Diabetes Mellitus: 15 Gejala, Penyebab dan Cara Mencegah yang Wajib Anda Ketahui
Keranjang 0+
Menu
07 Aug 2026 14:50 WIB

Diabetes Mellitus: 15 Gejala, Penyebab dan Cara Mencegah yang Wajib Anda Ketahui

Kenali diabetes mellitus sejak dini agar kadar gula darah tetap terkontrol dan tubuh tetap sehat.

Diabetes Mellitus: 15 Gejala, Penyebab dan Cara Mencegah yang Wajib Anda Ketahui

Table of Contents

Diabetes mellitus merupakan salah satu penyakit kronis yang jumlah penderitanya terus meningkat setiap tahun. Kondisi ini terjadi ketika kadar gula darah berada di atas batas normal akibat tubuh tidak mampu memproduksi insulin yang cukup atau tidak dapat menggunakan insulin secara efektif. Akibatnya, glukosa menumpuk di dalam darah dan dapat memicu berbagai gangguan kesehatan apabila tidak ditangani dengan baik.

Banyak orang tidak menyadari bahwa diabetes mellitus sering berkembang secara perlahan. Pada tahap awal, gejalanya dapat terlihat ringan sehingga kerap diabaikan. Padahal, deteksi dini sangat penting untuk mencegah komplikasi serius seperti penyakit jantung, stroke, kerusakan ginjal, gangguan mata, hingga kerusakan saraf.

Kabar baiknya, diabetes mellitus dapat dicegah dan dikendalikan melalui pola hidup sehat, pemeriksaan kesehatan secara rutin, serta pengobatan yang tepat sesuai anjuran dokter. Dengan memahami penyebab, faktor risiko, dan cara pencegahannya, Anda dapat menjaga kadar gula darah tetap stabil serta meningkatkan kualitas hidup.

Inilah Arti Tinggi dan Rendahnya Kadar Gula Darah

Artikel ini akan membahas secara lengkap mengenai diabetes mellitus, mulai dari pengertian, jenis, gejala, penyebab, faktor risiko, hingga langkah-langkah efektif untuk mencegah penyakit ini.


Apa Itu Diabetes Mellitus?

Diabetes mellitus adalah penyakit metabolik kronis yang ditandai dengan tingginya kadar glukosa atau gula di dalam darah (hiperglikemia). Kondisi ini terjadi karena tubuh mengalami gangguan dalam memproduksi hormon insulin atau tidak mampu menggunakan insulin secara optimal.

Insulin merupakan hormon yang diproduksi oleh pankreas. Hormon ini berfungsi membantu glukosa masuk ke dalam sel tubuh untuk diubah menjadi energi. Jika insulin tidak bekerja sebagaimana mestinya, glukosa akan tetap berada di aliran darah sehingga kadar gula darah meningkat.

Apabila diabetes mellitus tidak dikendalikan, kadar gula darah yang tinggi secara terus-menerus dapat merusak pembuluh darah, organ tubuh, serta berbagai jaringan penting.


Jenis-Jenis Diabetes Mellitus

Diabetes Mellitus Tipe 1

Diabetes mellitus tipe 1 terjadi ketika sistem kekebalan tubuh menyerang sel beta pankreas yang memproduksi insulin. Akibatnya, tubuh hampir tidak menghasilkan insulin sama sekali.

Penyakit ini biasanya muncul sejak masa kanak-kanak atau remaja, tetapi dapat terjadi pada usia berapa pun. Penderita diabetes tipe 1 memerlukan terapi insulin seumur hidup agar kadar gula darah tetap terkendali.

Beberapa ciri diabetes tipe 1 antara lain:

  • Penurunan berat badan secara drastis.
  • Sering merasa haus.
  • Buang air kecil lebih sering.
  • Mudah lelah.
  • Nafsu makan meningkat.

Diabetes Mellitus Tipe 2

Diabetes mellitus tipe 2 merupakan jenis yang paling banyak ditemukan. Pada kondisi ini, tubuh masih memproduksi insulin, tetapi sel-sel tubuh menjadi kurang sensitif terhadap hormon tersebut. Kondisi ini dikenal sebagai resistensi insulin.

Seiring waktu, pankreas juga dapat mengalami penurunan kemampuan memproduksi insulin sehingga kadar gula darah terus meningkat.

Beberapa faktor yang meningkatkan risiko diabetes tipe 2 meliputi:

  • Obesitas.
  • Kurang aktivitas fisik.
  • Pola makan tinggi gula dan lemak.
  • Faktor keturunan.
  • Usia di atas 45 tahun.

Namun, saat ini diabetes mellitus tipe 2 juga semakin banyak ditemukan pada usia muda akibat gaya hidup yang kurang sehat.


Diabetes Gestasional

Diabetes gestasional adalah kondisi meningkatnya kadar gula darah selama masa kehamilan. Penyakit ini biasanya muncul pada trimester kedua atau ketiga.

Sebagian besar ibu hamil akan kembali memiliki kadar gula darah normal setelah melahirkan. Meski demikian, wanita yang pernah mengalami diabetes gestasional memiliki risiko lebih tinggi mengalami diabetes mellitus tipe 2 di kemudian hari.

Selain itu, bayi yang lahir dari ibu dengan diabetes gestasional juga berisiko mengalami berat badan lahir berlebih serta gangguan metabolisme.

Berapa Kadar Gula Darah Normal? Panduan Lengkap Kadar Gula Darah & Cara Menjaganya


Bagaimana Diabetes Mellitus Terjadi?

Agar lebih mudah dipahami, berikut proses terjadinya diabetes mellitus.

  1. Makanan yang mengandung karbohidrat diubah menjadi glukosa.
  2. Glukosa masuk ke dalam aliran darah.
  3. Pankreas menghasilkan insulin.
  4. Insulin membantu glukosa masuk ke dalam sel tubuh.
  5. Sel menggunakan glukosa sebagai sumber energi.

Pada penderita diabetes mellitus, proses tersebut terganggu. Akibatnya, glukosa tidak dapat masuk ke dalam sel secara optimal sehingga kadar gula darah meningkat.

Jika kondisi ini berlangsung dalam waktu lama, berbagai organ tubuh dapat mengalami kerusakan.


Gejala Diabetes Mellitus

Gejala diabetes mellitus dapat muncul secara bertahap. Bahkan, sebagian penderita tidak menyadari dirinya mengidap penyakit ini hingga terjadi komplikasi.

Berikut beberapa gejala yang paling sering dialami.

Sering Buang Air Kecil

Kadar gula darah yang tinggi membuat ginjal bekerja lebih keras untuk membuang kelebihan glukosa melalui urine. Akibatnya, penderita menjadi lebih sering buang air kecil, terutama pada malam hari.


Mudah Haus

Karena tubuh kehilangan banyak cairan melalui urine, penderita diabetes mellitus akan lebih mudah merasa haus meskipun sudah cukup minum.


Mudah Lapar

Sel tubuh tidak memperoleh energi yang cukup akibat glukosa tidak dapat masuk ke dalam sel secara maksimal. Kondisi ini membuat penderita lebih cepat merasa lapar.


Berat Badan Menurun Tanpa Sebab

Pada diabetes tipe 1, tubuh mulai menggunakan lemak dan otot sebagai sumber energi karena glukosa tidak dapat dimanfaatkan dengan baik. Hal ini menyebabkan penurunan berat badan secara signifikan.


Tubuh Mudah Lelah

Tingginya kadar gula darah membuat proses pembentukan energi menjadi tidak optimal sehingga penderita diabetes mellitus sering merasa lemas, tidak bertenaga, dan cepat lelah meskipun tidak melakukan aktivitas berat.


Luka Sulit Sembuh

Kadar gula darah tinggi dapat mengganggu sirkulasi darah dan memperlambat proses penyembuhan luka. Luka kecil pun berisiko menjadi infeksi apabila tidak dirawat dengan baik.


Penglihatan Menjadi Kabur

Kadar gula darah yang tidak stabil dapat memengaruhi lensa mata sehingga penglihatan menjadi buram. Jika berlangsung lama, kondisi ini dapat meningkatkan risiko retinopati diabetik.


Kesemutan pada Tangan dan Kaki

Kerusakan saraf akibat kadar gula darah tinggi sering menyebabkan sensasi kesemutan, mati rasa, atau nyeri pada ujung tangan maupun kaki.


Infeksi Berulang

Penderita diabetes mellitus lebih rentan mengalami infeksi karena sistem kekebalan tubuh menurun. Infeksi dapat terjadi pada kulit, saluran kemih, gusi, maupun area tubuh lainnya.


Kapan Harus Memeriksakan Diri?

Segera lakukan pemeriksaan ke dokter apabila Anda mengalami beberapa gejala berikut:

  • Sering haus dan sering buang air kecil.
  • Berat badan turun tanpa sebab yang jelas.
  • Luka sulit sembuh.
  • Penglihatan kabur.
  • Mudah lelah dalam waktu lama.
  • Riwayat keluarga dengan diabetes mellitus.
  • Hasil pemeriksaan gula darah menunjukkan nilai di atas normal.

Diagnosis sejak dini dapat membantu mencegah komplikasi serta meningkatkan keberhasilan pengobatan.

Penyebab Diabetes Mellitus

Diabetes mellitus dapat terjadi karena berbagai faktor yang memengaruhi produksi maupun kerja hormon insulin. Penyebabnya berbeda pada setiap jenis diabetes, sehingga penting untuk memahami mekanisme yang mendasarinya.

Gangguan Produksi Insulin

Pada diabetes mellitus tipe 1, sistem kekebalan tubuh menyerang sel beta pankreas yang bertugas memproduksi insulin. Akibatnya, tubuh tidak mampu menghasilkan insulin dalam jumlah yang cukup sehingga kadar gula darah meningkat.

Hingga kini, penyebab pasti gangguan autoimun tersebut belum diketahui. Namun, faktor genetik dan infeksi virus diduga berperan dalam memicu kondisi ini.


Resistensi Insulin

Penyebab utama diabetes mellitus tipe 2 adalah resistensi insulin. Pada kondisi ini, sel-sel tubuh tidak merespons insulin secara optimal sehingga glukosa sulit masuk ke dalam sel untuk diubah menjadi energi.

Pankreas akan bekerja lebih keras untuk menghasilkan insulin tambahan. Namun, lama-kelamaan kemampuan pankreas menurun sehingga kadar gula darah terus meningkat.


Perubahan Hormonal Saat Kehamilan

Pada diabetes gestasional, perubahan hormon selama kehamilan dapat menghambat kerja insulin. Akibatnya, kadar gula darah ibu hamil meningkat.

Biasanya kondisi ini membaik setelah persalinan. Namun, ibu yang pernah mengalami diabetes gestasional memiliki risiko lebih tinggi terkena diabetes mellitus tipe 2 di kemudian hari.


Faktor Risiko Diabetes Mellitus

Tidak semua orang memiliki risiko yang sama untuk mengalami diabetes mellitus. Beberapa faktor berikut dapat meningkatkan kemungkinan seseorang terkena penyakit ini.

Riwayat Keluarga

Memiliki orang tua atau saudara kandung yang menderita diabetes mellitus dapat meningkatkan risiko karena adanya faktor genetik.


Berat Badan Berlebih

Kelebihan berat badan, terutama penumpukan lemak di area perut, dapat menyebabkan resistensi insulin. Oleh karena itu, obesitas menjadi salah satu faktor risiko terbesar diabetes tipe 2.


Kurang Aktivitas Fisik

Jarang berolahraga membuat tubuh kurang efektif menggunakan insulin. Selain itu, aktivitas fisik yang minim juga berkontribusi terhadap peningkatan berat badan.


Pola Makan Tidak Sehat

Konsumsi makanan tinggi gula, minuman manis, makanan cepat saji, dan makanan tinggi lemak jenuh dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko diabetes mellitus.


Usia

Risiko diabetes mellitus meningkat seiring bertambahnya usia. Meski demikian, saat ini penyakit ini juga banyak ditemukan pada usia produktif akibat perubahan gaya hidup.


Tekanan Darah Tinggi

Hipertensi sering kali berkaitan dengan resistensi insulin dan meningkatkan risiko penyakit metabolik, termasuk diabetes.


Kolesterol Tinggi

Kadar kolesterol LDL yang tinggi dan HDL yang rendah dapat memperbesar kemungkinan seseorang mengalami diabetes mellitus.


Kebiasaan Merokok

Merokok dapat memperburuk sensitivitas insulin serta meningkatkan risiko penyakit jantung yang sering menjadi komplikasi diabetes.


Diagnosis Diabetes Mellitus

Diagnosis diabetes mellitus tidak hanya berdasarkan gejala, tetapi juga melalui pemeriksaan laboratorium.

Beberapa pemeriksaan yang umum dilakukan meliputi:

Pemeriksaan Gula Darah Puasa

Tes ini dilakukan setelah pasien berpuasa selama 8–12 jam.

Hasil pemeriksaan:

  • Normal: kurang dari 100 mg/dL
  • Prediabetes: 100–125 mg/dL
  • Diabetes: 126 mg/dL atau lebih

Tes HbA1c

Pemeriksaan HbA1c menggambarkan rata-rata kadar gula darah selama sekitar tiga bulan terakhir.

Interpretasi hasil:

  • Normal: di bawah 5,7%
  • Prediabetes: 5,7–6,4%
  • Diabetes: 6,5% atau lebih

Tes Toleransi Glukosa Oral

Pemeriksaan ini dilakukan dengan memberikan larutan glukosa, kemudian kadar gula darah diukur setelah dua jam.

Tes ini sering digunakan untuk membantu mendiagnosis diabetes gestasional.


Gula Darah Sewaktu

Pemeriksaan dilakukan kapan saja tanpa memperhatikan waktu makan.

Apabila hasil menunjukkan kadar gula darah ≥200 mg/dL disertai gejala khas, dokter dapat menegakkan diagnosis diabetes mellitus.


Komplikasi Diabetes Mellitus

Apabila kadar gula darah tidak dikendalikan, diabetes mellitus dapat menyebabkan berbagai komplikasi yang memengaruhi hampir seluruh organ tubuh.

Penyakit Jantung

Penderita diabetes memiliki risiko lebih tinggi mengalami penyakit jantung koroner, gagal jantung, maupun serangan jantung.


Stroke

Kerusakan pembuluh darah akibat kadar gula darah tinggi meningkatkan kemungkinan terjadinya stroke.


Kerusakan Ginjal

Komplikasi ini dikenal sebagai nefropati diabetik. Dalam kondisi berat, penderita dapat memerlukan terapi cuci darah.


Gangguan Mata

Retinopati diabetik merupakan salah satu penyebab kebutaan pada orang dewasa.

Selain itu, penderita juga lebih berisiko mengalami katarak dan glaukoma.


Kerusakan Saraf

Neuropati diabetik dapat menyebabkan kesemutan, mati rasa, nyeri, hingga hilangnya sensasi pada kaki.


Luka pada Kaki Diabetes

Luka kecil dapat berkembang menjadi infeksi serius akibat aliran darah yang buruk dan kerusakan saraf.

Dalam kondisi tertentu, amputasi mungkin diperlukan apabila infeksi tidak dapat dikendalikan.


Gangguan Fungsi Seksual

Pria maupun wanita dengan diabetes mellitus dapat mengalami gangguan fungsi seksual akibat kerusakan saraf dan pembuluh darah.


Pengobatan Diabetes Mellitus

Pengobatan diabetes mellitus bertujuan menjaga kadar gula darah tetap stabil serta mencegah komplikasi.

Pendekatan pengobatan biasanya meliputi kombinasi perubahan gaya hidup dan terapi medis.

Perubahan Pola Makan

Dokter akan menyarankan pola makan sehat yang kaya serat, sayuran, buah dengan indeks glikemik rendah, protein tanpa lemak, serta biji-bijian utuh.

Sebaliknya, konsumsi gula tambahan, minuman manis, makanan olahan, dan lemak trans perlu dibatasi.


Rutin Berolahraga

Aktivitas fisik membantu meningkatkan sensitivitas insulin sehingga glukosa lebih mudah digunakan sebagai energi.

Orang dewasa disarankan melakukan olahraga intensitas sedang setidaknya 150 menit setiap minggu.


Menjaga Berat Badan Ideal

Penurunan berat badan sebesar 5–10% saja sudah dapat membantu memperbaiki kontrol gula darah pada penderita diabetes mellitus tipe 2.


Obat Penurun Gula Darah

Dokter dapat meresepkan obat oral maupun obat suntik sesuai kondisi pasien.

Pemilihan obat mempertimbangkan usia, fungsi ginjal, kadar gula darah, dan penyakit penyerta.


Terapi Insulin

Penderita diabetes tipe 1 membutuhkan insulin setiap hari.

Sebagian penderita diabetes tipe 2 juga memerlukan insulin apabila obat oral tidak lagi mampu mengendalikan kadar gula darah.


Cara Mencegah Diabetes Mellitus

Walaupun tidak semua jenis diabetes mellitus dapat dicegah, risiko diabetes tipe 2 dapat dikurangi secara signifikan melalui gaya hidup sehat.

Konsumsi Makanan Bergizi Seimbang

Perbanyak konsumsi:

  • Sayuran hijau.
  • Buah rendah gula.
  • Kacang-kacangan.
  • Ikan.
  • Protein rendah lemak.
  • Gandum utuh.

Batasi konsumsi:

  • Minuman berpemanis.
  • Makanan tinggi gula.
  • Gorengan berlebihan.
  • Makanan ultra proses.
  • Makanan tinggi garam.

Aktif Bergerak Setiap Hari

Tidak harus selalu berolahraga berat. Berjalan kaki, bersepeda, berenang, atau senam ringan secara rutin sudah memberikan manfaat besar dalam mencegah diabetes mellitus.


Menjaga Berat Badan

Berat badan ideal membantu tubuh menggunakan insulin dengan lebih efektif.


Berhenti Merokok

Menghentikan kebiasaan merokok dapat menurunkan risiko diabetes sekaligus menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah.


Mengelola Stres

Stres berkepanjangan dapat memengaruhi hormon yang berhubungan dengan kadar gula darah.

Meditasi, yoga, tidur cukup, dan melakukan hobi dapat membantu mengurangi stres.


Melakukan Pemeriksaan Kesehatan Berkala

Orang yang memiliki faktor risiko dianjurkan memeriksa kadar gula darah secara rutin agar diabetes mellitus dapat dideteksi sejak dini sebelum berkembang menjadi lebih serius.


Herbal Pendukung untuk Membantu Menjaga Kadar Gula Darah

Selain menerapkan pola makan sehat, rutin berolahraga, dan mengikuti anjuran dokter, sebagian masyarakat juga memilih mengonsumsi herbal sebagai pendamping gaya hidup sehat. Herbal tidak menggantikan pengobatan medis, tetapi dapat menjadi pelengkap dalam menjaga kesehatan apabila digunakan sesuai aturan.

Jamu Herbal Daun Kelor DS 18 Kapsul

Salah satu pilihan yang dapat dipertimbangkan adalah Jamu Herbal Daun Kelor DS 18 Kapsul. Daun kelor dikenal kaya akan vitamin, mineral, antioksidan, dan senyawa bioaktif yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh.

Beberapa manfaat Jamu Herbal Daun Kelor DS 18 Kapsul antara lain:

  • Membantu memelihara daya tahan tubuh.
  • Membantu menurunkan kadar gula darah.
  • Membantu memelihara fungsi dan kesehatan otak.
  • Membantu menangkal radikal bebas.
  • Membantu mengurangi peradangan atau inflamasi dalam tubuh.

Meski demikian, penderita diabetes mellitus tetap disarankan menjalani pola hidup sehat, memantau kadar gula darah secara berkala, dan mengikuti pengobatan yang diberikan oleh dokter. Herbal sebaiknya digunakan sebagai pendamping, bukan pengganti terapi medis.

Pola Hidup Sehat untuk Penderita Diabetes Mellitus

Mengelola diabetes mellitus tidak hanya bergantung pada obat-obatan. Perubahan gaya hidup juga memegang peranan penting dalam menjaga kadar gula darah tetap stabil serta mengurangi risiko komplikasi. Dengan menerapkan kebiasaan sehat secara konsisten, penderita dapat menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih nyaman.

Rutin Memantau Kadar Gula Darah

Pemeriksaan gula darah secara berkala membantu mengetahui efektivitas pengobatan dan pola makan yang dijalani. Selain itu, pemantauan rutin memungkinkan penderita diabetes mellitus mengenali perubahan kadar gula darah lebih cepat sehingga penanganan dapat segera dilakukan.

Dokter biasanya akan menentukan target kadar gula darah sesuai usia, kondisi kesehatan, serta riwayat penyakit masing-masing pasien.


Konsumsi Makanan Secara Teratur

Melewatkan waktu makan dapat menyebabkan kadar gula darah menjadi tidak stabil. Oleh karena itu, penderita diabetes mellitus disarankan makan secara teratur dengan porsi yang sesuai kebutuhan kalori.

Makan dalam porsi kecil tetapi lebih sering sering kali membantu menjaga kadar gula darah tetap terkendali.


Tidur yang Cukup

Kurang tidur dapat memengaruhi hormon yang mengatur metabolisme glukosa dan meningkatkan resistensi insulin. Orang dewasa dianjurkan tidur sekitar 7–9 jam setiap malam agar tubuh dapat bekerja secara optimal.


Mengelola Stres dengan Baik

Stres berkepanjangan dapat meningkatkan hormon kortisol yang berpengaruh terhadap kenaikan gula darah. Luangkan waktu untuk melakukan aktivitas yang menyenangkan, seperti membaca buku, berkebun, berolahraga, atau melakukan latihan pernapasan.


Menghindari Konsumsi Alkohol Berlebihan

Alkohol dapat menyebabkan kadar gula darah naik maupun turun secara drastis, terutama bila dikonsumsi tanpa makanan. Karena itu, penderita diabetes mellitus sebaiknya membatasi konsumsi alkohol sesuai anjuran tenaga kesehatan.


Makanan yang Dianjurkan untuk Diabetes Mellitus

Pola makan sehat merupakan bagian penting dalam pengelolaan diabetes mellitus. Pemilihan makanan yang tepat membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil sekaligus memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh.

Sayuran Hijau

Sayuran hijau kaya akan serat, vitamin, dan mineral. Kandungan kalorinya juga rendah sehingga baik untuk membantu mengontrol berat badan.

Beberapa pilihan yang dapat dikonsumsi antara lain:

  • Bayam
  • Brokoli
  • Sawi hijau
  • Kangkung
  • Selada

Buah dengan Indeks Glikemik Rendah

Buah tetap boleh dikonsumsi oleh penderita diabetes mellitus, tetapi pilih buah yang tidak menyebabkan lonjakan gula darah secara cepat.

Contohnya:

  • Apel
  • Pir
  • Jeruk
  • Stroberi
  • Alpukat

Konsumsilah dalam jumlah yang sesuai dan hindari tambahan gula.


Protein Rendah Lemak

Protein membantu menjaga rasa kenyang lebih lama dan mendukung perbaikan jaringan tubuh.

Sumber protein yang baik meliputi:

  • Dada ayam tanpa kulit
  • Ikan
  • Telur
  • Tahu
  • Tempe
  • Kacang-kacangan

Karbohidrat Kompleks

Karbohidrat kompleks dicerna lebih lambat sehingga membantu menjaga kestabilan gula darah.

Beberapa contoh yang dapat dipilih yaitu:

  • Beras merah
  • Oat
  • Gandum utuh
  • Ubi
  • Kentang rebus dalam porsi yang sesuai

Lemak Sehat

Lemak sehat baik untuk kesehatan jantung yang sering kali menjadi perhatian pada penderita diabetes mellitus.

Sumber lemak sehat antara lain:

  • Alpukat
  • Kacang almond
  • Kacang kenari
  • Biji chia
  • Minyak zaitun

Makanan yang Sebaiknya Dibatasi

Selain memilih makanan yang sehat, penderita diabetes mellitus juga perlu membatasi makanan yang dapat meningkatkan kadar gula darah.

Beberapa makanan yang sebaiknya dikurangi meliputi:

  • Minuman bersoda.
  • Minuman dengan tambahan gula.
  • Permen.
  • Kue manis.
  • Roti putih.
  • Makanan cepat saji.
  • Gorengan berlebihan.
  • Daging olahan.
  • Makanan tinggi lemak trans.
  • Makanan tinggi garam.

Mengurangi konsumsi makanan tersebut dapat membantu menjaga kesehatan jantung sekaligus mengontrol gula darah.


Tips Menjaga Kadar Gula Darah Tetap Stabil

Mengendalikan diabetes mellitus memerlukan komitmen jangka panjang. Berikut beberapa langkah sederhana yang dapat diterapkan setiap hari.

Minum Air Putih yang Cukup

Air putih membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh serta mendukung fungsi ginjal dalam membuang kelebihan glukosa melalui urine.


Bergerak Setelah Makan

Berjalan kaki selama 10–15 menit setelah makan dapat membantu tubuh menggunakan glukosa sebagai sumber energi sehingga kadar gula darah lebih mudah dikendalikan.


Membaca Label Nutrisi

Biasakan membaca informasi nilai gizi sebelum membeli makanan kemasan. Perhatikan kandungan gula, karbohidrat, lemak jenuh, dan natrium agar sesuai dengan kebutuhan tubuh.


Mengikuti Anjuran Dokter

Minumlah obat sesuai jadwal dan jangan menghentikan pengobatan tanpa berkonsultasi terlebih dahulu. Pemeriksaan rutin juga penting untuk mengevaluasi perkembangan diabetes mellitus.


Mengenali Tanda Gula Darah Terlalu Rendah atau Tinggi

Penderita perlu mengetahui gejala hipoglikemia maupun hiperglikemia agar dapat mengambil tindakan dengan cepat apabila terjadi keadaan darurat.


Kesimpulan

Diabetes mellitus merupakan penyakit kronis yang ditandai dengan tingginya kadar gula darah akibat gangguan produksi insulin atau resistensi insulin. Kondisi ini dapat berkembang secara perlahan sehingga sering kali tidak disadari hingga muncul komplikasi.

Memahami gejala, penyebab, faktor risiko, dan cara pencegahannya merupakan langkah penting untuk menjaga kesehatan. Dengan menerapkan pola makan bergizi seimbang, rutin berolahraga, menjaga berat badan ideal, menghindari kebiasaan merokok, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala, risiko diabetes mellitus dapat ditekan.

Bagi penderita diabetes mellitus, kepatuhan terhadap pengobatan dan penerapan gaya hidup sehat sangat membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil serta meningkatkan kualitas hidup dalam jangka panjang.


FAQ

Apakah diabetes mellitus dapat disembuhkan?

Diabetes mellitus umumnya merupakan penyakit kronis yang belum dapat disembuhkan sepenuhnya. Namun, kadar gula darah dapat dikendalikan melalui pola hidup sehat, penggunaan obat sesuai anjuran dokter, dan pemeriksaan rutin.


Apa perbedaan diabetes mellitus tipe 1 dan tipe 2?

Diabetes tipe 1 terjadi karena tubuh tidak dapat memproduksi insulin akibat gangguan autoimun. Sementara itu, diabetes tipe 2 terjadi karena tubuh mengalami resistensi insulin atau produksi insulin tidak lagi mencukupi kebutuhan.


Siapa yang berisiko terkena diabetes mellitus?

Risiko diabetes mellitus lebih tinggi pada orang yang memiliki riwayat keluarga diabetes, obesitas, kurang aktivitas fisik, pola makan tinggi gula, tekanan darah tinggi, serta usia yang semakin bertambah.


Apakah diabetes mellitus hanya menyerang orang lanjut usia?

Tidak. Saat ini diabetes mellitus juga banyak terjadi pada usia muda karena meningkatnya angka obesitas, pola makan tidak sehat, dan kurangnya aktivitas fisik.


Bagaimana cara mengetahui kadar gula darah?

Kadar gula darah dapat diketahui melalui pemeriksaan gula darah puasa, gula darah sewaktu, tes toleransi glukosa oral, maupun pemeriksaan HbA1c di fasilitas pelayanan kesehatan.


Apakah penderita diabetes mellitus boleh mengonsumsi buah?

Boleh. Penderita diabetes mellitus tetap dapat mengonsumsi buah, terutama yang memiliki indeks glikemik rendah, seperti apel, pir, jeruk, dan stroberi. Konsumsi tetap harus disesuaikan dengan kebutuhan dan tidak berlebihan.


Apa komplikasi diabetes mellitus jika tidak dikendalikan?

Apabila tidak ditangani dengan baik, diabetes mellitus dapat menyebabkan komplikasi berupa penyakit jantung, stroke, kerusakan ginjal, gangguan mata, kerusakan saraf, hingga luka kaki diabetes yang sulit sembuh.

Dapatkan Dami Sariwana di Official Store

Untuk menjamin keaslian produk, Anda dapat membeli Produk Dami Sariwana melalui:

Belanja di toko resmi memberikan keamanan, keaslian produk, dan kemudahan dalam mendapatkan informasi maupun promo terbaru.