Gejala Katarak - 7 Ciri-Ciri Mata Katarak yang Wajib Diwaspadai, Ini Gejala Awalnya!
Keranjang 0+
Menu
03 Aug 2026 11:39 WIB

Gejala Katarak - 7 Ciri-Ciri Mata Katarak yang Wajib Diwaspadai, Ini Gejala Awalnya!

Kenali gejala katarak sejak dini agar penanganan lebih cepat dan kesehatan mata tetap terjaga.

Gejala Katarak - 7 Ciri-Ciri Mata Katarak yang Wajib Diwaspadai, Ini Gejala Awalnya!

Gejala katarak sering kali berkembang secara perlahan sehingga banyak orang tidak menyadarinya. Pada tahap awal, perubahan penglihatan mungkin terlihat sepele. Namun, jika dibiarkan, kondisi ini dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, mulai dari membaca, bekerja, hingga mengemudi. Oleh karena itu, mengenali gejala katarak dan memahami ciri ciri mata katarak sejak dini sangat penting agar penanganan dapat dilakukan sebelum kondisinya semakin parah.

Katarak merupakan kondisi ketika lensa mata menjadi keruh sehingga cahaya sulit masuk ke retina. Akibatnya, penglihatan menjadi kabur dan kualitas hidup dapat menurun. Meski lebih sering terjadi pada lansia, katarak juga bisa dialami oleh orang yang lebih muda karena faktor tertentu.

Inilah 8 Cara Menjaga Kesehatan Mata Supaya Tetap Tajam dan Bekerja dengan Baik

Pada artikel ini, Anda akan mempelajari berbagai gejala katarak, penyebabnya, faktor risiko, hingga cara mencegahnya agar kesehatan mata tetap terjaga.

Gejala Katarak yang Perlu Dikenali Sejak Awal

Gejala katarak biasanya muncul secara bertahap. Banyak penderita menganggap perubahan penglihatan sebagai tanda mata lelah atau bertambahnya usia. Padahal, semakin cepat kondisi ini dikenali, semakin besar peluang mendapatkan penanganan yang tepat.

Berikut beberapa ciri ciri mata katarak yang paling umum.

1. Penglihatan Menjadi Kabur

Ini merupakan gejala katarak yang paling sering dialami.

Pandangan terasa seperti melihat melalui kaca yang berembun. Kacamata baru pun sering kali tidak mampu memperbaiki kualitas penglihatan secara maksimal.

Jika kondisi ini terus berlangsung selama beberapa minggu atau bulan, sebaiknya segera memeriksakan mata.

2. Mata Lebih Sensitif terhadap Cahaya

Penderita katarak sering merasa silau ketika melihat lampu kendaraan atau sinar matahari.

Pada malam hari, silau dapat terasa lebih mengganggu sehingga aktivitas mengemudi menjadi kurang nyaman.

Sensitivitas terhadap cahaya termasuk ciri ciri mata katarak yang cukup mudah dikenali.

3. Sulit Melihat pada Malam Hari

Seiring bertambahnya kekeruhan lensa mata, kemampuan melihat dalam kondisi minim cahaya akan menurun.

Penderita biasanya mengalami:

  • Jalan terlihat lebih gelap.
  • Lampu kendaraan tampak menyebar.
  • Sulit mengenali objek di malam hari.

Bila kondisi ini semakin sering terjadi, bisa jadi merupakan gejala katarak yang perlu diperiksa lebih lanjut.

4. Warna Terlihat Kusam atau Kekuningan

Lensa mata yang keruh membuat warna tidak lagi terlihat cerah.

Beberapa orang merasa warna putih berubah menjadi kekuningan. Warna biru juga tampak lebih pudar dibanding sebelumnya.

Perubahan persepsi warna merupakan salah satu ciri ciri mata katarak yang cukup khas.

5. Sering Mengganti Ukuran Kacamata

Apakah Anda merasa ukuran kacamata cepat berubah?

Hal ini dapat menjadi salah satu gejala katarak karena perubahan pada lensa mata menyebabkan hasil pemeriksaan mata juga ikut berubah.

Jika dalam waktu singkat Anda harus berkali-kali mengganti resep kacamata, sebaiknya lakukan pemeriksaan mata secara menyeluruh.

6. Melihat Bayangan Ganda pada Satu Mata

Berbeda dengan gangguan penglihatan biasa, katarak dapat menyebabkan satu mata melihat dua bayangan sekaligus.

Gejala ini dikenal sebagai monocular diplopia.

Walaupun tidak selalu terjadi, kondisi ini cukup sering ditemukan pada penderita katarak tahap awal.

7. Muncul Lingkaran Cahaya di Sekitar Lampu

Saat melihat lampu, penderita dapat melihat lingkaran cahaya atau halo.

Kondisi ini terjadi karena cahaya tidak dapat difokuskan secara sempurna akibat lensa yang mulai keruh.

Halo di sekitar lampu termasuk ciri ciri mata katarak yang sering muncul pada malam hari.

Mengapa Gejala Katarak Bisa Terjadi?Gejala Katarak - 7 Ciri-Ciri Mata Katarak yang Wajib Diwaspadai, Ini Gejala Awalnya!

Secara normal, lensa mata bersifat bening sehingga cahaya dapat masuk menuju retina.

Namun, seiring bertambahnya usia atau karena faktor tertentu, protein pada lensa mulai menggumpal. Akibatnya, lensa menjadi keruh dan memunculkan gejala katarak secara bertahap.

Proses ini biasanya berlangsung selama bertahun-tahun sehingga banyak orang tidak menyadari perubahan tersebut.

Penyebab Gejala Katarak

Berbagai faktor dapat meningkatkan risiko munculnya gejala katarak, antara lain:

Faktor Usia

Penyebab paling umum adalah proses penuaan.

Semakin bertambah usia, kualitas lensa mata semakin menurun.

Diabetes

Kadar gula darah tinggi dalam waktu lama dapat mempercepat kerusakan lensa mata.

Karena itu, penderita diabetes memiliki risiko lebih tinggi mengalami ciri ciri mata katarak.

Paparan Sinar UV Berlebihan

Terlalu sering berada di bawah sinar matahari tanpa pelindung mata dapat mempercepat pembentukan katarak.

Gunakan kacamata hitam dengan perlindungan UV ketika beraktivitas di luar ruangan.

Cedera Mata

Benturan keras maupun trauma pada mata dapat menyebabkan katarak traumatik.

Gejalanya bisa muncul segera maupun beberapa tahun setelah cedera terjadi.

Penggunaan Obat Steroid Jangka Panjang

Penggunaan kortikosteroid dalam jangka panjang diketahui dapat meningkatkan risiko terbentuknya katarak.

Karena itu, penggunaan obat ini sebaiknya selalu sesuai anjuran dokter.

Kebiasaan Merokok

Zat kimia dalam rokok mempercepat proses oksidasi pada lensa mata.

Akibatnya, gejala katarak dapat muncul lebih cepat dibandingkan orang yang tidak merokok.

Siapa yang Berisiko Mengalami Katarak?

Beberapa kelompok memiliki risiko lebih tinggi mengalami gejala katarak, yaitu:

  • Lansia di atas 60 tahun.
  • Penderita diabetes.
  • Perokok aktif.
  • Orang dengan riwayat cedera mata.
  • Pengguna steroid jangka panjang.
  • Orang yang sering terpapar sinar matahari.
  • Memiliki anggota keluarga dengan riwayat katarak.

Semakin banyak faktor risiko yang dimiliki, semakin penting melakukan pemeriksaan mata secara rutin.

Kapan Harus Memeriksakan Mata?

Segera lakukan pemeriksaan apabila mengalami kondisi berikut:

  • Penglihatan kabur yang semakin memburuk.
  • Sulit melihat saat malam.
  • Mata sangat silau terhadap cahaya.
  • Warna terlihat kusam.
  • Sering mengganti ukuran kacamata.
  • Aktivitas sehari-hari mulai terganggu.

Pemeriksaan sejak dini membantu memastikan apakah keluhan tersebut benar merupakan gejala katarak atau disebabkan penyakit mata lainnya.

Apakah Gejala Katarak Bisa Dicegah?

Tidak semua kasus dapat dicegah, terutama yang berkaitan dengan usia.

Namun, risiko munculnya gejala katarak dapat dikurangi melalui kebiasaan sehat.

Gunakan Kacamata Pelindung UV

Kacamata dengan perlindungan UV membantu melindungi lensa mata dari paparan sinar ultraviolet.

Berhenti Merokok

Menghentikan kebiasaan merokok memberikan manfaat besar bagi kesehatan mata maupun tubuh secara keseluruhan.

Konsumsi Makanan Bergizi

Perbanyak konsumsi:

  • Bayam.
  • Brokoli.
  • Wortel.
  • Jeruk.
  • Ikan berlemak.
  • Kacang-kacangan.

Makanan kaya vitamin A, C, E, lutein, dan omega-3 membantu menjaga kesehatan mata.

Kontrol Penyakit Kronis

Jika memiliki diabetes atau hipertensi, pastikan penyakit tetap terkontrol agar risiko kerusakan mata berkurang.

Periksa Mata Secara Berkala

Pemeriksaan mata rutin sangat penting, terutama setelah usia 40 tahun.

Semakin cepat gejala katarak ditemukan, semakin baik peluang mendapatkan penanganan.

Baca Juga: 12 Fakta Penting yang Wajib Diketahui Penyebab Katarak dan Tindakan!

Apakah Katarak Bisa Disembuhkan?

Pada tahap awal, dokter mungkin hanya menyarankan penggunaan pencahayaan yang lebih baik atau mengganti ukuran kacamata.

Namun, bila gejala katarak sudah mengganggu aktivitas sehari-hari, operasi katarak menjadi pilihan penanganan yang paling efektif.

Operasi dilakukan dengan mengganti lensa mata yang keruh menggunakan lensa buatan sehingga penglihatan dapat kembali lebih jernih.

Menjaga Kesehatan Mata dengan Dukungan Herbal

Selain menjalani pola hidup sehat dan rutin memeriksakan mata, sebagian masyarakat juga menggunakan jamu herbal sebagai pelengkap untuk membantu memelihara kesehatan mata.

Salah satu produk yang dapat dipertimbangkan adalah Jamu Herbal KATAXAN 100 Pil, yaitu jamu herbal tradisional yang diperuntukkan bagi penderita katarak serta membantu memelihara kesehatan mata. Perlu diingat bahwa produk herbal bukan pengganti pemeriksaan atau pengobatan medis. Jika Anda mulai mengalami gejala katarak atau menemukan ciri ciri mata katarak, tetap konsultasikan kondisi mata kepada dokter agar mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.

Kesimpulan

Gejala katarak tidak boleh dianggap sebagai bagian normal dari proses penuaan. Penglihatan kabur, mata silau, sulit melihat pada malam hari, perubahan warna, hingga sering mengganti ukuran kacamata merupakan beberapa ciri ciri mata katarak yang perlu diwaspadai.

Semakin cepat kondisi dikenali, semakin besar peluang mendapatkan penanganan yang efektif. Jangan menunda pemeriksaan mata apabila mulai merasakan perubahan pada penglihatan, karena kesehatan mata berperan penting dalam menjaga kualitas hidup.

FAQ

Apakah gejala katarak selalu muncul pada lansia?

Tidak. Meskipun lebih sering terjadi pada usia lanjut, gejala katarak juga dapat muncul pada usia muda akibat diabetes, cedera mata, penggunaan steroid, atau faktor genetik.

Apakah ciri ciri mata katarak bisa hilang sendiri?

Tidak. Katarak tidak dapat hilang dengan sendirinya. Penanganan tergantung tingkat keparahan dan umumnya memerlukan evaluasi dokter mata.

Bagaimana membedakan gejala katarak dengan mata minus?

Mata minus biasanya membaik dengan kacamata yang sesuai. Sebaliknya, gejala katarak sering tetap mengganggu meskipun ukuran kacamata sudah diganti.

Apakah semua penderita katarak harus operasi?

Tidak selalu. Operasi biasanya dilakukan ketika gejala katarak sudah mengganggu aktivitas sehari-hari dan kualitas penglihatan menurun secara signifikan.

Bisakah gejala katarak dicegah?

Risikonya dapat dikurangi dengan berhenti merokok, memakai pelindung UV, mengontrol diabetes, mengonsumsi makanan bergizi, dan rutin memeriksakan kesehatan mata.

Dapatkan Dami Sariwana di Official Store

Untuk menjamin keaslian produk, Anda dapat membeli Produk Dami Sariwana melalui:

Belanja di toko resmi memberikan keamanan, keaslian produk, dan kemudahan dalam mendapatkan informasi maupun promo terbaru.