Apa Saja Bentuk Lemak Manusia? Kenali Bedanya!
Keranjang 0+
Menu
18 Sep 2026 10:04 WIB

Apa Saja Bentuk Lemak Manusia? Kenali Bedanya!

Kenali berbagai jenis lemak dalam tubuh manusia, fungsi, lokasi, serta perbedaannya bagi kesehatan.

Apa Saja Bentuk Lemak Manusia? Kenali Bedanya!

Lemak di tubuh manusia ternyata tidak hanya satu jenis. Bentuk Lemak Manusia dapat dibedakan berdasarkan fungsi maupun tempat penyimpanannya di dalam tubuh.

Jika dilihat dari fungsinya, jaringan lemak utama dapat berupa lemak putih, lemak cokelat, dan lemak beige. Sementara berdasarkan lokasinya, kita sering mendengar istilah lemak subkutan yang berada di bawah kulit dan lemak visceral yang berada lebih dalam di sekitar organ perut.

Baca Juga: Jenis, dan Pentingnya Lemak bagi Tubuh

Masing-masing mempunyai tugas yang berbeda. Ada lemak yang menyimpan energi, ada yang membantu menghasilkan panas, dan ada pula yang berperan dalam berbagai proses metabolisme tubuh. Jadi, lemak sebenarnya bukan sekadar sesuatu yang membuat berat badan bertambah.

Apa Itu Lemak Tubuh?

Apa Saja Bentuk Lemak Manusia? Kenali Bedanya!

Lemak tubuh merupakan bagian normal dari tubuh manusia. Jaringan lemak atau adipose tissue tersusun terutama dari sel lemak yang disebut adiposit.

Tubuh membutuhkan jaringan ini untuk menyimpan energi. Lemak juga membantu menjaga suhu tubuh, melindungi organ, serta menghasilkan berbagai zat yang ikut mengatur metabolisme.

Karena itu, memiliki lemak tubuh bukan berarti tubuh tidak sehat. Yang perlu diperhatikan adalah jumlah, fungsi, dan lokasi penumpukan lemak tersebut.

Jaringan lemak kini juga dipahami sebagai jaringan aktif yang dapat menghasilkan berbagai hormon dan molekul pemberi sinyal dalam tubuh (Endotext, 2020).

Apa Saja Bentuk Lemak Manusia?

Secara sederhana, Bentuk Lemak Manusia bisa dilihat dari dua sisi.

Pertama adalah berdasarkan jenis dan fungsi sel lemak, yaitu:

  • lemak putih,
  • lemak cokelat,
  • lemak beige.

Kedua adalah berdasarkan lokasi penyimpanannya, terutama:

  • lemak subkutan,
  • lemak visceral.

Pembagian ini penting karena lemak yang terlihat di bawah kulit belum tentu memiliki pengaruh kesehatan yang sama dengan lemak yang tersimpan jauh di dalam rongga perut.

1. Lemak Putih, Tempat Utama Menyimpan Energi

Lemak putih atau white adipose tissue merupakan jenis jaringan lemak yang paling banyak terdapat pada tubuh manusia.

Tugas utamanya adalah menyimpan energi dalam bentuk trigliserida. Ketika tubuh membutuhkan energi, cadangan tersebut dapat digunakan kembali.

Sel lemak putih biasanya memiliki satu tetesan lemak berukuran besar. Karena kemampuannya menyimpan energi cukup tinggi, ukuran sel ini dapat membesar ketika cadangan lemak bertambah.

Namun, lemak putih bukan sekadar tempat penyimpanan energi.

Jaringan ini juga menghasilkan berbagai zat yang ikut memengaruhi rasa lapar, penggunaan energi, sensitivitas insulin, dan proses metabolisme lainnya.

Karena itu, lemak putih tetap diperlukan tubuh dalam jumlah yang sehat.

Masalah lebih mungkin muncul ketika jumlahnya terlalu banyak atau penyimpanannya terjadi terutama di lokasi yang berkaitan dengan risiko metabolik, misalnya di sekitar organ dalam.

Pembagian dan fungsi lemak putih sebagai penyimpan energi telah lama dikenal, tetapi penelitian modern juga menunjukkan bahwa jaringan ini memiliki fungsi hormonal dan metabolik yang kompleks (Endotext, 2020; Biomolecules, 2024).

2. Lemak Cokelat, Lemak yang Membantu Menghasilkan Panas

Berbeda dengan lemak putih, lemak cokelat atau brown adipose tissue lebih aktif menggunakan energi.

Tugas pentingnya adalah membantu tubuh menghasilkan panas. Proses tersebut dikenal sebagai termogenesis.

Sel lemak cokelat memiliki banyak mitokondria. Mitokondria bisa dibayangkan sebagai bagian kecil di dalam sel yang membantu mengolah energi.

Banyaknya mitokondria inilah yang ikut memberikan warna lebih gelap atau kecokelatan pada jaringan tersebut.

Di dalam lemak cokelat terdapat protein bernama UCP1. Protein ini membantu mengubah energi menjadi panas sehingga tubuh dapat mempertahankan suhu.

Dulu, lemak cokelat dianggap terutama dimiliki bayi. Namun, pemeriksaan modern menunjukkan bahwa orang dewasa juga masih dapat mempunyai jaringan lemak cokelat yang aktif.

Pada orang dewasa, jaringan ini antara lain dapat ditemukan di sekitar leher, bagian atas dada, dan area dekat tulang selangka.

Jumlah dan aktivitasnya tidak sama pada setiap orang.

Penelitian mengenai lemak cokelat menarik perhatian karena kemampuannya menggunakan energi untuk menghasilkan panas. Meski demikian, pemanfaatannya sebagai terapi untuk obesitas masih terus diteliti dan belum bisa dianggap sebagai cara praktis untuk menurunkan berat badan (Reviews in Endocrine and Metabolic Disorders, 2024).

3. Lemak Beige, Gabungan Karakter Lemak Putih dan Cokelat

Ada satu lagi Bentuk Lemak Manusia yang menarik untuk dikenali, yaitu lemak beige atau beige adipose tissue.

Sesuai namanya, jaringan ini mempunyai beberapa karakteristik yang berada di antara lemak putih dan lemak cokelat.

Sel beige biasanya berada di dalam jaringan lemak putih. Dalam kondisi tertentu, sel tersebut dapat meningkatkan kemampuan menghasilkan panas seperti lemak cokelat.

Proses munculnya karakter yang lebih menyerupai lemak cokelat sering disebut browning atau beiging.

Paparan suhu dingin dan rangsangan sistem saraf tertentu diketahui dapat memengaruhi aktivitas jaringan tersebut. Namun, prosesnya cukup kompleks dan tidak berarti seseorang dapat dengan mudah “mengubah semua lemak putih menjadi lemak pembakar kalori”.

Lemak beige saat ini menjadi salah satu bidang penelitian metabolisme yang cukup aktif.

Penelitian terus mempelajari apakah peningkatan aktivitas lemak beige dan cokelat nantinya dapat dimanfaatkan untuk membantu menangani obesitas maupun gangguan metabolik. Untuk saat ini, penerapannya sebagai terapi rutin masih membutuhkan penelitian lebih lanjut (Biomolecules, 2024).

Apa Saja Bentuk Lemak Manusia? Kenali Bedanya!

Sumber: https://microbenotes.com/fat-cells-adipocytes/

Apa Perbedaan Lemak Putih, Cokelat, dan Beige?

Ketiganya mempunyai karakter yang berbeda.

Jenis Lemak

Fungsi Utama

Karakter Sederhana

Lemak putih

Menyimpan energi

Paling banyak terdapat di tubuh

Lemak cokelat

Menghasilkan panas

Banyak mengandung mitokondria

Lemak beige

Dapat membantu menghasilkan panas

Memiliki karakteristik antara putih dan cokelat

Jadi, ketika membahas Bentuk Lemak Manusia, warna jaringan bukan hanya soal tampilan. Perbedaannya juga mencerminkan fungsi sel di dalam tubuh.

Bentuk Lemak Manusia Berdasarkan Lokasinya

Selain dibedakan berdasarkan fungsi, lemak juga sering dibedakan berdasarkan tempat penyimpanannya.

Dua istilah yang paling sering digunakan adalah lemak subkutan dan lemak visceral.

Keduanya sama-sama dapat mengandung jaringan lemak putih, tetapi lokasi dan pengaruhnya terhadap kesehatan tidak sepenuhnya sama.

4. Lemak Subkutan, Lemak yang Berada di Bawah Kulit

Lemak subkutan atau subcutaneous fat adalah jaringan lemak yang berada tepat di bawah kulit.

Ini adalah lemak yang biasanya dapat terasa ketika kamu mencubit bagian perut, paha, pinggul, atau lengan.

Lemak subkutan mempunyai beberapa fungsi penting.

Jaringan ini membantu menyimpan energi, menjaga suhu tubuh, serta menjadi bantalan yang membantu melindungi jaringan di bawah kulit.

Karena letaknya dekat permukaan tubuh, lemak subkutan juga cukup memengaruhi bentuk tubuh seseorang.

Namun, bukan berarti semua lemak yang terlihat dari luar berbahaya.

Lokasi dan fungsi jaringan lemak perlu dilihat secara menyeluruh. Bahkan, penelitian menunjukkan bahwa distribusi lemak tubuh mempunyai hubungan yang berbeda dengan kesehatan metabolik.

5. Lemak Visceral, Lemak yang Mengelilingi Organ Dalam

Lemak visceral berada lebih dalam di rongga perut.

Jaringan ini terdapat di sekitar organ-organ dalam sehingga tidak bisa dicubit seperti lemak subkutan.

Dalam jumlah tertentu, jaringan lemak tetap memiliki fungsi normal. Namun, penumpukan lemak visceral yang berlebihan mendapat perhatian lebih besar dalam kesehatan metabolik.

Kelebihan lemak visceral dikaitkan dengan peningkatan risiko berbagai masalah kardiometabolik, termasuk gangguan sensitivitas insulin, diabetes tipe 2, tekanan darah tinggi, dan gangguan lemak darah.

Hal ini bukan berarti setiap orang yang memiliki perut besar pasti mengalami penyakit tersebut. Risiko kesehatan tetap dipengaruhi banyak faktor seperti usia, genetik, pola makan, aktivitas fisik, tekanan darah, kadar gula darah, dan kondisi kesehatan lainnya.

Tinjauan sistematis juga menunjukkan bahwa tidak ada satu angka lemak visceral yang dapat digunakan sebagai batas risiko untuk semua orang. Usia, jenis kelamin, BMI, populasi, dan metode pemeriksaan dapat memengaruhi interpretasinya (Obesity Reviews, 2024).

Apa Bedanya Lemak Subkutan dan Visceral?

Perbedaan paling mudah adalah lokasinya.

Lemak subkutan berada tepat di bawah kulit sehingga biasanya bisa dicubit.

Sementara itu, lemak visceral berada lebih dalam dan mengelilingi berbagai organ di rongga perut.

Dari sisi kesehatan, jumlah lemak visceral yang berlebihan umumnya mendapat perhatian lebih besar karena dikaitkan dengan risiko kardiometabolik yang lebih tinggi (Cardiology Review, 2025).

Jadi, bentuk tubuh yang terlihat dari luar tidak selalu menggambarkan dengan tepat jumlah lemak yang berada di sekitar organ.

Apakah Lemak di Organ Termasuk Bentuk Lemak Manusia?

Lemak juga dapat menumpuk di tempat yang biasanya bukan menjadi lokasi utama penyimpanan lemak.

Kondisi ini sering disebut lemak ektopik atau ectopic fat.

Contohnya adalah penumpukan lemak pada hati atau jaringan lainnya.

Namun, istilah tersebut lebih menggambarkan lokasi penumpukan lemak, bukan jenis sel lemak utama seperti lemak putih, cokelat, dan beige.

Karena itu, saat membahas jenis dasar jaringan lemak, pembagian putih, cokelat, dan beige biasanya lebih tepat digunakan.

Apakah Semua Lemak Tubuh Itu Buruk?

Tidak.

Tubuh tetap membutuhkan lemak untuk menjalankan berbagai fungsi penting.

Lemak membantu menyimpan energi, menjaga suhu tubuh, melindungi jaringan dan organ, serta mendukung proses hormonal dan metabolisme.

Jadi, tujuan menjaga kesehatan bukanlah membuat tubuh benar-benar bebas lemak.

Hal yang lebih penting adalah menjaga komposisi dan distribusi lemak tubuh tetap sehat.

Kelebihan lemak, terutama jika banyak tersimpan sebagai lemak visceral, lebih berkaitan dengan masalah metabolik dibanding hanya melihat berat badan saja.

Mana Bentuk Lemak yang Paling Perlu Diperhatikan?

Dalam konteks kesehatan metabolik, kelebihan lemak visceral biasanya menjadi salah satu hal yang paling perlu diperhatikan.

Lemak ini lebih aktif secara metabolik dan berhubungan dengan berbagai proses yang dapat memengaruhi kesehatan jantung, gula darah, dan metabolisme.

Sebaliknya, lemak subkutan tidak selalu mempunyai hubungan risiko yang sama.

Hal ini menunjukkan bahwa kesehatan seseorang tidak hanya ditentukan oleh seberapa banyak lemak tubuh yang dimiliki, tetapi juga di mana lemak tersebut tersimpan.

Apakah Bentuk Badan Menunjukkan Jenis Lemak di Dalam Tubuh?

Tidak selalu.

Seseorang yang terlihat kurus tetap dapat mempunyai lemak visceral. Sebaliknya, seseorang dengan lemak subkutan yang cukup terlihat belum tentu memiliki jumlah lemak visceral yang tinggi.

Karena itu, melihat bentuk tubuh saja tidak cukup untuk menilai kesehatan metabolik.

Berat badan dan indeks massa tubuh atau BMI juga mempunyai keterbatasan karena tidak menunjukkan secara langsung lokasi penyimpanan lemak.

Pengukuran lingkar pinggang dapat memberikan informasi tambahan mengenai lemak abdominal dan risiko kesehatan. Konsensus ahli menyebut pengukuran lingkar pinggang dapat melengkapi informasi yang diberikan BMI dalam penilaian risiko kardiometabolik (Nature Reviews Endocrinology, 2020).

Apakah Lemak Putih Bisa Berubah Menjadi Lemak Cokelat?

Tidak sesederhana berubah sepenuhnya dari putih menjadi cokelat.

Namun, beberapa sel di jaringan lemak putih dapat memiliki karakteristik yang lebih menyerupai sel penghasil panas. Sel tersebut dikenal sebagai sel lemak beige.

Fenomena ini menjadi alasan istilah browning atau beiging sering muncul dalam penelitian metabolisme.

Penelitian pada manusia masih terus berkembang. Karena itu, klaim bahwa makanan, suplemen, atau metode tertentu dapat dengan mudah mengubah lemak putih menjadi lemak cokelat dan langsung menurunkan berat badan sebaiknya disikapi dengan hati-hati.

Bagaimana Menjaga Lemak Tubuh Tetap Sehat?

Tidak perlu berusaha menghilangkan semua lemak dari tubuh.

Fokus yang lebih realistis adalah menjaga jumlah lemak tubuh dan distribusinya tetap sehat.

Beberapa kebiasaan sederhana yang dapat dilakukan antara lain:

  • rutin melakukan aktivitas fisik,
  • mengurangi waktu duduk terlalu lama,
  • mengonsumsi makanan bergizi seimbang,
  • mencukupi kebutuhan protein dan serat,
  • membatasi makanan tinggi gula tambahan dan makanan ultra-proses,
  • menjaga waktu tidur,
  • mengelola berat badan secara bertahap bila diperlukan,
  • serta melakukan pemeriksaan kesehatan rutin.

Olahraga dan pola makan yang sesuai kebutuhan dapat membantu menurunkan berat badan maupun lingkar pinggang pada orang yang memiliki kelebihan berat badan.

Tidak diperlukan metode ekstrem untuk mendapatkan manfaat kesehatan.

Perlukah Mengukur Lemak Tubuh?

Pengukuran lemak tubuh dapat membantu memberikan gambaran mengenai komposisi tubuh, tetapi setiap metode mempunyai keterbatasan.

Timbangan bioelectrical impedance analysis atau BIA, misalnya, banyak digunakan untuk memperkirakan persentase lemak tubuh. Hasilnya dapat berubah tergantung kondisi tubuh dan metode pengukuran.

Pemeriksaan seperti CT atau MRI dapat memberikan gambaran distribusi lemak yang lebih detail, termasuk lemak visceral. Namun, pemeriksaan tersebut bukan pemeriksaan rutin yang diperlukan semua orang hanya untuk mengetahui jumlah lemak.

Dalam praktik sehari-hari, dokter biasanya menilai beberapa hal secara bersama-sama, seperti berat badan, BMI, lingkar pinggang, tekanan darah, kadar gula darah, profil lemak darah, serta faktor risiko lainnya.

Simak Juga: Ketahui Komposisi Lemak Tubuh yang Ideal agar Tetap Sehat

Kapan Sebaiknya Berkonsultasi dengan Dokter?

Tidak perlu khawatir hanya karena memiliki lemak di perut, paha, lengan, atau bagian tubuh lainnya. Lemak merupakan bagian normal dari tubuh.

Namun, konsultasi dapat dipertimbangkan jika berat badan meningkat cepat tanpa penyebab jelas, lingkar perut terus bertambah, atau kamu mempunyai faktor risiko seperti tekanan darah tinggi, gula darah tinggi, kolesterol tidak normal, maupun riwayat penyakit metabolik dalam keluarga.

Dokter atau ahli gizi dapat membantu mengevaluasi kondisi tubuh secara lebih menyeluruh.

Penilaian tersebut jauh lebih berguna dibanding hanya melihat bentuk tubuh atau angka di timbangan.

Kesimpulan

Bentuk Lemak Manusia tidak hanya satu. Berdasarkan fungsi selnya, jaringan lemak dapat dibedakan menjadi lemak putih, lemak cokelat, dan lemak beige.

Lemak putih terutama berfungsi menyimpan energi. Lemak cokelat lebih aktif menghasilkan panas, sedangkan lemak beige memiliki beberapa karakteristik yang menyerupai lemak putih dan cokelat.

Berdasarkan lokasinya, lemak juga dapat dibedakan menjadi lemak subkutan dan lemak visceral. Lemak subkutan terletak di bawah kulit, sedangkan lemak visceral berada lebih dalam di sekitar organ perut.

Semua lemak tidak otomatis buruk. Tubuh tetap membutuhkannya untuk menyimpan energi, menjaga suhu, melindungi jaringan, dan mendukung metabolisme.

Yang perlu diperhatikan adalah jumlah serta tempat penyimpanan lemak tersebut. Kelebihan lemak visceral memiliki hubungan yang lebih kuat dengan berbagai masalah kardiometabolik sehingga kesehatan tubuh sebaiknya dinilai lebih luas daripada sekadar melihat berat badan.

FAQ

1. Apa saja bentuk lemak manusia?

Secara fungsi, Bentuk Lemak Manusia yang utama meliputi lemak putih, cokelat, dan beige. Berdasarkan lokasinya, jaringan lemak sering dibedakan menjadi lemak subkutan dan visceral.

2. Apa jenis lemak yang paling banyak di tubuh manusia?

Lemak putih merupakan jenis jaringan lemak yang paling banyak terdapat pada tubuh manusia. Fungsi utamanya adalah menyimpan energi, tetapi jaringan ini juga mempunyai fungsi hormonal dan metabolik.

3. Apa perbedaan lemak putih dan lemak cokelat?

Lemak putih terutama menyimpan energi. Sementara itu, lemak cokelat mempunyai banyak mitokondria dan dapat menggunakan energi untuk menghasilkan panas.

4. Apa itu lemak beige?

Lemak beige adalah sel lemak yang mempunyai beberapa karakteristik lemak putih dan cokelat. Dalam kondisi tertentu, sel ini dapat meningkatkan aktivitas penghasil panas.

5. Apakah lemak perut termasuk lemak visceral?

Lemak di area perut dapat berupa lemak subkutan maupun visceral. Lemak yang bisa dicubit biasanya merupakan lemak subkutan, sedangkan lemak visceral berada lebih dalam di sekitar organ.

6. Apakah lemak visceral lebih berbahaya daripada lemak subkutan?

Kelebihan lemak visceral memiliki hubungan yang lebih kuat dengan berbagai risiko kardiometabolik. Namun, risiko seseorang tetap harus dinilai berdasarkan kondisi kesehatan secara menyeluruh.

7. Apakah orang kurus bisa mempunyai lemak visceral?

Bisa. Penampilan tubuh tidak selalu menunjukkan secara tepat distribusi lemak di dalam tubuh. Karena itu, berat badan saja tidak cukup untuk menilai kesehatan metabolik.

8. Apakah tubuh membutuhkan lemak?

Ya. Lemak dibutuhkan untuk menyimpan energi, menjaga suhu tubuh, melindungi jaringan, serta mendukung fungsi hormon dan metabolisme. Masalah lebih sering muncul ketika jumlah atau distribusinya tidak sehat.

Referensi Ilmiah

  1. Richard AJ, White U, Elks CM, Stephens JM. 2020. Adipose Tissue: Physiology to Metabolic Dysfunction. Endotext. PMID: 32255578. NCBI Bookshelf ID: NBK555602.
  2. Peng Y, Zhao L, Li M, et al. 2024. Plasticity of Adipose Tissues: Interconversion among White, Brown, and Beige Fat and Its Role in Energy Homeostasis. Biomolecules. 14(4):483. DOI: 10.3390/biom14040483.
  3. Ghesmati Z, Rashid M, Fayezi S, et al. 2024. An Update on the Secretory Functions of Brown, White, and Beige Adipose Tissue: Towards Therapeutic Applications. Reviews in Endocrine and Metabolic Disorders. 25(2):279–308. DOI: 10.1007/s11154-023-09850-0.
  4. Bennett JP, Prado CM, Heymsfield SB, Shepherd JA. 2024. Evaluation of Visceral Adipose Tissue Thresholds for Elevated Metabolic Syndrome Risk Across Diverse Populations: A Systematic Review. Obesity Reviews. 25(9):e13767. DOI: 10.1111/obr.13767.
  5. Shetty S, Suvarna R, Bhattacharya S, Seetharaman K. 2025. Visceral Adiposity and Cardiometabolic Risk: Clinical Insights and Assessment. Cardiology Review. DOI: 10.1097/CRD.0000000000000984.
  6. Ross R, Neeland IJ, Yamashita S, et al. 2020. Waist Circumference as a Vital Sign in Clinical Practice: A Consensus Statement from the IAS and ICCR Working Group on Visceral Obesity. Nature Reviews Endocrinology. 16(3):177–189. DOI: 10.1038/s41574-019-0310-7.

Dapatkan Dami Sariwana di Official Store

Untuk menjamin keaslian produk, Anda dapat membeli Produk Dami Sariwana melalui:

Belanja di toko resmi memberikan keamanan, keaslian produk, dan kemudahan dalam mendapatkan informasi maupun promo terbaru.