahaya, garis zig-zag, titik buta, kesemutan, atau gangguan sensorik lainnya.

WHO menjelaskan bahwa migrain merupakan gangguan sakit kepala primer berulang yang sering disertai mual serta sensitivitas terhadap cahaya dan suara. Durasi serangan umumnya sekitar 4–72 jam.

Apa penyebab migrain?

Penyebab migrain belum sepenuhnya dipahami. Migrain berhubungan dengan perubahan aktivitas sistem saraf dan jalur yang memproses rasa sakit.

Faktor genetik juga dapat berperan sehingga migrain bisa lebih sering ditemukan dalam satu keluarga.

Beberapa hal yang dapat menjadi pemicu serangan pada orang tertentu antara lain:

  • kurang tidur atau perubahan jadwal tidur,
  • stres,
  • melewatkan makan,
  • dehidrasi,
  • perubahan hormonal,
  • cahaya terang,
  • suara tertentu,
  • alkohol,
  • serta makanan tertentu pada sebagian orang.

Pemicu migrain bisa berbeda pada setiap orang. Karena itu, mencatat kapan sakit kepala muncul dapat membantu menemukan pola pribadi.

3. Cluster Headache

Cluster headache termasuk jenis sakit kepala primer yang lebih jarang dibanding migrain atau sakit kepala tipe tegang, tetapi nyerinya dapat sangat berat.

Nyeri biasanya terjadi di satu sisi kepala, terutama di sekitar atau belakang salah satu mata. Serangan dapat muncul berulang kali dalam periode tertentu, misalnya selama beberapa minggu atau bulan.

Selain rasa sakit yang intens, sisi wajah yang terkena dapat mengalami:

  • mata berair,
  • mata merah,
  • hidung tersumbat,
  • hidung berair,
  • kelopak mata turun,
  • atau pembengkakan di sekitar mata.

Satu serangan biasanya berlangsung sekitar 15–180 menit dan dapat berulang beberapa kali dalam sehari. Pola inilah yang membuatnya disebut "cluster" atau berkelompok.

Apa penyebab cluster headache?

Penyebab cluster headache belum diketahui secara pasti.

Aktivitas bagian otak yang mengatur ritme biologis tubuh diduga ikut berperan. Beberapa orang juga memiliki pola serangan pada jam atau periode tertentu.

Alkohol dapat memicu serangan pada sebagian penderita ketika sedang berada dalam periode cluster. Namun, pemicu setiap orang tidak selalu sama.

Karena gejalanya dapat menyerupai kondisi lain, sakit kepala sangat berat di satu sisi sekitar mata sebaiknya diperiksa untuk mendapatkan diagnosis yang tepat.

4. Sakit Kepala Akibat Penggunaan Obat Berlebihan

Obat pereda nyeri memang dapat membantu mengurangi sakit kepala. Namun, penggunaan obat untuk menangani sakit kepala secara terlalu sering justru dapat membuat sakit kepala muncul semakin sering.

Kondisi ini dikenal sebagai medication-overuse headache atau sakit kepala akibat penggunaan obat berlebihan.

Biasanya kondisi ini terjadi pada orang yang sebelumnya sudah memiliki sakit kepala primer, seperti migrain, kemudian menggunakan obat untuk mengatasi serangan secara terlalu sering dalam jangka panjang.

Sakit kepala dapat terasa hampir setiap hari atau muncul berulang kali.

Risikonya berbeda tergantung jenis obat yang digunakan. Secara umum, diagnosis mempertimbangkan sakit kepala yang terjadi sedikitnya 15 hari dalam sebulan pada orang dengan gangguan sakit kepala sebelumnya, disertai penggunaan obat akut secara berlebihan selama lebih dari tiga bulan. Batas penggunaan berlebihan dapat berbeda menurut jenis obat.

Karena itu, jangan terus menambah frekuensi obat sakit kepala tanpa mengetahui penyebab keluhan.

Jika kebutuhan obat semakin sering, konsultasikan dengan dokter untuk mengevaluasi pola sakit kepala dan menentukan strategi pengobatan yang lebih tepat.

5. Sakit Kepala karena Infeksi

Beberapa infeksi dapat menimbulkan sakit kepala sebagai salah satu gejalanya.

Infeksi saluran pernapasan, influenza, infeksi sinus, dan berbagai infeksi lain dapat menyebabkan sakit kepala, terutama ketika disertai demam, hidung tersumbat, kelelahan, atau nyeri pada area wajah.

Pada kondisi yang jauh lebih serius seperti meningitis, sakit kepala dapat muncul bersama demam tinggi, leher kaku, muntah, gangguan kesadaran, atau sensitivitas terhadap cahaya.

Sakit kepala akibat infeksi termasuk sakit kepala sekunder karena nyeri muncul sebagai bagian dari penyakit lain.

6. Sakit Kepala akibat Masalah pada Sinus, Mata, Gigi, atau Leher

Gangguan pada struktur di sekitar kepala juga dapat menyebabkan sakit kepala.

Contohnya adalah infeksi sinus, masalah pada mata, kelainan gigi dan rahang, atau kondisi tertentu pada leher.

Nyeri akibat gangguan sinus biasanya muncul bersama gejala sinus lainnya, misalnya hidung tersumbat, sekret hidung, tekanan pada wajah, atau tanda infeksi. Sementara masalah mata dapat menimbulkan sakit di sekitar dahi dan mata.

Masalah pada rahang atau gigi juga dapat menimbulkan nyeri yang menjalar menuju pelipis atau kepala.

Karena lokasi nyeri dapat saling tumpang tindih, sakit kepala di dahi atau sekitar mata tidak otomatis berarti sakit kepala sinus.

7. Sakit Kepala Setelah Cedera Kepala atau Leher

Benturan pada kepala atau cedera leher dapat menyebabkan sakit kepala.

Keluhannya dapat muncul segera setelah cedera atau beberapa waktu kemudian. Pada sebagian kasus, sakit kepala dapat berlangsung cukup lama.

Jika sakit kepala terjadi setelah benturan keras, terutama jika disertai:

  • muntah berulang,
  • pingsan,
  • mengantuk berat,
  • kebingungan,
  • gangguan ingatan,
  • gangguan keseimbangan,
  • kelemahan anggota tubuh,
  • atau kejang,

segera lakukan pemeriksaan medis.

Gejala tersebut tidak boleh dianggap sebagai sakit kepala biasa.

8. Sakit Kepala akibat Batuk atau Aktivitas Fisik

Sakit kepala pada sebagian orang dapat muncul ketika batuk, mengejan, berolahraga, atau melakukan aktivitas fisik berat.

ICHD-3 mengenal beberapa bentuk sakit kepala primer yang berhubungan dengan aktivitas, termasuk primary cough headache dan primary exercise headache.

Namun, sakit kepala yang pertama kali muncul secara tiba-tiba ketika olahraga, batuk, mengejan, atau aktivitas berat perlu dievaluasi dengan hati-hati. Dokter mungkin perlu memastikan bahwa tidak terdapat gangguan lain yang menjadi penyebabnya.

Terutama jika sakitnya sangat hebat dan terjadi secara mendadak.

9. Sakit Kepala karena Rangsangan Dingin

Pernah merasakan sakit tajam di kepala setelah terlalu cepat makan es krim atau minum minuman sangat dingin?

Kondisi ini sering disebut brain freeze.

Dalam klasifikasi medis, kondisi tersebut termasuk cold-stimulus headache. Nyeri biasanya muncul cepat setelah langit-langit mulut terkena makanan atau minuman dingin dan umumnya hanya berlangsung singkat.

Brain freeze biasanya tidak berbahaya dan akan menghilang dengan sendirinya.

10. Sakit Kepala Mendadak Sangat Hebat atau Thunderclap Headache

Thunderclap headache adalah sakit kepala yang muncul sangat mendadak dan mencapai tingkat nyeri berat dalam waktu sangat singkat.

Keluhan ini sering digambarkan sebagai sakit kepala terburuk yang pernah dialami.

Berbeda dengan beberapa jenis-jenis sakit kepala lain yang bisa ditangani dengan perawatan sederhana, sakit kepala mendadak sangat berat membutuhkan pertolongan medis segera.

Thunderclap headache dapat berkaitan dengan kondisi serius, termasuk perdarahan di sekitar otak atau gangguan pembuluh darah. Mayo Clinic menyebut nyerinya dapat mencapai puncak dalam waktu sekitar 60 detik dan merekomendasikan evaluasi medis darurat untuk sakit kepala yang tiba-tiba dan sangat berat.

Apakah Lokasi Sakit Kepala Bisa Menentukan Penyebabnya?

Lokasi sakit kepala dapat memberikan petunjuk, tetapi tidak cukup untuk menentukan diagnosis. Sakit kepala di sebelah kanan, kiri, depan, belakang, atau sekitar mata dapat terjadi pada beberapa jenis sakit kepala yang berbeda.

Misalnya, migrain sering terasa pada satu sisi kepala, tetapi bisa juga terjadi pada kedua sisi. Sakit kepala tipe tegang biasanya terasa di kedua sisi, sedangkan cluster headache lebih khas dengan nyeri sangat berat di sekitar satu mata.

Karena itu, dokter biasanya mempertimbangkan beberapa hal sekaligus, seperti:

  • lokasi sakit,
  • sifat nyeri,
  • tingkat keparahan,
  • durasi,
  • frekuensi,
  • pemicu,
  • gejala penyerta,
  • serta riwayat kesehatan.

Pola gejala secara keseluruhan lebih penting dibanding hanya melihat bagian kepala yang sakit.

Inilah Rekomendasi Migranal Obat Herbal yang Bantu Meredakan Sakit Kepalamu!

Bagaimana Cara Membedakan Migrain dan Sakit Kepala Biasa?

Migrain cenderung menimbulkan nyeri sedang hingga berat, sering berdenyut, dan dapat memburuk ketika melakukan aktivitas. Mual serta sensitivitas terhadap cahaya dan suara juga sering muncul.

Sementara sakit kepala tipe tegang biasanya terasa seperti tekanan atau kepala diikat. Nyeri cenderung ringan hingga sedang dan tidak selalu mengganggu aktivitas secara berat.

Namun, gejala seseorang tidak selalu sama persis dengan pola tersebut. Diagnosis tetap memerlukan penilaian terhadap keseluruhan gejala.

Apa yang Bisa Dilakukan Saat Sakit Kepala?

Penanganan sakit kepala bergantung pada penyebabnya. Namun, beberapa langkah sederhana dapat membantu pada sakit kepala ringan yang tidak disertai tanda bahaya.

Cobalah:

  • beristirahat cukup,
  • minum air sesuai kebutuhan,
  • makan secara teratur,
  • mengurangi paparan cahaya terang jika terasa mengganggu,
  • beristirahat sejenak dari layar,
  • mengurangi stres,
  • memperbaiki posisi duduk,
  • serta menjaga jadwal tidur yang teratur.

Jika menggunakan obat pereda nyeri bebas, ikuti petunjuk dosis pada kemasan atau arahan tenaga kesehatan.

Jangan meningkatkan frekuensi penggunaan obat hanya karena sakit kepala sering kambuh. Penggunaan obat sakit kepala yang terlalu sering justru dapat menyebabkan medication-overuse headache.

Buat Catatan Sakit Kepala untuk Mengenali Polanya

Jika sakit kepala sering muncul, membuat headache diary atau catatan sakit kepala dapat membantu.

Catat informasi seperti:

  • kapan sakit kepala dimulai,
  • lokasi nyeri,
  • berapa lama berlangsung,
  • seberapa berat rasa sakitnya,
  • makanan atau minuman sebelumnya,
  • jam tidur,
  • aktivitas,
  • kondisi menstruasi jika relevan,
  • tingkat stres,
  • obat yang dikonsumsi,
  • serta gejala lain yang menyertai.

Catatan tersebut dapat membantu mengenali pemicu sekaligus mempermudah dokter melakukan evaluasi.

Kapan Sakit Kepala Perlu Diperiksa Dokter?

Sebaiknya konsultasikan dengan dokter jika sakit kepala:

  • semakin sering,
  • semakin berat,
  • berubah dari pola biasanya,
  • tidak membaik dengan penanganan sederhana,
  • sering mengganggu tidur,
  • menghambat pekerjaan atau aktivitas,
  • membutuhkan obat pereda nyeri semakin sering,
  • atau muncul berulang dalam waktu lama.

Pemeriksaan juga penting jika seseorang mengalami sakit kepala baru pada kondisi tertentu, misalnya setelah cedera atau memiliki penyakit tertentu yang dapat meningkatkan risiko sakit kepala sekunder.

Kapan Sakit Kepala Menjadi Kondisi Darurat?

Segera cari pertolongan medis jika sakit kepala terjadi secara tiba-tiba dan sangat berat, terutama jika berbeda dari sakit kepala yang biasanya dialami.

Waspadai sakit kepala yang disertai:

  • kelemahan atau mati rasa pada salah satu sisi tubuh,
  • sulit berbicara,
  • kebingungan,
  • kehilangan kesadaran,
  • kejang,
  • gangguan penglihatan mendadak,
  • demam tinggi dan leher kaku,
  • kesulitan berjalan,
  • atau muntah berat yang tidak biasa.

Gejala tersebut dapat berkaitan dengan kondisi medis yang membutuhkan penanganan cepat. Evaluasi medis juga dianjurkan untuk sakit kepala baru dengan tanda neurologis, onset mendadak, atau perubahan pola yang signifikan.

Kesimpulan

Mengenali jenis-jenis sakit kepala dapat membantu memahami mengapa rasa sakit yang dialami setiap orang bisa berbeda. Sakit kepala primer yang umum meliputi sakit kepala tipe tegang, migrain, dan cluster headache. Sementara sakit kepala sekunder dapat terjadi akibat infeksi, cedera, penggunaan obat berlebihan, atau kondisi kesehatan lainnya.

Perhatikan bukan hanya lokasi sakit, tetapi juga sifat nyeri, durasi, frekuensi, pemicu, dan gejala yang menyertainya.

Sakit kepala ringan yang sesekali terjadi sering dapat membaik dengan istirahat dan perubahan kebiasaan. Namun, sakit kepala yang semakin sering, berubah dari pola biasanya, sangat berat, atau disertai gangguan saraf perlu mendapatkan evaluasi medis.

FAQ tentang Jenis-jenis Sakit Kepala

Apa jenis sakit kepala yang paling umum?

Salah satu jenis sakit kepala yang paling umum adalah tension-type headache atau sakit kepala tipe tegang. Nyeri biasanya terasa seperti kepala ditekan atau diikat dan sering terjadi pada kedua sisi kepala.

Apa perbedaan sakit kepala biasa dan migrain?

Sakit kepala tipe tegang biasanya terasa menekan atau mengencang dengan intensitas ringan hingga sedang. Migrain cenderung lebih berat, dapat berdenyut, dan sering disertai mual serta sensitivitas terhadap cahaya atau suara.

Sakit kepala sebelah kanan termasuk jenis apa?

Sakit kepala sebelah kanan bukan diagnosis tertentu. Migrain, cluster headache, sakit kepala dari leher, maupun kondisi lain dapat menimbulkan nyeri di satu sisi sehingga perlu memperhatikan gejala lainnya.

Kenapa sakit kepala terasa di belakang kepala?

Sakit kepala bagian belakang dapat berkaitan dengan sakit kepala tipe tegang, masalah leher, migrain, atau kondisi lain. Lokasi nyeri saja belum cukup untuk mengetahui penyebabnya.

Apakah stres dapat menyebabkan sakit kepala?

Stres dapat menjadi pemicu atau memperburuk sakit kepala pada sebagian orang, terutama sakit kepala tipe tegang dan migrain. Polanya dapat berbeda pada setiap orang.

Apakah kurang tidur bisa menyebabkan sakit kepala?

Kurang tidur atau perubahan pola tidur dapat memicu sakit kepala pada sebagian orang, khususnya mereka yang memiliki migrain. Menjaga waktu tidur yang teratur dapat membantu mengurangi pemicu.

Apakah sakit kepala setiap hari berbahaya?

Tidak semua sakit kepala harian berarti kondisi berbahaya, tetapi keluhan yang terjadi hampir setiap hari sebaiknya diperiksa. Penyebabnya dapat berupa sakit kepala kronis, penggunaan obat berlebihan, atau kondisi lain yang perlu dievaluasi.

Kapan sakit kepala harus dibawa ke IGD?

Cari pertolongan darurat jika sakit kepala muncul tiba-tiba dan sangat berat atau disertai kelemahan tubuh, sulit bicara, kejang, pingsan, gangguan penglihatan, demam tinggi dengan leher kaku, atau gangguan kesadaran.

Referensi Ilmiah

  1. Headache Classification Committee of the International Headache Society. 2018. The International Classification of Headache Disorders, 3rd Edition. Cephalalgia, 38(1), 1–211. DOI: 10.1177/0333102417738202.
  2. World Health Organization. 2025. Migraine and Other Headache Disorders. World Health Organization.
  3. Robbins MS. 2021. Diagnosis and Management of Headache: A Review. JAMA, 325(18), 1874–1885. DOI: 10.1001/jama.2021.1640.
  4. Ashina S, et al. 2021. Tension-type headache. Nature Reviews Disease Primers, 7. DOI: 10.1038/s41572-021-00257-2.
  5. Schindler EAD, Burish MJ. 2022. Recent advances in the diagnosis and management of cluster headache. BMJ, 376:e059577. DOI: 10.1136/bmj-2020-059577.
  6. Hird MA, Sandoe CH. 2023. Medication Overuse Headache: an Updated Review and Clinical Recommendations on Management. Current Neurology and Neuroscience Reports, 23(7), 389–398. DOI: 10.1007/s11910-023-01278-y.
  7. Mayo Clinic. Thunderclap Headaches – Symptoms and Causes. Mayo Clinic.

Dapatkan Dami Sariwana di Official Store

Untuk menjamin keaslian produk, Anda dapat membeli Produk Dami Sariwana melalui:

Belanja di toko resmi memberikan keamanan, keaslian produk, dan kemudahan dalam mendapatkan informasi maupun promo terbaru.